Cara Menyiasati Biaya Kuliah yang Mahal

All About Money

Biaya kuliah memang mahal, tetapi ada banyak cara untuk menyiasatinya. Apa saja caranya?

Semakin tingginya dunia pendidikan memang semakin besar juga biaya atau dana yang harus disiapkan. Perguruan tinggi merupakan tingkatan terakhir bagi orang yang ingin menuntut ilmu. Tidak dipungkiri memang untuk melanjutkan pendidikan di dunia perkulihan membutuhkan dana yang besar. Apalagi untuk beberapa jurusan tertentu, seperti kedokteran, arsitek, dan lain-lainnya.

Meskipun membutuhkan biaya yang besar, tetapi masih ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk menyiasati biaya kuliah yang mahal. Bagi Anda yang ingin tetap melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi tetapi terpatok biaya, berikut ini beberapa cara yang bisa dilakukan.

Cara Menyiasati Biaya Kuliah Mahal

Beasiswa

Beasiswa memang menjadi salah satu alternatif bagi mahasiswa untuk meringankan biaya kuliah. Namun, untuk mendapatkan beasiswa tidak mudah. Hanya orang-orang tertentu yang bisa mendapatkannya, seperti seseorang yang memiliki prestasi atau berasal dari keluarga tidak mampu. Biasanya program-program beasiswa akan mengincar orang-orang yang seperti itu.

Ada banyak program dan lembaga yang memberikan dana beasiswa, seperti, perguruan tinggi, lembaga pemerintah, lembaga swasta, yayasan pendidikan, dan beasiswa non-formal lainnya. Namun, untuk mendapatkan beasiswa ini Anda harus mengikuti serangkaian tes akademik sebagai salah satu cara untuk menyaring perserta yang laik mendapatkan beasiswa.

Baca juga: Rencana Kuliah Online? Pertimbangkan Ini!

Mengajukan Fasilitas Angsuran dari Pihak Kampus

Biasanya, di beberapa kampus ada fasilitas angsuran untuk meringankan beban dalam membayar biaya kuliah. Misalnya, program cicilan untuk biaya uang pangkal, gedung, dan juga sks per semester. Untuk fasilitas ini biasanya dilakukan di beberapa universitas swasta yang memang biaya kuliahnya juah lebih mahal dibandingkan di negeri.

Manfaatkan Diskon Khusus Karyawan

Di Indonesia ini, ada beberapa perusahaan besar, seperti perusahaan pemerintah yang sudah menjalin kerja sama dengan pihak kampus. Sehingga ada fasilitas berupa potongan diskon untuk uang pakal, jika orangtua anak yang akan mendaftar ke kampus rekanan, bekerja di salah satu perusahaan yang telah bekerja sama. Para orangtua bisa mencari tahu terlebih dulu mengenai program ini.

Kredit Tanpa Anggunan

Kredit tanpa agunan atau yang disingkat KTA adalah salah satu cara instan untuk memperoleh biaya pendidikan. Program ini bisa memberikan Anda pinjaman modal kerja, biaya rumah tangga, bahkan biaya pendidikan. Keuntungan dari KTA adalah pinjaman tanpa harus menjaminkan suatu aset yang Anda miliki. Namun, dikarenakan tidak adanya jaminan, bunga yang dipatok oleh bank pun cukup tinggi bisa sampai empat persen per bulan.

Apabila Anda berniat untuk memakai KTA, pastikan Anda berkomitmen untuk disiplin membayar setiap bulannya. Jangan sampai mengalami kredit macet atau malah lebih buruk, mendapat blacklist oleh Bank Indonesia. Jika sampai masuk daftar hitam, kemungkinan untuk memperoleh kredit di kemudian hari akan sangat sulit.

Baca juga: Kelebihan dan Kekurangan Kredit Tanpa Agunan

Asuransi Pendidikan

Sudah banyak sekali program asuransi pendidikan yang menjamin Anda bisa memperoleh ilmu hingga perguruan tinggi tanpa memikirkan biaya. Namun, sistem dari asuransi pendidikan ini sebenarnya tidak jauh berbeda dari tabungan yang mengharuskan Anda untuk menabung dalam jumlah tertentu. Bedanya, produk keuangan asuransi berupa unit link. Jadi, investasi ini tidak dijamin oleh LPS. Nilainya pun bisa turun dan naik tergantung nilai pasar saham. Sifat asuransi pendidikan adalah ‘high risk, high return’ karena risikonya tinggi tentu keuntungan yang didapat pun banyak. Uang akan cair dalam jangka waktu yang ditentukan dan nilainya bisa cukup besar.

Bekerja

Sudah rahasia umum jika banyak mahasiswa yang belajar sambil bekerja hanya untuk menutupi biaya kuliah yang mahal. Kuliah sambil bekerja ini memang menjadi cara yang jitu untuk dapat menghasilkan uang yang besar dengan minimnya risiko.

Namun, yang menjadi catatan adalah karena senangnya bekerja sehingga lupa untuk belajar sehingga kuliah yang seharusnya menjadi prioritas utama menjadi terbengkalai. Jadi, jika Anda memutuskan untuk belajar sambil bekerja, usahakan untuk tetap fokus dan mampu membagi waktu untuk kedua hal tersebut.

Baca juga: Langkah-Langkah Merencanakan Biaya Kuliah Kelas Karyawan

Cara Mengatur Keuangan Bagi Pekerja yang Sambil Kuliah

Merencanakan Anggaran

Selain biaya utama untuk kebutuhan sehari-hari, transportasi untuk kerja, dan uang makan, Anda juga harus merencanakan anggaran untuk biaya kuliah dan transportasi untuk kuliah. Tentunya anggaran Anda pasti akan lebih besar ketika memutuskan untuk bekerja sambil kuliah. Namun, cara terbaik supaya Anda tidak pusing nantinya, setiap bulan, Anda harus membuat daftar biaya apa saja yang selalu dikeluarkan selama satu bulan. Saat ini, sudah ada banyak universitas terbaik yang memberikan keringan biaya kuliah dengan diangsur per-bulannya. Sehingga Anda juga jangan lupa untuk mencatat angsuran biaya kuliah di dalam daftar rencana anggaran tersebut.

Lebih Hemat

Dikarenakan mulai saat ini pengeluaran Anda bertambah, tentunya Anda harus mulai berlajar hemat dan tidak mudah tergoda atau lapar mata dengan hal-hal yang tidak perlu. Misalnya dulu Anda selalu menuruti semua yang diinginkan, tetapi hal itu harus sudah diatur supaya tidak ada pengeluaran yang berlebih. Ini salah satu cara yang paling disarankan untuk Anda yang bekerja sambil kuliah. Ingat ya, prioritaskan dulu biaya kuliah yang memang wajib untuk dibayarkan. Jangan sampai Anda gali lobang untuk membayar uang kuliah yang semestinya tidak perlu terjadi.

Usahakan Kuliah Selesai Tepat Waktu

Selain waktu yang sudah terkuras, tentunya biaya juga banyak sekali dikorbankan. Oleh karena itu, jangan pernah menyepelekan kuliah dan tugas-tugas yang diberikan oleh dosen. Hal ini supaya tidak ada mata kuliah yang mengulang sehingga Anda bisa selesai kuliah tepat waktu. Jika kuliah sudah selesaia, tentunya dana tersebut bisa dialokasikan ke hal-hal lain yang tidak kalah penting. Misalnya Anda mulai berniat kredit rumah atau mobil.

Comments are closed.