4 Trik Menilai Kinerja Perusahaan Menggunakan Rasio Keuangan

All About Money

Dalam menjalan bisnis perlu dilakukan analisis rasio keuangan. Hal ini dilakukan untuk mengetahui kinerja dari bisnis atau perusahaan tersebut.

Rasio keuangan adalah suatu alat untuk menganalisis dan mengukur kinerja perusahaan dengan menggunakan data-data keuangan perusahaan tersebut. Tentu melakukan analisis rasio keuangan sangat penting dilakukan, terutama bagi Anda yang sedang menjalankan bisnis. Mengapa demkian? Hal ini dilakukan untuk membantu dalam mengukur keberhasilan perusahaan. Sebagai seorang pengusaha, perlu sekali memahami tentang rasio-rasio keuangan, karena banyak sekali manfaat yang bisa didapatkan. Contohnya, Anda akan mengetahui grafik perkembangan dari perusahaan setiap bulannya. Bukan hanya itu, Anda juga bisa menjadikan analisis rasio ini sebagai alat ukur untuk menilai kinerja dari perusahaan tersebut. Nah, jika Anda belum terlalu memahami, rasio keuangan dibagi menjadi empat, yaitu sebagai berikut.

Rasio Keuangan Profitabilitas

Rasio profitabilitas salah satu jenis rasio yang bisa digunakan untuk mengetahui kelangsungan hidup perusahaan (going concern). Pasalnya, rasio ini mampu menunjukkan keuntungan (laba) yang didapatkan dari perusahaan tersebut. Rasio profitabilitas ini terbagi menjadi lima rumus yang masing-masingnya memiliki manfaat yang berbeda, yaitu gross profit margin, operating profit margin, net profit margin, return on assets (ROA), dan return on investment (ROI). 

Baca juga: Punya Hobi Mahal Harus Tahu Cara Mengatur Keuangan Dengan Jitu

Rasio Keuangan Likuiditas

Rasio likuiditas adalah salah satu rasio yang mampu menunjukkan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban finansial jangka pendeknya, seperti membayar gaji, utang yang jatuh tempo, biaya operasional, dan lainnya. Rasio yang sering digunakan untuk menghitung ini, yaitu current ratio dan quick ration.

Rasio Keuangan Solvabilitas Rasio keuangan solvabilitas adalah rasio yang menunjukkan besarnya aktiva sebuah perusahaan yang didanai dengan utang. Artinya, seberapa besar beban utang yang ditanggung oleh perusahaan dibandingkan dengan aktivanya. Rasio ini merupakan ukuran yang menunjukkan kemampuan perusahaan untuk membayar kewajibannya. Baik kewajiban jangka pendek mau pun jangka panjang jika perushaan dibubarkan (dilikuidasi). Perusahaan yang memiliki rasio solvabilitas yang tinggi memiliki risiko kerugian yang lebih besar daripada perusahaan dengan rasio sovabilitas yang rendah. Bagi perusahaan yang ingin menggunakan rasio jenis ini biasanya lebih sering menggunakan total debt to total assets ratio dan debt to equity ratio.

Temukan Asuransi Mobil Terbaik Anda

Rp

Baca juga: Jangan Salah, Ini Cara Bermain Saham yang Menguntungkan!

Rasio Keuangan Aktivitas

Jika Anda ingin mengukur tingkat penggunaan aktiva atau kekayaan perusahaan bisa menggunakan rasio keuangan jenis ini. Caranya adalah dengan melihat beberapa aset, kemudian Anda menentukan berapa tingkat aktivitas pada aktiva-aktiva pada kegiatan tertentu. Kemudian, Anda akan mengetahui aktiva mana yang produktif dan aktiva mana yang kurang produktif sehingga Anda bisa untuk mengalokasikan dana yang lebih besar kepada aktiva yang produktif. Itulah keempat rasio keuangan yang bisa digunakan untuk menilai kinerja perusahaan atau bisnis yang sedang Anda jalankan. Jadi, menjalankan bisnis itu bukan hanya darai strategi saja, tetapi perlu dilakukan analisis rasio agar Anda mengetahui perkembangan perusahaan yang dijalankan.

Comments are closed.