Bingung Cara Bayar Pajak Bumi dan Bangunan? Ini Caranya!

All About Money

Pajak Bumi dan Bagunan termasuk salah satu pajak negara yang wajib dibayarkan. Namun, pajak ini tidak ditanggung oleh seluruh rakyat Indonesia, bagaimana cara bayar Pajak Bumi dan Bangunan yang menjadi tanggung jawab Anda?

Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) adalah pajak dari negara yang dikenakan terhadap bumi dan atau bangunan berdasarkan dengan Undang Undang nomor 12 Tahun 1994. Pajak Bumi dan Bangunan ini bersifat kebendaan yang artinya besar pajak terutang ditentukan oleh keadaan objek yaitu bumi/tanah dan atau bangunan. Keadaan subjek (siapa yang membayar) tidak ikut menentukan besarnya pajak. Pajak Bumi dan Bangunan dibayarkan setiap tahunnya setiap bulan Agustus. Ketentuan ini sudah diatur oleh undang-undang dan pemerintah berhak memberikan sanksi berupa denda sebesar dua persen dari nilai pajak jika ada pengusaha yang tidak membayarkan pajak tersebut. Bukan hanya itu, jika dalam waktu 24 bulan belum juga terbayarkan, maka petugas berhak untuk menindaklanjuti dengan mendatangi tempat usaha Anda dan menagih paksa pajak tersebut. Oleh karena itu, Pajak Bumi dan Bangunan ini tidak boleh disepelekan. Jika Anda termasuk orang yang memanfaatkan tanah atau bangunan untuk menghasilkan keuntungan atau kedudukan sosial ekonomi yang lebih baik, berarti wajib membayar Pajak Bumi dan Bangunan setiap tahunnya. Pembayaran dilakukan maksimal enam bulan setelah diterimanya Surat Pemberitahuan Pajak Tertuang (SPPT). Nah, untuk Anda yang masih belum mengetahui bagaimana cara membayar Pajak Bumi dan Bagunan, berikut ini ulasannya. (Baca juga: Kepoin Yuk Ini Penjelasan Mengenai Pajak Progresif)

Cara Bayar Pajak Bumi dan Bangunan

Proses pembayaran PBB terbagi menjadi dua, yaitu online dan juga offline. Kedua cara ini memiliki kemudahannya masing-masing. Untuk lebih jelasnya, berikut ini penjelasannya untuk Anda:

Cara Bayar Pajak Bumi dan Bangunan Secara Online

Penggunaan internet yang kian masif juga turut memudahkan Anda dalam membayar Pajak Bumi dan Bangunan secara online. Jadi, sudah tak ada alasan lagi malas bayar pajak ya, karena semua transaksi bisa dilakukan melalui smartphone atau laptop yang terkoneksi internet. Hingga saat ini sudah banyak bank di Inodnesia yang bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Pajak, khusus untuk membayarkan pajak Anda. Untuk Anda yang berdomisili di Jakarta, sejauh ini ada tujuh bank yang melayani pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan, yaitu BRI, Bank DKI, BCA, Maybank, Mandiri Syariah, Mandiri, dan BNI 46. (Baca juga: Mudahnya Membuat E-Billing Melalui DJP Online)

Cara Bayar Pajak Bumi dan Bangunan Melalui ATM atau Internet Banking

  1. Masukkan kartu ATM, ketik PIN, dan pilih “Menu Lain” atau masuk ke internet banking Anda.
  2. Pilih Menu “Pembayaran”.
  3. Pilih “Pajak/Penerimaan Negara”
  4. Pilih PBB.
  5. Masukkan Nomor Objek Pajak kemudian pilih “Tekan” jika benar.
  6. Masukkan Tahun Pajak SPPT kemudian pilih “Tekan” jika benar.
  7. Informasi tagihan PBB akan muncul di layar.
  8. Konfirmasi “Ya” jika benar.
  9. Bila membayar melalui ATM, tunggu hingga setruk keluar yang Anda bisa simpan sebagai bukti pembayaran.

Cara Bayar Pajak Bumi dan Bangunan Secara Offline

Membayar PBB offline itu bukan berarti Anda harus datang ke kantor pajak. Anda juga bisa melakukan pembayaran offline di tempat-tempat yang sudah ditunjuk, seperti Kantor Pos dan Bank seperti yang tertulis di SPPT PBB. Meskipun offiline, pembayaran PBB ini sangat mudah. Anda cukup membawa SPPT PBB yang dikirim ke alamat Anda dan jangan lupa bawa uang sesuai jumlah yang tertera di SPPT PBB tersebut. Setelah melakukan setoran pajak, Anda akan menerima Surat Tanda Terima Setoran (STTS) dengan stempel sebagai bukit bahwa Anda sudah melunasi pajak bumi dan bangunan.

Comments are closed.