Pelajari Cara Menghitung Penyusutan Aset Agar Bisnis Lancar

All About Money

Agar bisnis berjalan dengan lancar, pastikan Anda sudah menguasai cara menghitung penyusutan aset yang benar dan tepat.

Ketika membangun sebuah bisnis tentunya kita harus memiliki asset terutama insfrastuktur yang dapat menunjang proses produksi seperti kendaraan dan peralatan kantor. Namun seiring waktu berjalan berbagai barang itu fungsi nilainya terus berkurang dengan biaya pemeliharaan yang terus bertambah.

Jika tidak menghitung pengeluaran ini dengan tepat, perusahaan bisa kebobolan lantaran membeli asset yang merugikan. Disinilah pentingnya bagi perusahaan mengetahui cara menghitung penyusutan. Selain demi kepentingan perusahaan, nilai penyusutan asset ini juga dibutuhkan untuk keperluan pajak.

Baca juga: Manfaat Harga Pokok Penjualan Bagi Bisnis

Berbagai cost bisa Anda maksimal ketika dapat mengetahui cara menghitung penyusutan, salah satunya, yaitu melindungi diri dan keluarga dengan produk asuransi jiwa yang dapat menjamin resiko kerugian ketika Anda mengalami kecelakaan yang mengakibatkan cacat permanen atau kehilangan nyawa.

Definisi Penyusutan Aset

Dalam istilah akuntansi, penyusutan didefinisikan sebagai pengurangan biaya tercatat dari aset tetap secara sistematis sampai nilai aset menjadi nol atau dapat diabaikan.Contoh dari aset tetap adalah bangunan, perabot, peralatan kantor, mesin dll. Tanah adalah satu-satunya pengecualian yang tidak dapat disusutkan karena nilai tanah meningkat seiring waktu.

Depresiasi atau penyusutan memungkinkan sebagian dari biaya aset tetap ke pendapatan yang dihasilkan oleh aset tetap. Ini wajib di bawah prinsip pencocokan karena pendapatan dicatat dengan pengeluaran terkait pada periode akuntansi ketika aset digunakan. Ini membantu dalam mendapatkan gambaran lengkap tentang transaksi yang menghasilkan pendapatan.

Tujuan cara menghitung penyusutan adalah untuk mencocokkan biaya aset tetap selama masa produktifnya dengan pendapatan yang dihasilkan oleh bisnis dari aset tersebut. Sangat sulit untuk secara langsung menghubungkan biaya aset dengan pendapatan, oleh karena itu, biaya biasanya ditetapkan berdasarkan jumlah tahun aset tersebut produktif. Sehingga perusahaan bisa menentukan apakah selama setahun terakhir mendapatkan laba atau malah merugi.

Faktor-Faktor Penghitungan Penyusutan

Faktor-Faktor Penghitungan Penyusutan

Cara menghitung penyusutan bisa dilakukan dengan kurangi nilai sisa aset dari biayanya untuk menentukan jumlah yang dapat didepresiasi. Bagilah jumlah ini dengan jumlah tahun dalam umur berguna aset. Bagilah dengan 12 untuk melihat hasil penyusutan bulanan untuk aset tersebut. Sementara untuk aset yang dibeli pada pertengahan tahun, biaya penyusutan tahunan dibagi dengan jumlah bulan pada tahun tersebut sejak pembelian.

Cara menghitung penyusutan dengan memenuhi beberapa faktor, yaitu sebagai berikut.

  • Masa manfaat aset: Informasi ini tersedia dalam tabel, berdasarkan jenis aset. Anda mungkin perlu seorang akuntan untuk memberi tahu Anda masa manfaat aset tertentu.
  • Minus nilai sisa: dari aset pada akhir masa manfaatnya. Seperti masa manfaatnya, nilai sisa ditentukan oleh tabel.
  • Biaya aset: ini termasuk semua biaya untuk memperoleh aset, seperti transportasi, pengaturan, dan pelatihan.

Cara Menghitung Penyusutan Aset

Cara menghitung penyusutan aset idealnya dilakukan oleh seorang akuntan. Namun sebagai pemilik bisnis Anda juga wajib mengetahui teknik dasar penghitungan penyusutan aset. Setidakny ada 4 metode yang biasa digunakan berikut penjelasannya:

Metode Garis Lurus (Straight-Line Method)

Cara menghitung penyusutan asset menggunakan Metode Garis Lurus ini paling sering digunakan oleh para akuntan untuk menjaga beban penyusutan tetap konstan dan simpel sepanjang usia ekonomis aset. Ada dua rumus yang biasa digunakan metode ini, yakni perhitungan dengan nilai residu dan perhitungan tanpa nilai residu.

