Serba-serbi Tradisi Belanja Lebaran di Indonesia

All About Money

Belanja lebaran menjadi salah satu tradisi yang rutin dilakukan. Namun, bisakah Anda menyiasati kegiatan ini tanpa harus mengeluarkan uang berlebih?

Waktu memang begitu cepat. Tidak terasa di 2019 umat muslim seluruh dunia sudah memasuki lagi bulan Ramadan. Bulan Ramadan identik dengan kegiatan puasa selama satu bulan penuh. Kegiatan ini memiliki hukum wajib dilakukan bagi seluruh umat muslim yang sudah dewasa, kecuali sedang mengalami halangan seperti sakit, dalam perjalanan, sudah tua, hamil, menyusui, diabetes, atau sedang mengalami menstruasi.

Selain berpuasa, tentu ada banyak tradisi lain yang mungkin hanya bisa Anda nikmati selama bulan Ramadan. Misalnya, Salat Tarawih, buka puasa bersama-sama, hingga tradisi belanja lebaran yang tidak pernah tertinggal. Berbicara tradisi belanja lebaran, hampir seluruh umat Islam pasti melakukannya. Baik itu belanja pakaian ataupun makanan. Mungkin Anda sudah tidak asing lagi dengan tradisi ini. Untuk menyambut Hari Raya Idulfitri, biasanya, mulai dari H-7 hingga H-1 masyarakat akan berbodong-bodong memadati berbagai pusat perbelanjaan untuk membeli barang-barang yang diperlukan. Mulai dari mencari pakaian, sepatu, makanan, hingga perangkat elektronik baru diborong agar dapat tampil anyar di hari Lebaran nanti.

Namun, terkadang banyak masyarakat yang memaksakan dan khilaf ketika sedang berbelanja. Alhasil semua uangnya habis hanya karena membeli barang-barang yang seharusnya tidak perlu. Nah, untuk meminimalisirkan hal tersebut, berikut ini cara menyiasati agar Anda tidak boros saat belanja untuk lebaran.

Baca juga: Tradisi Mudik Lebaran dan Hari Raya Agama Lain di Dunia

Tip Menyiasati Belanja Lebaran Agar Tidak Boros

tips berbelanja keperluan lebaran

Jangan Lapar Mata

Isitilah yang sering diucapkan seseorang yaitu ‘lapar mata’ yang mempunyai arti sebagai ingin membeli sesuatu saat itu juga terhadap suatu hal yang tertangkap oleh mata kita. Tapi itu hanya perasaan atau memang kebutuhan ingin membeli barang tersebut? Hal ini sering terjadi jadi saat Anda mengalami situasi tersebut sebaiknya berpikir lagi apakah benar-benar ingin membelinya. Apalagi jika melihat barang diskonan. Pasti hasrat ingin membeli langsung bergejolak.

Catat Semua Kebutuhan, Bukan Keinginan

Jika Anda sudah mempersiapkan catatan barang-barang yang ingin dibeli sesuai dengan keperluan, tentu Anda akan lebih memprioritasi barang yang ada didaftar tersebut. Anda dapat memprioritaskan apa yang sangat dibutuhkan, bukan yang diinginkan. Misal, Anda lebih butuh mukena yang baru ketimbang tas mahal. Maka yang harus Anda beli adalah mukena yang akan dikenakan ketika lebaran nanti.

Sabar

Ketika sedang berbelanja untuk barang-barang lebaran, sebaiknya Anda harus menanamkan sikap sabar dalam memilih. Usahakan untuk mencari beberapa barang sebagai perbandingan sebelum memutuskan untuk membeli. Selain itu, momen belanja ini pasti banyak sekali orang yang memiliki tujuan sama. Perselisihan dan juga perdebatan pasti ada, tetapi Anda harus tetap sabar mengingat bulan puasa penuh sekali cobaan.

