Asuransi Kartu Kredit: Perlukah Pemegang Kartu Kredit Memilikinya?

All About Money

Sebagai pengguna kartu kredit, sebaiknya Anda mengetahui dan memiliki asuransi kartu kredit. Apa saja seluk-beluk dan manfaatnya?

Acungkan tangan bila Anda adalah salah satu pemilik kartu kredit! Coba cek di dompet Anda, ada berapa kartu kredit yang Anda miliki hingga sekarang?

Kartu kredit adalah salah satu alat pembayaran non tunai yang sudah lama hadir di sekitar kita guna mempermudah transaksi menjadi lebih cepat dan mudah. Bayangkan, dengan kartu kredit kita bisa berbelanja terlebih dahulu lalu membayarnya kemudian atau dicicil.

Berdasarkan data Bank Indonesia, jumlah APMK beredar untuk kategori kartu kredit di Indonesia, hingga Maret 2019 berjumlah 17.184.306.

Kepemilikan kartu kredit memang bisa sangat membantu Anda untuk memenuhi kebutuhan, sebab bisa dibilang banyak sekali promo dan rewards yang ditawarkan bila menggunakan kartu kredit.

Sebagai informasi awal, bila Anda bukan termasuk ke dalam kategori 17 juta jiwa pemilik kartu kredit ini. Mari kita bahas lebih mendalam.

Kartu Kredit

Kartu Kredit adalah APMK yang dapat digunakan untuk melakukan pembayaran atas kewajiban yang timbul dari suatu kegiatan ekonomi, termasuk transaksi pembelanjaan dan/atau untuk melakukan penarikan tunai, di mana kewajiban pembayaran pemegang kartu dipenuhi terlebih dahulu oleh acquirer atau penerbit, dan pemegang kartu berkewajiban untuk melakukan pembayaran pada waktu yang disepakati baik dengan pelunasan secara sekaligus (charge card) ataupun dengan pembayaran secara angsuran.

Kartu kredit juga terdiri dari beberapa jenis, yaitu:

  1. Bank credit card, merupakan kartu kredit yang diterbitkan oleh bank pemegang franchise card company untuk kalangan nasabahnya sendiri;
  2. Co-branded card, merupakan kartu kredit yang diterbitkan untuk keuntungan badan usaha tertentu;
  3. Affinity card, merupakan kartu kredit yang diterbitkan untuk kepentingan organisasi non-profit.

Apakah Anda membutuhkan Kartu Kredit?

Bila Anda mengunakan secara bijak, kartu Kredit adalah cara pembayaran yang memberikan Anda kemudahan dalam melakukan pembayaran transaksi keuangan. Namun demikian, Anda harus memperhatikan biaya dan risiko yang mungkin timbul dalam penggunaannya.

Banyak sekali kejadian yang membuktikan bahwa konsumen memiliki kecenderungan untuk berbelanja lebih banyak ketika menggunakan kartu kredit daripada ketika mereka menggunakan uang tunai.

Oleh karena itu, sebelum Anda mengajukan aplikasi pembukaan kartu kredit, pikirkan terlebih dahulu mengenai kebutuhan Anda. Lalu, bagaimana Anda akan membayar tagihan kartu kredit tersebut?

Jangan sampai kejadian, tanpa ataupun secara Anda sadari sebenarnya penggunaan kartu kredit sudah melewati batas. Atau kejadian buruk lainnya adalah Anda menggunakan kartu kredit untuk melunasi utang Anda yang lain. Kalau sudah kejadian seperti itu, Anda akan terikat pada bunga dan biaya lainnya yang jumlahnya akan lebih membebani Anda dalam jangka waktu panjang.

Lalu, bagaimana cara tepat untuk merencanakan proteksi yang tidak Anda inginkan di masa depan? Bisa saja Anda gagal bayar seluruh utang. Yuk, cari tahu mengenai asuransi kartu kredit!

Asuransi Kartu Kredit

Dalam industri asuransi memang dikenal lembaga asuransi kredit yang berfungsi untuk menanggung risiko gagal bayar oleh pemegang kartu kredit. Akan tetapi, asuransi tersebut tidak bersifat wajib, melainkan bergantung pada kebijakan bank dan persetujuan dari pemegang kartu. Jadi, pemegang kartu juga harus menyatakan persetujuannya untuk mengikuti asuransi ini, karena ada premi yang harus dibayar untuk asuransi ini.

Asuransi kredit antara lain diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan RI No. 124/PMK.010/2008 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Lini Usaha Asuransi Kredit dan Suretyship (“PMK 124/2008”). Pasal 1 angka 2 PMK 124/2008 tersebut menyatakan: “Asuransi Kredit adalah lini usaha asuransi umum yang memberikan jaminan pemenuhan kewajiban finansial penerima kredit apabila penerima kredit tidak mampu memenuhi kewajibannya sesuai dengan perjanjian kredit”

Dengan asuransi kredit tersebut, perusahaan asuransi membayar ganti rugi pada bank atas ketidakmampuan atau kegagalan atau tidak terpenuhinya kewajiban debitur.

Berapa Premi Asuransi Kartu kredit?

Setiap bank penerbit kartu kredit mempunyai ketentuan besaran persentase premi yang harus dibayarkan oleh pemegang kartu atau nasabah yang mengasuransikan kartunya. Dan tiap bank penerbit kartu kredit memiliki ketentuan besaran premi asuransi berbeda-beda. Kisaran tarif premi asuransi kartu kredit sekitar 0,3 hingga 0,9 persen dari jumlah tagihan per bulan.

Temukan Asuransi Mobil Terbaik Anda

Rp

Mari kita coba lihat simulasi perhitungan asuransi kartu kredit

Tania memiliki kartu kredit “AZA” dan dia mengasuransikannya. Bank “AZA” ini menetapkan premi asuransi kartu kreditnya sebesar 0,5 persen dari jumlah tagihan.

Lalu tagihan kartu kredit Tania pada bulan Maret sebesar Rp40.000.000,00. Maka jumlah premi yang harus dibayarkan Tania adalah: 0,5% x Rp40.000.000,00 = Rp160.000,00.

Jadi, hasil perhitungan di atas sejumlah Rp160.000,00 adalah jumlah premi asuransi kartu kredit yang harus dibayar Tania.

Sebaiknya, sebelum Anda memiliki asuransi kartu kredit, periksalah dengan teliti segala surat penawaran dari perusahaan, memastikan agen yang bersertifikat SPPA, memastikan data-data dalam SPPA telah sesuai dengan kondisi yang sebenarnya, membaca kontrak atau polis secara seksama dan menanyakan ke agen atau perusahaan jika Anda memiliki keraguan atas kondisi polis.

Informasi tersebut akan membantu Anda untuk memahami lebih dalam mengenai produk yang nantinya akan Anda miliki.

Tip lainnya adalah Anda juga harus bijak menggunakan kartu kredit. Punya banyak kartu kredit jika tidak dikelola dengan baik dapat mengubah perilaku sesorang menjadi konsumtif dan terjerat utang.

Bila banyak konsumen yang terjerat utang, akhirnya akan menimbulkan tingginya kredit macet dalam bisnis kartu kredit. Ketahuilah, beda penerbit berbeda pula benefit yang ditawarkan lewat kartu kreditnya. Jadi Anda harus cermat memilih kartu kredit yang sesuai kebutuhan ya.

Comments are closed.