Cara Lapor Pajak Online SPT dengan E-Filling

All About Money

Tidak hanya perusahaan. Pemerintah pun sudah mulai memberikan layanan berbasis online. Contohnya saja perpajakan. Sekarang, sudah ada sistem lapor pajak online.

Dengan kehadiran layanan berbasis online ini, artinya, setiap wajib pajak bisa melaporkan pajak mereka tanpa harus mengantre panjang di kantor pajak. Cukup gunakan laptop atau komputer saja. Bahkan, bisa juga kok melakukan pelaporan pajak secara online dengan menggunakan smartphone. Sayangnya, masih banyak orang yang tidak tahu bagaimana cara melakukan pelaporan pajak tahunan secara online. Umumnya, mereka tidak mau mencari tahu. Atau ada juga yang tidak tahu dan merasa ribet. Padahal, jika dibandingkan dengan pelaporan secara manual di kantor pajak, pada intinya sama. Apa pun alasan tersebut, layanan lapor pajak online ini dijadikan sebagai cara agar pendapatan negara meningkat. Pasalnya, dengan mempermudah proses pelaporan pajak, diharapkan kesadaran membayar pajak di masyarakat semakin tinggi. Setidaknya, masyarakat tertib dalam melakukan pelaporan pajak setiap tahunnya.

Kapan Harus Melakukan Lapor Pajak?

Sebelum membahas lebih jauh lagi bagaimana cara lapor pajak secara online, ada satu pertanyaan yang harus Anda jawab: Apakah Anda tahu kapan waktu melaporkan pajak?

Hingga saat ini, ternyata masih banyak orang yang tidak tahu kapan waktunya para wajib pajak melaporkan pajaknya. Dirjen pajak memberikan waktu dimulai dari Januari hingga Maret bagi masyarakat untuk melaporkan pajak. Istilahnya adalah mengisi SPT tahunan. SPT ini singkatan dari Surat Pemberitahuan Tahunan pajak penghasilan. Ada beberapa orang yang salah sangka mengenai SPT ini. Mereka menganggap setiap kali mengisi SPT, maka mereka harus membayar pajak. Padahal belum tentu. Bagi siapa saja yang mendapatkan penghasilan Rp4,5 juta per tahun, mereka tidak akan dibebani dengan pajak. Mereka hanya perlu wajib melakukan pelaporan saja. Sementara itu, bagi yang gajinya di atas Rp4,5 juta, ada pajak yang harus dibayarkan. Itu pun tidak banyak. Besarnya pajak yang harus dibayarkan tergantung pada aklumulasi gaji yang Anda dapatkan yang selama satu tahun.

Satu hal yang pasti, pajak itu tidaklah memberatkan asal Anda tidak melakukan manipulasi. Justru ketika Anda melakukan manipulasi data, pihak pajak akan menaruh curiga dan akan melakukan investigasi. Jika terbukti salah, justru Anda akan mendapatkan denda karena dianggap tidak taat pajak.

Baca juga: Mudahnya Membuat E-Billing Melalui DJP Online

Syarat Agar Bisa Lapor Pajak Online

Sekarang masuk ke pokok persoalan. Bagaimana cara lapor pajak online. Sebelum masuk ke bagian bagaimana cara melaporkan pajak secara online, terlebih dahulu Anda harus memenuhi satu syarat utama, yaitu Anda harus memiliki EFIN. Apa itu EFIN? EFIN singkatan dari Electronic Filing Identification. Ini syarat yang harus Anda penuhi sehingga Anda bisa lapor pajak secara online.

Cara membuat EFIN tidaklah sulit. Berikut ini langkah-langkah yang harus Anda lakukan:

  1. Pergi ke Kantor Pajak. Anda perlu mengunjungi kantor pajak. Katakan pada petugas bahwa Anda ingin membuat EFIN. Anda akan dimintai data diri, seperti nomor NPWP, alamat e-mail, no telepon, dan lain sebagainya. Ada dokumen yang harus Anda isi saat mengajukan EFIN.
  2. Dapatkan EFIN. Setelah menyerahkan dokumen permintaan EFIN, Anda akan langsung mendapatkan kode EFIN. Ada kertas yang diserahkan kepada Anda. Di dalam kertas tersebutlah terdapat kode aktivasi yang membuat Anda bisa lapor pajak online.
  3. Aktivasi Akun e-Filing. e-Filing merupakan cara melakukan pelaporan pajak secara online. Namun, sebelumnya, Anda harus mengaktivasi e-Filing dengan kode EFIN yang sudah Anda dapatkan dari kantor pajak.
  4. Kunjungi situs dirjen pajak di djponline.pajak.go.id. Lalu, pilih layanan aktivias EFIN. Setelah disetujui, Anda bisa langsung melakukan pengisian pajak dengan metode e-Filing.

Baca juga: NPWP Online: Pengertian, Fungsi, dan Cara Membuatnya!

Cara Mengisi Pajak Online Menggunakan e-Filling

Sebelum masuk ke bagian cara lapor SPT tahunan online, Anda harus tentukan dulu formulir apa yang harus Anda isi. Dalam hal ini, ada beberapa jenis formulir yang disiapkan oleh pihak perpajakan.

  1. Formulir 1770 SS Ini merupakan formulir yang ditujukan kepada wajib pajak pribadi yang pendapatan tahunnya kurang dari Rp60 juta.
  2. Formulir 1770 S Ini merupakan formulir yang ditujukan kepada wajib pajak pribadi yang pendapatan tahunannya lebih dari Rp60 juta.
  3. Formulir 1770 Ini merupakan formulir yang ditujukan kepada wajib pajak pribadi yang memiliki bisnis atau usaha sendiri.

Baca juga: Kenali SSE Pajak Agar Bayar Lebih Praktis

Nah, kira-kira formulir apa yang Anda perlukan? Setelah menentukan formulir apa yang harus Anda isi, Anda bisa mulai lapor pajak online.

login online pajak

Sumber: online-pajak.com

 

 

  1. Buka website Pajak atau gunakan aplikasi e-Filing Anda bisa memilih menggunakan fasilitas berupa website atau aplikasi e-Filing. Jika ingin menggunakan website, Anda bisa kunjungi https://www.online-pajak.com. Namun, jika Anda lebih nyaman menggunakan aplikasi, unduh aplikasi e-Filing di smartphone Anda. Anda akan diminta untuk login dengan menggunakan alamat e-mail dan password.
  2. Klik e-Filing SPT Pribadi Selanjutnya, cari e-filing SPT pribadi
  3. Lakukan pelaporan di langkah ini, Anda harus melakukan pelaporan jumlah penghasilan selama satu tahun. Ini akan menentukan formulir apa yang harus Anda isi.
  4. Mengisi kelengkapan data pribadi. Selanjutnya, Anda akan diminta untuk mengis data pribadi
  5. Isi pajak secara detail. Bagian ini yang biasanya membingungkan ketika orang pertama kali lapor pajak online. Ada tambahan formulir 1721 A1 atau A2 untuk mengisi pajak penghasilan Anda. Anda akan diminta untuk mengisikan penghasilan bruto, pengurangan penghasilan, serta bukti potong pajak dari pihak lain jika ada.
  6. Informasi tambahan. Tidak jarang wajib pajak atau WP mempunyai tambahan penghasilan di luar pekerjaan utama. Untuk itu, ada formulir yang bisa diisi.
  7. Setelah semua sudah Anda isi, Anda bisa simpan dan klik tombol lapor.
lapor pajak online

Sumber: Online-pajak.com

Setelah klik tombol lapor dan muncul tanda “Kurang Bayar”, itu artinya ada pajak yang harus Anda bayarkan. Klik “Dapatkan ID Billing Anda” agar Anda tahu berapa yang harus Anda bayarkan. Setelah itu, Anda bisa bayar pajak melalui ATM. Setelah melakukan pembayaran, Anda akan mendapatkan NTPN atau Nomor Transaksi Penerimaan Negara. Nah, Anda bisa masukkan nomor NTPN pada kolom NTPN. Untuk awal, memang kelihatan sulit melakukan lapor pajak online. Namun, jika Anda sudah berhasil sekali, Anda tidak akan menemukan kesulitan di kemudian hari.

Comments are closed.