Jangan Terpengaruh Diskon

Selama bulan puasa dan menjelang Hari Raya Idulfitri, pastinya di seluruh pusat perbelanjaan akan menggelar pesta diskon besar-besaran. Bahkan nominal diskon yang bisa diberikan hingga 90 persen tentunya dengan syarat dan ketentuan yang berlaku. Jadi, jangan langsung membeli tanpa membaca syarat dan ketentuan. Jika Anda hanya tergoda dengan angka diskon yang besar tanpa melihat syarat, bisa saja Anda terkena jebakan yang akan merugikan bukan menguntungkan. 70 persen.

Bawa Uang Secukupnya

Jika Anda ingin menghidari belanja lebaran yang menguras kantong, sebaiknya bawa uang secukupnya saja. Usahakan untuk membawa uang tunai yang memang sudah ada limit nominalnya. Jangan pernah membawa kartu debit apalagi kartu kredit yang hanya bisa membuat Anda semakin menggila untuk berbelanja.

Baca juga: Situs Belanja Online Memudahkan Anda Berbelanja

Belanjakan 50 Persen dari Uang THR

Dapat THR (Tunjangan Hari Raya) bukan berarti dengan seenaknya Anda bisa menghabiskan semua uangnya untuk keperluan hari Raya. Gunakan saja sekiranya 50 persen dari uang THR yang Anda dapat dan 50 persen lainnya bisa digunakan untuk kebutuhan lainnya seperti tambahan DP rumah atau keperluan lain yang lebih bermanfaat.

Baca juga: Cara Mengatur THR Lebaran untuk Mudik

Bandingkan Harga di Online dan Pusat Perbelanjaan

Bukan hanya pusat perbelanjaan saja yang ramai diburu, tetapi situs-situs online menjadi alternatif yang banyak dipilih untuk mereka yang tidak sempat berbelanja. Nah, untuk Anda yang kiranya bisa berbelanja di mana saja, alangkah baiknya sebelum mulai berburu belanjaan, Anda bisa bandingkan terlebih dahulu barang yang dijual di situs online dengan pusat perbelanjaan. Untuk meminimalisirkan biaya, Anda bisa mencari yang termurah tetapi kualitas barangnya sama.

Batasi Pengeluaran untuk Makanan

Tak dipungkiri pengeluaran terbesar di saat menjelang lebaran terdapat juga pada makanan yang terkadang Anda membeli terlalu banyak. Alhasil banyak yang mubazir dan juga perkakas rumah tangga yang membelinya terlalu berlebihan padahal tidak dibutuhkan. Jadi, untuk menyambut lebaran, sebaiknya Anda membatasi makanan yang ingin dibeli, misalnya kue-kue kering dan beberapa makanan lainnya.

Tradisi Unik di Setiap Daerah

Kebudayaan Indonesia memang sangat beragam. Hal ini pun berpengaruh pada tradisi belanja lebaran. Setiap daerah memiliki tradisinya masing-masing yang berbeda-beda. Salah satu contoh unik tradisi berbelanja lebaran ada di kota Brebes, yaitu Prepegan. Ini merupakan tradisi yang biasanya digelar dua hari jelang Hari Raya Idulfitri. Selain memberikan kebutuhan Lebaran mulai dari ketupat, sembako hingga beragam bumbu, masyarakat turut membelanjakan dananya untuk peralatan ziarah sebut saja bunga dan daun pandan. Keduanya, akan digunakan untuk bertamu ke makam para leluhur tepat di hari pertama Lebaran.

Berbeda dengan kota Brebes, tradisi unik lainnya hadir di kota Probolinggo. Tepatnya tiga hari sebelum Lebaran tiba, ribuan warga Pulau Gili Ketapang berduyun-duyun meninggalkan tempat tinggal guna menuju pusat kota Probolinggo. Dengan menggunakan puluhan kapal motor nelayan, mereka rela melintas lautan sejauh 8-10 kilometer guna berbelanja kebutuhan buat Lebaran. Tradisi ini dinamakan Toron Petolekoran oleh warga setempat.

Comments are closed.