Memahami Bunga Anuitas Secara Lebih Mendalam

All About Money

Mungkin banyak orang yang belum mengetahui seputar bunga anuitas. Padahal, mengetahuinya secara mendalam tentu akan bermanfaat untuk para nasabah.

Saat bicara soal kredit dan bank, yang terlintas pertama di kepala tak lain adalah bunga. Bunga merupakan sejumlah imbalan yang diberikan oleh bank kepada nasabah atas dana yang disimpan di bank yang dihitung sebesar persentase tertentu dari pokok simpanan dan jangka waktu simpanan ataupun tingkat bunga yang dikenakan terhadap pinjaman yang diberikan bank kepada debiturnya.

Sejatinya, jenis bunga bank ada tiga, yaitu bunga flat rate, efektif, dan anuitas. Tentu yang banyak diketahui khalayak adalah flat rate dan efektif. Padahal, bunga anuitas juga memiliki perhitungan yang baik bagi orang yang ingin kredit sesuatu.

Mungkin Anda salah satu orang yang belum tahu seputar bunga anuitas? Mari kita simak secara rinci seputar bunga tersebut di bawah ini!

Definisi Bunga Anuitas

Bunga anuitas merupakan suatu rangkaian pembayaran atau penerimaan yang jumlahnya tetap, dan harus dibayarkan atau harus diterima pada tiap akhir periode dengan jangka waktu yang sama untuk sejumlah tahun tertentu, dan di dalamnya sudah terhitung pelunasan pinjaman dan uangnya.

Serba Serbi Anuitas

Setelah mengenal definisinya, mari memasuki serba serbinya. Pada dasarnya, terdapat dua jenis anuitas dalam teori perekonomian, yakni sebagai berikut:

  1. Anuitas biasa (ordinary) adalah anuitas yang pembayaran atau penerimaannya terjadi pada akhir periode, serta
  2. Anuitas jatuh tempo (due) adalah anuitas yang pembayaran atau penerimaannya dilakukan di awal periode.

Perhitungan anuitas sendiri umumnya dimanfaatkan dalam:

  1. Perhitungan bunga atas suatu pinjaman: Mengetahui berapa besarnya uang yang harus dibayarkan untuk membayar bunga serta pokok pinjaman selama jangka waktu pinjaman.
  2. Perhitungan bunga atas suatu deposito atau investasi jangka panjang: Mengetahui berapa besarnya uang yang akan diterima jika kita menyimpan uang dalam bentuk deposito atau investasi jangka panjang yang memberikan imbalan bunga selama jangka waktu deposito atau investasi jangka panjang tersebut.

Setiap suku bunga, misalnya suku bunga tetap atau efektif pun memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Tak terkecuali suku bunga anuitas dengan kelebihan dan kekurangannya berikut ini:

Kelebihan Bunga Anuitas:

  1. Angsuran bulanan tetap.
  2. Perhitungan bunga secara fair, bunga dihitung dari sisa pokok yang belum dibayar.

Kekurangan Bunga Anuitas:

– Perhitungannya rumit, harus menggunakan software untuk mengetahuinya

Rumus perhitungan yang digunakan pada suku bunga anuitas sesungguhnya sama dengan rumus perhitungan suku bunga efektif, yakni sebagai berikut:

Bunga = SP x i x (30/360)

Keterangan:

SP: saldo pokok pinjaman bulan sebelumnya

i: suku bunga per tahun

30: jumlah hari dalam sebulan

360: jumlah hari dalam setahun

Risiko perhitungan bunga anuitas untuk kredit rumah adalah apabila nasabah berhenti (mendapat tawaran bunga lebih rendah dari bank lain atau alasan lainnya) pada bulan 3, maka pokok utang masih cukup besar.

Jadi, yang perlu difokuskan dalam perhitungan angsuran menggunakan bunga anuitas adalah pokok pinjaman yang terpakai pada bulan ini untuk menyisakan sisa pokok tabungan guna menghitung bunga di bulan berikutnya.

Melalui perhitungan dapat dilihat bahwa meskipun suku bunganya sama dengan bunga efektif, dengan cara perhitungan bunga anuitas yang berbeda, hasilnya pun akan berbeda.

Prinsip Perhitungan Bunga Anuitas

Dalam menghitung bunga bank, anuitas dipahami sebagai pembayaran sejumlah uang yang sama pada waktu yang telah ditetapkan selama periode tertentu. Sedangkan prinsip perhitungan bunganya adalah bunga dihitung dari sisa pinjaman yang belum dibayar.

Hal ini mirip dengan prinsip bunga efektif. Namun, terdapat perbedaan cukup mencolok pada angsuran tiap bulannya. Jika pada perhitungan bunga afektif nilai angsuran semakin kecil seiring berkurangnya pokok pinjaman, pada perhitungan anuitas, jumlah cicilan tetap.

Perbedaan Bunga Anuitas, Flat Rate, dan Efektif

Agar saat mengajukan pinjaman bank kita tidak menyesal di kemudian hari, lantaran anggapan kita dan perhitungan bank mengenai perhitungan bunga dan cicilan berbeda, tiga model perhitungan bunga berikut yakni anuitas, efektif dan flat rate harus dipahami.

