Bank Umum dan BPR: Serupa Tapi Tak Sama, Inilah Bedanya!

All About Money

Bank Umum dan BPR, mana dari keduanya yang lebih Anda kenal selama ini? Tahukah perbedaan keduanya?

Bank Umum memberikan bantuan besar untuk masyarakat secara menyeluruh seputar keuangan atau permodalan. Sayangnya, lokasinya yang jauh dari pedesaan membuat masyarakat pedesaan enggan untuk bekerja sama. Makanya, muncul BPR yang dinilai lebih bagus untuk membantu masyarakat tersebut.

BPR sendiri merupakan kependekan dari Bank Perkreditan Rakyat. Jenis ini telah banyak tersebar di pelosok negeri. Mulai dari kecamatan sampai kabupaten. Hanya saja, namanya kalah populer jika berada di perkotaan.

Meskipun begitu, keberadaannya di tingkat kecamatan membuat masyarakat termudahkan urusannya. Mulai dari urusan peminjaman sampai urusan menabung. Dengan begitu, masyarakat yang tinggal jauh dari perkotaan bisa mendapatkan bantuan modal yang dibutuhkannya untuk usaha pedesaan.

Sekilas Mengenal BPR (Bank Perkreditan Rakyat)

Bagi beberapa orang mungkin telah mengenal apa itu BPR. Sederhananya, BPR dikenali sebagai tempat untuk melakukan simpan pinjam. Hanya saja, cakupannya lebih terbatas bila dibandingkan dengan Bank Umum.

Secara khusus, BPR diartikan sebagai suatu lembaga keuangan bank. Lembaga keuangan ini nantinya akan menerima simpanan dari masyarakat yang berbentuk deposito berjangka. Bisa juga berupa tabungan atau bentuk lainnya dan bisa disalurkan pula untuk usaha.

Lokasinya berada di lingkup yang lebih kecil yakni di tingkat kecamatan. Walaupun begitu, ada juga yang menempatkannya di perkotaan. Tujuannya jelas untuk membantu masyarakat pedesaan yang membutuhkan.

BPR sendiri muncul pada masa penjajahan Belanda. Dulunya dikenal dengan sebutan Lumbung Desa. Lembaga keuangan ini dibangun untuk membantu para petani, pegawai sampai buruh supaya lepas dari jeratan rentenir yang memberikan pinjaman dengan bunga mencekik.

Saat itu, lembaga keuangan ini hanya muncul di pulau Jawa dan Bali. Kemudian pada 1929, muncul lembaga untuk menangani kredit dari masyarakat pedesaan. Lembaga ini dikenal dengan sebutan BKD (Badan Kredit Desa).

Sebagai fungsi pengawasan dan pembinaannya, pemerintah Kolonial Belanda membentuk sebuah lembaga baru. Yakni lembaga yang disebut dengan Instansi Kas Pusat (IKP). IKP inilah yang menjadi badan teratas untuk mengendalikan seluruh badan keuangan di seluruh pelosok desa.

Selepas Indonesia merdeka, status lembaga keuangan kemudian ditingkatkan. Pemerintah melanjutkannya dengan mendirikan sejumlah bank-bank pasar. Tentunya lokasinya berada di sekitaran pasar yang merupakan tempat berkumpulnya pedagang dan pembeli dari pedesaan.

Pada 1988, bank-bank ini kemudian dikukuhkan menjadi BPR. Dalam perkembangannya, BPR semakin subur dan dikenal oleh masyarakat luas. Terutama masyarakat yang tinggal di pedesaan. 

Tugas dan Fungsi dari BPR

Sebenarnya, BPR dan Bank Umum fungsinya sama. Perbedaannya hanya pada cakupannya saja, yakni BPR cakupannya lebih terbatas.

Tugas utama BPR adalah menghimpun dana dari masyarakat. Himpunan dana ini bisa berupa deposito, tabungan, sampai bentuk lain seperti dalam istilah gadai.

