Memahami Fungsi Bea Cukai Secara Komprehensif

All About Money

Beberapa hari yang lalu, Bea Cukai bekerja sama dengan TNI. Terdengar aneh. Apa gunanya mereka bekerja sama dengan TNI?

Bukan tanpa alasan, Bea Cukai bekerja sama dengan TNI. Ternyata, dalam kerja sama ini, Bea Cukai membutuhkan bantuan TNI untuk mengatasi masalah penyelundupan barang terlarang seperti narkoba serta senjata ilegal. Ini sering terjadi di lintas batas negara terutama di Merauke dan Papua New Guinea.

Dari berita tersebut, Anda mungkin membuat kesimpulan. Bea Cukai tidak hanya berkaitan dengan barang yang masuk ke Indonesia atau barang impor. Mereka tidak hanya melakukan pungutan sejumlah uang ketika seseorang memasukkan barang dari luar negeri ke dalam negeri.

Anda bukan satu-satunya orang yang memahami demikian. Banyak orang yang tidak mengerti sebenarnya apa saja fungsi Bea Cukai. Untuk itu, penjelasan berikut ini semoga bisa membuat Anda lebih tahu apa fungsi dan tugas lembaga satu ini.

 

Fungsi Bea Cukai Bukan Hanya Melakukan Pemungutan

Sebelum Anda mencari tahu lebih lanjut mengenai fungsi dari lembaga ini, Anda harus tahu apa definisi dari Bea Cukai. Bea merupakan tindakan pungutan yang dilakukan oleh pemerintah ketika barang masuk (impor) atau keluar (ekspor). Sementara itu, cukai merupakan tindakan memungut sejumlah uang dari barang yang memiliki sifat atau karakteristik tertentu.

Jadi, lembaga ini tidak hanya mengurusi barang yang diekspor dan yang diimpor saja. Ada barang yang diperjual-belikan di Indonesia tapi juga kena pungutan berupa cukai, seperti rokok.

Lalu, apalagi fungsi Bea Cukai? Berikut ini penjelasannya:

Menjamin Iklim Usaha yang Kondusif

Dengan mengatur barang yang keluar atau yang masuk, lembaga ini sebenarnya memiliki peran untuk mewujudkan iklim usaha yang bagus. Anda bisa bayangkan bagaimana jika tidak ada yang mengontrol. Persaingan tidak akan sehat. Dan jika ini terjadi, bukan tidak mungkin perusahaan besar akan dengan sangat mudah menggerus perusahaan kecil.

Perlindungan Masyarakat

Setelah tahu informasi dari tulisan ini, jangan lagi menganggap Bea Cukai hanya untuk menarik uang dari usaha ekspor dan impor. Lebih dari itu, ada tujuan yang jauh lebih mulia.

Lembaga ini juga pada saat yang sama mencegah adanya barang ilegal berbahaya yang masuk ke dalam negeri. Bayangkan jika barang dari luar bebas masuk ke dalam negeri. Bisa saja barang berbahaya tersebut digunakan atau dikonsumsi oleh masyarakat. Dan ini bisa sangat berbahaya untuk kehidupan masyarakat Indonesia.

Pengendali

Apa jadinya jika tidak ada Bea Cukai? Bisa saja Indonesia akan dibanjiri dengan barang-barang dari luar negeri. Dan barang yang sama yang diproduksi dari dalam negeri bisa kalah bersaingan, karena secara umum barang dari luar lebih bagus dan lebih murah.

Dengan adanya bea, maka produk dari luar negeri bisa dikendalikan. Harga barang dari luar negeri tidak akan membuat barang produksi dalam negeri kalah bersaing di negeri sendiri.

Sumber Pendapatan Negara

Memang ini fungsi utamanya, yaitu sumber pendapatan negara. Namun, bukan itu tujuan akhirnya.

Dengan adanya pendapatan yang meningkat dari kegiatan ekspor dan impor, kondisi masyarakat pun akan lebih baik. Bagaimanapun juga kas negara akan digunakan semaksimal mungkin untuk kepentingan seluruh rakyat Indonesia.

Mendorong Pertumbuhan Industri Dalam Negeri

Dengan pengendalian barang dari luar negeri masuk ke dalam negeri, ini membuat perusahaan di dalam negeri lebih aman. Mereka bisa lebih leluasa untuk memproduksi. Mereka tidak akan merasa terintimidasi dengan membanjirnya produk impor.

Nah, dari beberapa fungsi Bea Cukai tersebut di atas, jelas sekali kan betapa pentingnya lembaga ini bagi Indonesia?

Benarkah Bea Cukai Tinggi Ketika Anda Beli Online dari Luar?

Sekarang ini, yang menjadi masalah adalah bagaimana jika barang dibeli dari luar negeri melalui situs atau e-commerce. Apakah barang tersebut juga terkena bea?

Jawabannya, tentu saja kena. Hanya saja, Anda tidak perlu khawatir. Ada prinsip yang diterapkan oleh pihak Bea Cukai yaitu fairness. Dalam arti bea yang ditetapkan tidak akan membuat barang terlalu mahal. Di sisi lain, adanya keleluasaan barang masuk ke dalam negeri tidak lantas membuat produk dari dalam negeri kalah bersaing.

Untuk menerjemahkan fairness ini, ada patokan berupa angka bea yang ditetapkan untuk barang impor yang dibeli secara online. Menurut peraturan yang baru, untuk barang yang nilainya Rp1,4 juta tidak akan dikenakan bea.

Sebelumnya, ada peraturan batas nilai pembebasan bea masuk adalah USD100. Ini dikeluhkan banyak pihak. Hingga akhirnya pemerintah melakukan revisi dari USD100 ke Rp1,4 juta.

Bagaimana jika melewati nilai pembebasan? Berikut ini cara menghitung bea masuk barang impor dari e-commerce luar negeri, di antaranya:

  1. Bea Masuk sebesar 7,5 persen.
  2. PPN 10 persen.
  3. Jika Anda tidak memiliki NPWP, PPN sebesar 20 persen.

Temukan Asuransi Mobil Terbaik Anda

Rp

Dari ketiga biaya tersebut, dijumlahkan. Itulah biaya yang harus Anda bayarkan kepada pemerintah.

Dengan bea masuk tersebut, beberapa orang akhirnya tidak mau membeli produk dari luar. Ini tentu saja bagus untuk industri dalam negeri. Masyarakat menjadi lebih memilih produk buatan dalam negeri daripada dari luar negeri.

Namun, ada juga yang tetap membeli produk dari luar negeri. Mereka biasanya berasal dari kalangan ekonomi atas. Atau bisa saja barang yang dibutuhkan hanya ada di luar negeri. Atau bisa saja kualitas barang yang sangat bagus, tidak seperti barang buatan dalam negeri.

Satu hal yang pasti, dengan adanya Bea Cukai, persaingan antar industri, entah di dalam atau di luar negeri menjadi lebih sehat. Sehingga, masyarakat sebagai konsumen pun terlindungi.

Comments are closed.