Pertama, perhitungan flate rate. Ini adalah perhitungan bunga yang bergantung pada plafon kredit dan beban bunga yang dialokasikan secara proporsional sesuai dengan tenor atau jangka waktu pinjaman. Konsekuensi dari penggunaan model perhitungan ini adalah pokok utang dan bunga kredit sama besarnya dalam cicilan tiap bulan.

Sementara, pada perhitungan efektif, bunga dihitung setiap akhir periode angsuran. Alhasil, bunga kredit baru dihitung berdasarkan saldo akhir tiap bulan sehingga tiap bulan bunga yang dibayar pun semakin mengecil. Sehingga, nilai angsuran yang dibayar pada bank tiap bulan ikut menciut.

Jika bank menggunakan perhitungan anuitas, debitur tidak mengalami perubahan jumlah cicilan yang dibayar setiap bulannya. Meski demikian, terdapat perubahan komposisi utang di mana angsuran pokok akan semakin membesar namun angsuran bunga justru semakin mengecil.

Perhitungan Bunga Anuitas, Flat Rate, dan Efektif

Bunga Anuitas

Rumus: Angsuran Bulanan = P x I/12 x 1/(1-(1+i/12)m)

P: Pokok Kredit

I: Suku bunga per tahun

m: Jumlah periode pembayaran (bulan)

Perhitungan:

Angsuran bulanan = Rp 12.000.000×12%/12×1/1-(1/(1+12%/12)12 ) = Rp 1.066.183,519

Bulan   Saldo Angsuran     Pokok Angsuran     Bunga         Jumlah Angsuran

  1          12.000.000                  954.995           111.189           1.066.184

  2          11.045.000                  962.937           103.247           1.066.184

  3          10.082.000                  970.880             95.304           1.066.184

  4          9.111.188                    978.822             87.362           1.066.184

  5          8.132.366                    986.763             79.421           1.066.184

  6          7.145.603                    994.705             71.479           1.066.184

  7          6.150.898                 1.002.647            63.537            1.066.184

  8          5.148.251                 1.010.589            55.595            1.066.184

  9          4.137.662                 1.018.532            47.652            1.066.184

  10       3.119.130                 1.034.416            31.768             1.066.184

  11       2.092.271                 1.042.348            23.836             1.066.184

  12        1.050.523                 1.050.298            15.886            1.066.184

Jumlah                                   12.000.000         794.208         12.794.208

Bunga Efektif

Rumus: Bunga per Bulan = SA x I/12

SA: Saldo Akhir Periode

I: Suku bunga per tahun

Perhitungan:

Bunga bulan pertama = Rp 12.000.000×12%/12 = Rp 120.000

Angsuran pokok tiap bulan = Rp 12.000.000/12 = Rp 1.000.000

Bulan   Saldo Angsuran     Pokok Angsuran     Bunga         Jumlah Angsuran

    1          12.000.000              1.000.000          120.000              1.120.000

    2          11.000.000              1.000.000          110.000              1.110.000

    3          10.000.000              1.000.000          100.000               1.100.000

    4            9.000.000              1.000.000           90.000              1.090.000

    5            8.000.000              1.000.000           80.000              1.080.000

    6            7.000.000              1.000.000           70.000              1.070.000

    7            6.000.000              1.000.000           60.000              1.060.000

    8            5.000.000              1.000.000           50.000              1.050.000

    9            4.000.000              1.000.000           40.000              1.040.000

  10            3.000.000              1.000.000           30.000              1.030.000

  11            2.000.000               1.000.000          20.000             1.020.000

  12            1.000.000               1.000.000          10.000             1.010.000

Jumlah                                     12.000.000        780.000            12.780.000

Temukan Asuransi Mobil Terbaik Anda

Rp

Bunga Flat

Rumus:

total Bunga = P x I x N

bunga perbulan = total bunga / B

besar angsuran = (P + total bunga) / B

P: Pokok kredit

I: Suku bunga per tahun

N: Jangka waktu kredit dalam satuan tahun

B: Jangka waktu kredit dalam satuan bulan

Perhitungan:

Total Bunga = Rp12.000.000×0,06×1 = Rp720.000

Bunga per Bulan = Rp720.000 : 12 = Rp60.000

Besar Angsuran = (Rp12.000.000 + Rp720.000 ) / 12 = Rp1.060.000

Bulan   Saldo Angsuran     Pokok Angsuran     Bunga         Jumlah Angsuran

    1          12.000.000             1.000.000         60.000             1.060.000

    2          11.000.000             1.000.000         60.000             1.060.000

    3          10.000.000             1.000.000         60.000             1.060.000

    4            9.000.000             1.000.000         60.000             1.060.000

    5            8.000.000             1.000.000         60.000             1.060.000

    6            7.000.000             1.000.000         60.000             1.060.000

    7            6.000.000             1.000.000         60.000             1.060.000

    8            5.000.000             1.000.000         60.000             1.060.000

    9            4.000.000             1.000.000         60.000             1.060.000

   10           3.000.000             1.000.000         60.000             1.060.000

   11           2.000.000             1.000.000         60.000             1.060.000

   12           1.000.000             1.000.000         60.000             1.060.000

Jumlah                                    12.000.000      720.000          12.720.000

Mungkin bunga anuitas terlihat lebih kompleks jika dibandingkan dua jenis bunga lainnya. Tapi, alangkah baiknya jika kita memahaminya secara mendalam agar lebih paham ketika ingin melakukan kredit ke bank, bukan?

Comments are closed.