Apa Saja Rincian Iuran BPJS Ketenagakerjaan

All About Money


Notice: get_currentuserinfo is deprecated since version 4.5.0! Use wp_get_current_user() instead. in /home/frwwwartikel/public_html/wp-includes/functions.php on line 3896

Apa Anda sudah tahu berapa besar iuran BPJS Ketenagakerjaan yang harus dibayar setiap bulan? Atau Anda biasa membayar iuran langsung secara autodebet dari gaji setiap bulan?

Untuk menjamin hari tua para penerima upah dan bukan penerima upah maka Badan Penyelenggara Jaminan Sosial atau BPJS Ketenagakerjaan didirikan untuk memberikan jaminan hari tua. Sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan yang terdaftar, diwajibakan untuk membayar iuran setiap bulannya. Nantinya, iuran tersebut dapat dicairkan oleh peserta. Syaratnya peserta tidak berstatus sebagai karyawan lagi, dan memang sedang tidak bekerja.

Anda bisa mencairkan hingga 100 persen saldo Jaminan Hari Tua BPJS Ketenagakerjaan, tanpa harus menunggu 10 tahun kepesertaan. Hal ini tertuang pada Peraturan Pemerintah no 60 tahun 2015, sejak 1 September 2015.


Iuran BPJS Ketenagakerjaan harus dibayarkan setiap bulan, dengan memotong secara autodebet dari upah yang perusahan berikan. Seperti yang dikutip dari situs resmi BPJS Ketenagakerjaan, untuk iuran setiap bulan wajib dibayarkan oleh para peserta baik yang menerima upah dan yang tidak penerima upah.

Jaminan Hari Tua (JHT)

Bagi para peserta BPJS Ketenagakerjaan, pasti sudah tidak asing lagi dengan fasilitas JHT dan saldo BPJS yang telah dicairkan. Dengan manfaat JHT berupa uang tunai, yang hasilnya dari total iuran setiap bulan ditambah dari hasil bunga.

Menurut situs resmi BPJS Ketenagakerjaan, dari hasil pengembangan JHT nilainya selalu berada di atas bunga deposito Bank Pemerintah.

Anda bisa menikmati fasilitas ini, dengan ketentuan setiap bulan wajib membayar iuran.

  • Penerima Upah: Hitungannya adalah membayar iuran sebesar 5,7 persen per bulan dari upah yang telah dilaporkan. Dengan pembagian 2 persen dari upah pekerja dan 3,7 persen dari perusahaan.
  • Bukan Penerima Upah: Hitungannya sebesar 2 persen per bulan dari penghasilan yang telah dilaporkan.
  • Pekerja Imigran Indonesia: Hitungannya sebesar Rp105.000,00 sampai dengan Rp600.000,00 per bulannya.

Setiap iuran BPJS Ketenagakerjaan rutin dibayarkan paling lama tanggal 15 setiap bulannya, baik untuk perorangan atau intansi perusahaan. Jangan sampai terlambat untuk bayar, karena akan kenda denda 2 persen untuk setiap bulan keterlambatan.

Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)

Iuran BPJS Ketenagakerjaan yang Anda bayarkan setiap bulannya, Anda juga akan mendapat manfaat Jaminan Kecelakaan Kerja. Cakupannya saat kecelakaan di tempat kerja, atau dalam perjalanan menuju tempat kerja.


Iuran per bulan yang harus dibayarkan antara lain:

Bagi Penerima Upah

Iuran BPJS Ketenagakerjaan sebesar 24 persen sampai dengan 1,74 persen. Ini untuk fasilitas yang akan dibayarkan oleh pemberi kerja, atau perusahaann dengan persentasi yang berbeda-beda. Ini tergantung dari dari besarnya risiko. Ada lima risiko yang bisa terjadi, seperti yang akan dijelaskan di bawah ini:

– Sebesar 0,24 persen dari upah bila tingkat risiko rendah sekali.
– 0,54 persen dari upah bila tingkat risiko rendah.
– Tingkat risiko sedang, sebesar 0,89 persen dari upah.
– 1,27 persen dari upah bila tingkat risiko tinggi.
– Tingkat risiko tinggi sekali, sebesar 1,74 persen dari upah.

