Cara Atur Duit Agar Tidak Boros Jika THR Tak Cair

All About Money

Mengatur uang bukanlah hal yang mudah, ditambah lagi dengan banyak kebutuhan yang meningkat serta keadaan yang sulit seperti saat ini. THR tak cair merupakan hal buruk yang mungkin bisa terjadi bagi beberapa pegawai maupun karyawan perusahaan saat ini. Untuk cara atur duit dengan baik, bisa Anda lakukan dengan langkah berikut!

Di tengah wabah virus corona atau Covid-19 seperti saat ini, ada kemungkinan tunjangan hari raya atau THR tidak turun. Jika itu memang terjadi, maka setiap orang wajib tahu bagaimana atur duit yang tepat. Ketika setiap tahun ada uang THR yang bisa digunakan untuk hari raya, mungkin tahun ini tidak ada.

Sebenarnya, pengeluaran semakin meningkat tidak hanya ketika lebaran atau hari raya Idul Fitri tiba. Ketika Ramadhan tiba, banyak orang yang sudah merasa pengeluarannya meningkat. Bahkan, ada juga yang berani berhutang dengan mengandalkan uang tunjangan tersebut untuk melunasinya.

Sebelum mengulas lebih lanjut, untuk mengatasi resiko keuangan Anda di masa depan, tidak ada salahnya memiliki produk asuransi jiwa sebagai jaminan hari tua ataupun kemungkinan buruk yang mungkin akan terjadi nanti. Futuready membantu Anda mendapatkan produk proteksi untuk mengatasi dan mengurangi resiko yang mungkin terjadi dalam hidup Anda. Dengan pilihan produk asuransi terbaik, serta harga premi yang relatif terjangkau bisa didapatkan sesuai dengan kebutuhan Anda.

Baca juga: Tabungan Hari Tua: Pengertian, Ragam, dan Manfaatnya

Untuk tahun ini, sebaiknya atur uang Anda dengan baik. Bayangkan saja jika THR tak cair. Maka duit harus benar-benar diatur. Pengeluran harus ditekan sebisa mungkin.

Tips Atur Duit Agar Tidak Boros Di Bulan Ramadhan

mengatur keuangan saat thr tak cair

 

Ketika Bulan Puasa, seharusnya pengeluaran semakin sedikit. Logikanya sederhana. Ketika puasa, orang hanya makan dua kali sehari. Tidak seperti bulan-bulan biasa yang mana mereka bisa makan 3 kali sehari. Belum lagi harus membeli cemilan dan juga nongkrong di malam hari.

Hal tersebut berkebalikan dengan fakta. Di bulan Ramadhan, secara umum pengeluaran semakin bertambah. Membeli bermacam-macam hidangan berbuka menjadi salah satu pengeluaran yang sangat tinggi. Apalagi bagi mereka yang suka jajan. Sekali beli hidangan berbuka, bermacam-macam variannya.

Ada kemungkinan Corona belum selesai di Ramadhan tahun ini. Belum lagi dengan kemungkinan tunjangan hari raya tak cair. Untuk itu, atur duit sebaik mungkin. Mulailah untuk menghemat ketika bulan puasa dimulai.

Baca juga: Tips Atur Uang Pekerja Harian Lepas di Tengah Virus Corona

Berikut ini yang sebaiknya Anda lakukan di bulan Ramadhan di tahun ini:

1. Masak Sendiri Di Rumah

Selama satu bulan berpuasa, usahakan Anda masak makanan sendiri di rumah. Ada bisa membeli berbagai bahan makanan satu atau dua hari sebelum puasa. Bahan makanan tersebut bisa Anda masak sendiri setiap sore hari. Makanan bisa dihidangkan untuk menu berbuka dan juga sahur.

Banyak yang tidak menyadari bahwa pengeluaran terbesar itu adalah makanan. Dan itu bisa diantisipasi dengan cara masak makanan sendiri di rumah. Karena uang untuk satu porsi makanan yang dibeli dari restoran itu sebenarnya bisa digunakan untku membuat makanan sendiri satu keluarga.

Karena ini waktunya Anda harus atur duit dengan baik, mulailan dengan menekan pengeluaran di bulan puasa. Yaitu dengan cara masak makanan sendiri untuk dihidangkan di saat berbuka dan sahur.

Tentu Anda boleh saja membeli makanan dari luar. Namun, sebaiknya hindari membeli makanan dari luar setiap hari. Karena itu akan membuat Anda boros selama bulan Ramadhan.

2. Beli Berbagai Jenis Buah

Sepertinya sudah menjadi tradisi di mana orang Indonesia suka berbuka dengan minuman yang segar dan manis. Misalnya saja kolak. Atau jika tidak ada kolak, minuman yang banyak diburu adalah es buah.

Coba Anda ingat berapa uang yang harus Anda keluarkan untuk membeli sup buah? Coba bandingkan dengan uang yang Anda perlukan untuk membuat sup buah sendiri di rumah. Anda bisa membeli berbagai jenis buah yang bisa Anda kombinasikan menjadi sup buah yang segar di rumah. Dan buah tersebut bisa Anda gunakan berhari-hari.

