Apa BPJS Kesehatan Tanggung Semua Biaya Rumah Sakit?

All About Money

Apakah dengan adanya BPJS Kesehatan, semua biaya rumah sakit bisa sepenuhnya ditanggung? Rupanya tidak. Ada 5 hal yang membuat BPJS Kesehatan Anda tidak akan diproses. Apa saja?

Kehadiran BPJS Kesehatan memang memberikan angin segar bagi masyarakat Indonesia dalam proses pengobatan. Baik itu di klinik (fasilitas kesehatan utama) hingga di rumah sakit sekali pun. Tidak dipungkiri memang banyak masyarakat Indonesia yang sering menggunakan BPJS Kesehatan. Asuransi kesehatan sosial yang dibentuk pemerintah sejak 2014 ini membuat masyarakat bisa lebih mudah mendapat perawatan di rumah sakit, termasuk untuk perawatan penyakit kritis seperti jantung, lever, atau bahkan kanker.

Namun, di luar itu masih banyak orang yang kecewa karena pelayanannya yang kurang maksimal. Salah satunya, biaya rumah sakit yang tidak ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Hal seperti itu terjadi umumnya akibat ketidaktahuan orang tentang syarat dan ketentuan yang berlaku.

Lalu, apa saja hal umum yang membuat orang sering tidak ditanggung BPJS Kesehatan? Berikut lima hal yang sering kali kurang diperhatikan orang saat menggunakan BPJS Kesehatan.

Baca juga: Tangani Penyakit Serius dengan Pengobatan Rawat Jalan

Penyebab Biaya Rumah Sakit Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan

Langsung Datang ke Rumah Sakit Tanpa Ada Surat Rujukan

Sistem BPJS Kesehatan mensyaratkan adanya surat rujukan dari fasilitas kesehatan utama. Artinya, agar bisa dirawat di rumah sakit, pasien seharusnya memeriksakan dirinya dulu ke fasilitas kesehatan tingkat pertama seperti Puskesmas atau klinik yang direkomendasikan BPJS. Jika memang dirasa perlu dirawat di rumah sakit, barulah ada surat rujukan yang bisa digunakan untuk proses lebih lanjut di rumah sakit.

Merasa Semua Bisa Ditangani di Rumah Sakit

Memang ada aturan pengecualian bahwa saat kondisi darurat, pengguna BPJS bisa langsung dirawat di rumah sakit. Tapi, batasan yang disebut darurat ini harus benar-benar darurat. Misalnya Anda kecelakaan berat dan langsung dilarikan ke Unit Gawat Darurat (UGD).

Semua Penyakit Ditanggung BPJS

Ada berbagai penyakit dan risiko yang dikecualikan. Beberapa di antaranya adalah penyakit akibat ketergantungan obat, konsumsi alkohol yang berlebihan, sengaja menyakiti diri sendiri (misalnya percobaan bunuh diri), hingga kecelakaan akibat menekuni hobi yang berbahaya (seperti naik gunung atau panjat tebing).

Keluarga yang Punya Empat Anak atau Lebih

Keluarga yang ditanggung BPJS maksimal hanya sampai anak ketiga. Jadi selain suami, yang ditanggung adalah istri dan tiga anak sah secara hukum. Yang dimaksud sah ini termasuk anak kandung, tiri, dan/atau anak angkat.

Salah Pilih Rumah Sakit

Saat ini, belum semua rumah sakit menjadi rekanan BPJS Kesehatan. Untuk itu, Anda perlu bertanya apakah rumah sakit yang Anda tuju menerima pasien BPJS. Meski begitu, saat ini pemerintah sedang mengusahakan agar semua rumah sakit bisa menerima pasien BPJS Kesehatan.

Dengan mengetahui kelima hal di atas, Anda bisa memahami aturan umum penggunaan BPJS. Sehingga, saat membutuhkan perawatan kesehatan Anda bisa tetap mendapat jaminan dari BPJS.

Baca juga: Apakah Kartu Indonesia Sehat Sama Seperti BPJS Kesehatan?

Menyiasati Biaya Rumah Sakit yang Mahal

Biaya berobat rumah sakit yang tinggi sering jadi masalah besar yang harus dihadapi. Untuk itu, miliki tiga hal ini agar biaya rumah sakit yang tinggi bisa diatasi saat Anda membutuhkan perawatan kesehatan.

Miliki Simpanan Dana Darurat

Ini adalah dana cadangan yang ditabung untuk kebutuhan mendesak, misalnya saat sakit dan harus dirawat. Untuk kebutuhan berobat di rumah sakit, Anda bisa memperkirakan berapa dana yang dibutuhkan dari riwayat kesehatan Anda atau keluarga selama ini. Misalnya dalam setahun terakhir, ada keluarga yang pernah sakit dengan biaya perawatan Rp10 juta. Dengan nilai perkiraan inflasi 10 persen per tahun, maka ada baiknya untuk cadangan setahun ke depan minimal Anda siapkan dana Rp11 juta.

Baca juga: Pengobatan Alternatif yang Paling Banyak Diminati di Dunia

Antisipasi dengan Punya Asuransi Kesehatan

Jika dibandingkan antara premi yang dibayar dengan klaim yang ditanggung saat dirawat di rumah sakit, nilainya sangat memadai. Ini tiga keuntungan yang bisa didapat jika punya asuransi kesehatan menurut Randall R. Bovbejerg dan Jack Hadley dalam jurnal berjudul Why Health Insurance is Important:

  1. Akan mendapat perawatan yang lebih intensif dan efisien dari rumah sakit.
  2. Mendapat keringanan beban keuangan bagi diri dan keluarganya.
  3. Mendapatkan akses perawatan yang lebih baik.

Selain itu, Anda juga bisa memilih kelas perawatan dan jaringan rumah sakit yang menjadi rekanan sesuai dengan nilai premi yang Anda bayarkan. Tentu, Anda tetap harus menyesuaikan dengan kemampuan bayar preminya.

Minta Berbagai Keringanan dari Rumah Sakit

Sebenarnya ada beberapa biaya yang bisa ditekan dari rumah sakit, di antaranya:

  1. Mintalah obat jenis generik, karena harganya lebih terjangkau.
  2. Anda bisa meminta pindah ke ruangan perawatan yang lebih terjangkau (turun kelas).
  3. Ajukan keringanan biaya dengan menyertakan surat keterangan tidak mampu dari daerah Anda tinggal.

Itulah beberapa penyebab dari biaya rumah sakit yang tidak ditanggung oleh BPJS Kesehatan dan beberapa solusi jika biaya rumah sakit terlalu mahal. Semoga informasinya bermanfaat ya.

Bagaimanapun, kondisi kesehatan Anda adalah salah satu hal terpenting yang harus terus diperhatikan. Lebih baik mencegah daripada mengobati, bukan? Jadi, selalu jaga asupan makanan harian Anda dan lakukan aktivitas fisik secara rutin. Semua hal tersebut dapat membantu Anda menjaga kondisi tubuh agar selalu prima dan terhindar dari berbagai gangguan penyakit yang mengincar.

Ajak semua anggota keluarga untuk menjaga pola hidup yang sehat agar kondisi mereka pun sehat selalu. Saling mengingatkan juga menjadi salah satu bentuk perhatian Anda kepada keluarga, lho!

Comments are closed.