Bukan Penerima Upah

Wajib membayar iuran BPJS Ketenaga Kerjaan sebesar 1 persen dari penghasilan yang dilaporkan.

Jasa Kontruksi

Sebagai penyedia jasa kontruksi iuran yang harus dibayar mulai 0,21 persen nilainya berdasarkan nilai proyek tersebut.

Pekerja Migran Indonesia

Bagi para pekerja migran Indonesia harus membayar iuran sebesar Rp370.000,00.

Bagi para peserta yang membayar iuran BPJS Ketenagakerjaan, jaminan kecelakaan kerja akan mendapat benefit berupa:

– Bantuan perawatan tanpa batas biaya sesuai dengan kebutuhan medis.
– Mendapat santunan kematian sebanyak 48 kali dari upah yang diaporkan akibat kecelakaan kerja.
– Mendapat subsidi beasiswa sebesar Rp12 juta untuk satu orang.

Fasilitas ini memiliki batas waktu klaim yang bisa kadaluarsa, terhitung sejak dua tahun dari kecelakaan terjadi. Jadi, pastikan Anda klaim sebelum masa berlaku habis biar tidak hangus.

Jaminan Kematian

Pada fasilitas BPJS Ketenagakerjaan yang ini bisa memberikan uang tunai kepada ahli waris, pada saat peserta meninggal dunia tapi bukan disebabkan karena kecelakaan kerja.


Di sini dijelaskan rincian iuran BPJS Ketenagakerjaan, para peserta diwajibkan membayar iuran bulanan.

Penerima Upah

Bagi penerima upah harus membayar iuran BPJS Ketenaga kerjaan untuk jaminan kematian sebesar 0,3 persen dari upah yang dilaporkan oleh perusahaan tempat bekerja.

Bukan Penerima Upah

Jika bukan penerima upah bulanan, harus membayar Rp6.800,00 per bulan.

Jasa konstruksi

Sebagai jasa kontruksi wajib bayar iuran BPJS Kmulai dari 0,21 persen yang nilainya berdasarkan nilai proyek.

Pekerja migran Indonesia

Bagi para pekerja migran Indonesia wajib bayar iuran BPJS Ketenagakerjaan sebesar Rp370.000,00, dan menurut data resmi yang dikutip dari website resmi BPJS Ketenagakerjaan, ahli waris akan mendapatkan:

– Subsidi dana selama 24 bulan sebesar Rp4,8 juta yang langsung diberikan
– Bantuan untuk biaya pemakaman Rp3 juta.
– Satu anak dari ahli waris mendapatkan beasiswa Rp12 juta
– Ahli waris mendapatkan uang tunai Rp36 juta.
– Santunan sebesar Rp16,2 juta.

Jaminan Pensiun

Jaminan sosial yang diberikan oleh BPJS Ketenagakerjaan adalah jaminan pensiun. Ini untuk mempertahankan kehidupan yang laik, untuk peserta atau ahli waris saat peserta BPJS sudah memasuki usai pensiun cepat atau kejadian tak terduga yang menyebabkan cacat. Untuk jaminan pensiun ini, ditujukan untuk pekerja penerima upah untuk wajib membayar iuran setiap bulan sebesar 1 persen dari pekerja dan 2 persen dari perusahaan.

Menurut BPJS Ketenagakerjaan, peserta atau ahli waris bakal mendapatkan benefit berupa:

  • Dapat uang tunai bulanan, jika syarat peserta telah memenuhi iuran minimum 15 tahun atau 180 bulan ketika masuk usia pensiun sampai meninggal dunia.
  • Sang ahli waris mendapat uang tunai bulanan hingga meninggal dunia atau menikah lagi.
  • Mendapatkan uang tunai bulanan saat peserta mengalami kecelakaan kerja, ketika kondisinya menyebabkan cacat total walau baru satu bulan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.
  • Anda yang telah didaftarkan program pensiun akan mendapatkan bantuan uang tunai bulanan hingga usianya mencapai 23 tahun.

Semua penjelasan di atas merupakan iuran BPJS Ketenagakerjaan yang wajib Anda bayar setiap bulan saat telah resmi terdaftar menjadi peserta resmi BPJS. Jadi, dengan begini Anda tidak akan bingung lagi saat menghitungnya.

Comments are closed.