Selain lebih hemat, ini juga cara yang tepat untuk hidup lebih sehat. Ada yang bilang di saat Ramadhan imun tubuh seseorang itu tidak sekuat ketika di luar bulan puasa. Hal ini disebabkan tubuh tidak mendapatkan asupan makanan di siang hari.

Agar Anda tetap sehat dan terhindar dari terinfeksi virus corona, maka imun tubuh harus dijaga di saat bulan puasa. Caranya dengan lebih banyak mengkonsumsi buah-buahan di saat berbuka, setelah shalat tarawih, dan juga saat sahur.

3. Sediakan Makanan Kaleng

Mungkin di hari-hari pertama bulan puasa, Anda akan begitu semangat sekali memasak makanan untuk berbuka. Namun, semangat itu mungkin akan menurun. Entah itu karena sibuk atau bosan.

Agar Anda tetap bisa berhemat, sediakan di rumah makanan kaleng. Ini bisa menjadi menu berbuka dan juga sahur ketika Anda malas masak di rumah.

Langkah yang paling baik di tengah pandemi ini adalah dengan mengikat ikat pinggang sekencang mungkin. Artinya, Anda harus menekan pengeluaran. Jangan jor-joran seperti di bulan-bulan biasa atau di bulan Ramadhan tahun lalu. Ramadhan tahun ini dengan tahun-tahun yang lalu. Apalagi jika ada kemungkinan THR tak cair. Anda harus atur duit sejak dini dengan cara mengurangi biaya pengeluaran.

cara mengatur keuangan untuk menikah dengan biaya sendiri

Yang Bisa Dilakukan Ketika THR Tidak Cair

Ada banyak sekali rumor yang menyebutkan bahwa perusahaan bisa saja tidak mampu memberika THR imbas dari wabah Covid-19 ini. Jangankan memberikan THR. Banyak perusahaan yang akhirnya merumahkan beberapa karyawan sejak awal Covid-19 menyerang Indonesia.

Namun, ada yang mengatakan bahwa itu hanya akal-akalan perusahaan saja. Karena pada dasarnya setiap perusahaan sudah mengambil seberapa prosentase gaji karyawan setiap bulan yang kemudian diakumulasikan menjadi THR di saat hari raya tiba. Jadi, gagalnya pemberian THR karena wabah corona terdengar tidak masuk akal.

Meskipun demikian, bukan tidak mungkin perusahaan tidak mampu membayar THR. Karena sistem keuangan di seluruh Indonesia pasti memiliki masalah. Dan itu bisa berimbas pada dana THR yang disiapkan oleh perusahaan.

Ada beberapa alternatif yang sebenarnya bisa dilakukan. Yang pertama, adanya dialog antara perusahaan dengan serikat karyawan atau buruk mengenai pembayaran THR. Jika perusahaan tidak mampu membayar keseluruhan THR karyawan, perusahaan bisa memberikan berapa persen dulu.

Yang kedua, perusahaan bisa meminta waktu penundaan. Jadi, THR yang seharusnya dibayarkan 7 hari sebelum hari raya bisa diundur hingga waktu yang disepakati. Yang pasti, pemberian THR itu wajib. Jika tidak, perusahaan akan mendapatkan sanksi. Kemungkinan terburuk adalah THR tidak cair di bulan Ramadhan.

Baca juga: THR Cair, Pilih Belanja atau Menabung Dulu?

Cara Atur Duit Jika THR Tak Cair

Lalu, apa yang harus dilakukan ketika hal terburuk itu terjadi, yaitu THR tidak cair? Sebenarnya, ada beberapa hal yang bisa dilakukan sehingga acara hari raya tetap berjalan tanpa harus mengandalkan THR.

Tunda Mudik

Pemerintah sekarang ini lebih menganjurkan agar tidak ada mudik tahun ini. Alasannya agar untuk mengurangi risiko penyebaran Covid-19 di kota-kota lain dan juga di kampung. Anjuran ini juga bisa Anda ambil sekaligus sebagai solusi ketika THR tidak cair.

Biaya mudik itu sangat tinggi. Ini tidak hanya biaya transportasi tapi juga biaya-biaya lainnya seperti membelikan pakaian keluarga, memberikan angpao pada saudara, dan lain sebagainya.

Anda bisa mudik tapi tidak pada saat Idul Fitri. Tunda mudik Anda sampai virus corona sudah selesai. Dan mungkin saat itu THR Anda bisa dicairkan oleh perusahaan.

Gunakan Tabungan

Meskipun Anda tidak mudik, tetap saja Anda perlu uang. Anda harus belikan pakaian baru dan mempersiapkan makanan di saat lebaran. Jika uang tersebut tidak Anda dapatkan, Anda bisa gunakan uang tabungan.

Itulah beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mengatur uang ketika tunjangan hari raya tidak cair. Dengan atau tanpa THR, seharusnya hari raya lebaran harus dirayakan dengan suka cita.

Comments are closed.