Baca juga: Calon Pengusaha Harus Tahu, Ini Fungsi Kurs Pajak untuk Bisnis Mereka

Cara menghitung penyusutan menggunakan nilai residu

(Harga Perolehan ― Nilai Residu) ÷ Umur Ekonomis = Penyusutan

Sebagai contoh, sebuah perusahaan membeli pick up pada tanggal 1 Januari 2001 dengan harga Rp 500 juta. Pick up itu diperkirakan mempunyai masa pakai 4 tahun dengan nilai residu Rp100 juta. Besar penyusutan per tahunnya, yakni

(Rp500.000.000 ― Rp100.000.000) ÷ 4 tahun = Rp 100.000.000

Cara menghitung penyusutan tanpa nilai residu

Perhitungan berikutnya menggunakan rumus sebagai berikut:

Harga Perolehan ÷ Umur Ekonomis = Penyusutan

Misalnya, suatu perusahaan membeli mesin dengan nilai Rp200.000.000 pada tanggal 30 Maret 2005. Tanpa menghitung nilai residu maka 5 tahun kedepan nilai penyusutannya adalah

Rp200.000.000 ÷ 5 tahun = 40.000.000

Cara Menghitung Penyusutan Aset

Metode Saldo Menurun Ganda (Double Declining Balance Method)

Cara menghitung penyusutan selanjutnya adalah dengan metode saldo menurun ganda. Metode ini biasanya digunakan untuk mengetahui biaya penyusutan pada mesin produksi. Pasalnya performa mesin umumnya mengalami penurutan kualitas seiring bertambahnya usia pakai.

(Harga Perolehan ÷ Umur Ekonomis) × 2 = Penyusutan

Contohnya, PT Bumi Langit membeli mesin produksi dengan harga Rp200.000.000 pada  15 Maret 2000. Mesin tersebut dapat beroperasi hingga 8 tahun dan tidak memiliki nilai residu. Maka nilai penyusutan  per tahun mesin tersebut adalah:

Penyusutan Akhir Tahun Pertama = (Rp200.000.000 ÷ 8 tahun) × 2 = Rp50.000.000

Penyusutan Akhir Tahun Kedua = (Rp150.000.000 ÷ 8 tahun) × 2 = Rp 37.500.000

dan seterusnya.

Metode Jumlah Angka Tahun (Sum of Years’ Digits Method)

Metode yang satuni ini biasa digunakan untuk menghitung beban penyusutan pada mesin produksi. Namun rumusnya berbeda, yakni

(Harga Perolehan ― Harga Residu) × [(n / (n + (n ― 1) + (n ― 2) + …)] = Penyusutan

Huruf “n” menggambarkan usia ekonomis dari aktiva. Misalnya, usia ekonomis dari mesin produksi adalah 6 tahun. Hal ini merujuk angka di bawah pecahan mewakili total dari usia ekonomis mesin. Angka penyebut yang digunakan berarti  6 + 5 + 4 + 3 + 2 + 1 = 21.

Cara Menghitung Penyusutan Aset

Metode Unit Produksi (Units of Production Method)

Sementara pada metode terakhir,  nominal dari penyusutan memiliki nilai proporsional, artinya ada keseimbangan antara nilai kapasitas produksi dengan perkiraan kapasitas produksi maksimal selama usia ekonomis aset. Metode ini umum digunakan oleh perusahaan manufaktur untuk menggambarkan sisa usia dari aktiva mereka. Cara menghitungnya sebagai berikut:

(Harga Perolehan ― Harga Residu) × (Pemakaian ÷ Kapasitas Maksimal) = Penyusutan

Sebagai contoh, PT Maju Munddur membeli mobil keluaran terbaru pada akhir periode  2015 dengan harga Rp200.000.000 dibayar tunai. Empat tahun kemudian, mobil dijual dengan harga Rp 80.000.000 dengan jarak tempuh telah mencapai 50.000 km dari maksimum jarak tempuh 100.000 km. Biaya penyusutannya adalah:

(Rp200.000.000 ― 80.000.000) × (50.000 km ÷ 100.000) = Rp 60.000.0000

Baca juga: Bisnis Reseller Cocok untuk Pemula? Ini Alasannya!

Itulah beberapa metode atau Cara menghitung penyusutan aset perusahaan. Angka ini dapat menjadi gambaran bagi perusahaan untuk menilai keuntungan dan kerugian perusahaan terhadap kepemilikan sebuah aset.

Comments are closed.