Sementara fungsinya, BPR punya fungsi untuk memberikan perkreditan bagi yang membutuhkannya. Masyarakat desa yang butuh uang untuk modal usaha atau semacamnya bisa mengajukannya pada lembaga keuangan tersebut. Tentunya dengan mengikuti persyaratan yang ditetapkan oleh pihak bank.

Tidak hanya itu saja, BPR juga berfungsi sebagai tempat di mana masyarakat bisa menabung uang hasil usahanya. Entah itu usaha dari peternakan, pertanian, dan lain sebagainya. Uang yang didapatkannya bisa ditabung supaya lebih aman.

Selain itu, BPR juga berfungsi untuk membantu pembiayaan bagi nasabah terkait hal yang dibutuhkannya. Pembiayaan ini didasarkan dengan prinsip syariah. Dan ini hampir sama dengan yang diberlakukan oleh Bank Umum.

Perbedaan Bank Umum dan BPR

Dikatakan sebelumnya bahwa BPR hanya memiliki cakupan terbatas dalam hal membantu keuangan masyarakat. Namun letaknya yang strategis membuat BPR jauh lebih bagus. Lalu, apa perbedaannya dengan Bank Umum?

Permodalan

Dalam mendirikan sebuah lembaga keuangan, pihak bank harus memenuhi persyaratan utamanya. Persyaratannya terkait dengan permodalan. Modal awal ketika mendirikannya wajib dihitung supaya tidak mengalami masalah ke depannya.

Bicara mengenai modal awal, tentunya Anda akan menemukan perbedaan jumlah yang sangat mencolok. Untuk Bank Umum sendiri butuh permodalan minimal Rp1 triliun. Sementara BPR, minimal butuh Rp4-14 miliar. Tergantung di mana lembaga ini didirikan.

Layanan yang Ditawarkan

Selain modal awal, perbedaan lainnya adalah pada layanan. Layanan BPR jauh lebih sederhana. Layanannya difokuskan pada pelayanan nasabah seputar membuka tabungan sampai memberikan kredit dengan plafon tertentu.

Berbeda jika menggunakan Bank Umum, layanannya jauh lebih lengkap. Layanan yang ditawarkan BPR ada. Kemudian ditingkatkan dengan penyediaan layanan asuransi, valas, sampai giro.

Temukan Asuransi Mobil Terbaik Anda

Rp

Jangkauan Wilayah

Perbedaan lainnya ada pada jangkauan wilayah dari lembaga keuangan tersebut. Perbedaan ini juga mempengaruhi pada tampilan fisik dari sebuah kantornya. Tidak heran jika masyarakat akan mengenalinya dengan lebih mudah.

Bagi BRP, jangkaunnya hanya di kisaran kecamatan dan kabupaten. Tujuan utamanya adalah mempermudah masyarakat sekitar untuk mendapatkan hal yang dibutuhkannya.

Sementara Bank Umum jangkauannya lebih luas, karena bank ini bisa memiliki jaringan internasional. Bisa dikatakan jangkauannya tidak terbatas sehingga siapa pun bisa menggunakan layanannya.

Perbedaan ini tentunya akan berpengaruh pada tampilan fisik kantor. Kantor BPR biasanya lebih sederhana. Sebaliknya bank yang memiliki jaringan lebih luas jelas akan lebih megah. Sebab nasabah yang membutuhkannya memang dari kalangan menengah ke atas.

Walaupun memiliki perbedaan tersebut, nyatanya kedua lembaga keuangan ini memiliki kesamaan. Salah satunya adalah sama-sama menghimpun dana dari masyarakat. Dana yang terhimpun akan dijadikan sebagai simpanan. Simpanan nantinya ada imbal balik berupa bunga yang akan didapatkan oleh nasabah setiap bulannya.

Demikianlah yang bisa disampaikan di sini. Intinya, lembaga keuangan tersebut dibangun untuk membantu masyarakat dalam hal pembiayaan, peminjaman, dan penabungan. Hanya saja, Bank Umum lebih luas cakupannya dibanding dengan BPR.

Comments are closed.