Ingin Investasi Reksa Dana? Cari Tahu Seputar Bank Kustodian Lebih Mendalam

All About Money

Investasi dengan aset abstrak seperti reksa dana memerlukan pihak yang kredibel. Bank kustodian adalah tempat yang aman untuk investasi reksa dana.

Ketika ingin berinvestasi, salah satu faktor yang jadi pertimbangan setiap orang tak lain adalah faktor keamanannya, tak terkecuali Anda, kan? Ya, Hal ini sangat wajar mengingat investasi yang dilakukan adalah untuk menjamin kehidupan finansial yang lebih baik di masa depan. Jadi, sudah seharusnya faktor keamanan menjadi salah satu poin penting yang harus diketahui untuk meminimalisir risiko terjadinya penipuan atau penggelapan uang terkait investasi. Sebab, tak sedikit orang yang menjadi korban dari penipuan berkedok investasi tersebut.

Faktor keamanan menjadi perhatian utama ketika kita berinvestasi pada aset keuangan yang tidak memiliki wujud secara nyata atau abstrak, seperti reksa dana. Namun, walaupun begitu, bukti kepemilikan reksa dana tetap ada dalam bentuk unit penyertaan yang tercantum pada reksa dana.

Untungnya, dalam berinvestasi pada reksa dana, kita tidak perlu merasa khawatir lagi bila uang kita disalahgunakan oleh manajer investasi ataupun agen penjual reksa dana. Hal ini tak lain karena seluruh dana nasabah dan aset kekayaan dari reksa dana ini disimpan secara aman di bank kustodian.

Baca juga: Daftar Kode Transfer Bank di Indonesia

Apa itu Bank Kustodian

Mungkin sebagian dari Anda belum mengetahui apa itu bank kustodian. Bank Kustodian adalah lembaga keuangan yang bertanggung jawab untuk menyimpan dan menjaga berbagai aset perusahaan investasi secara kolektif. Aset yang dimaksud mencakup semua jenis sekuritas termasuk saham atau obligasi, serta aset seperti perhiasan atau barang berharga lainnya.

Secara sederhana, manajer investasi hanya memiliki hak untuk mengelola dana berupa cash maupun instrumen investasi, namun seluruh aset tersebut wajib disimpan di bank kustodian untuk alasan keamanan, sehingga menutup kemungkinan salah satu pihak dalam menggelapkan dana investor. Para perusahaan investasi yang notabene adalah bank wajib menjadi bank kustodian yang izinnya diberikan langsung oleh Bank Indonesia serta mendapat persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan.

Baca juga: Pilihan Investasi Jaminan Hari Tua: Sudahkah Anda Merencanakan?

Jadi, bank kustodian adalah bank umum yang telah memperoleh persetujuan OJK untuk melakukan kegiatan usaha sebagai kustodian. Kustodian adalah pihak yang memberikan jasa penitipan efek dan harta lain yang berkaitan dengan efek serta jasa lain, termasuk menerima dividen, bunga, dan hak lain, menyelesaikan transaksi efek, dan mewakili pemegang rekening yang menjadi nasabahnya.

Baca juga: BNI Internet Banking, Manfaatkan Kelebihannya dan Ikuti Langkah Aman Bertransaksinya!

Terkait dengan investasi reksa dana, bank kustodian memiliki beberapa tugas penting, yaitu menghitung Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksa dana dan melakukan pencatatan transaksi aset reksa dana. Tak hanya itu, bank kustodian juga wajib mengirimkan Surat Konfirmasi Transaksi (SKT) sebagai bukti transaksi nasabah dan laporan akun bulanan investasi.

Sebagai bagian dari investasi reksa dana, bank kustodian memiliki kewajiban dalam mengelola reksa dana para nasabahnya. Pengelolaan tersebut dapat dilakukan baik yang berbentuk Perseroan maupun yang berbentuk kontrak investasi kolektif dan harus dilakukan oleh Manajer Investasi berdasarkan kontrak.

Kontrak pengelolaan reksa dana dalam berbentuk perseroan dibuat oleh direksi dengan manajer investasi.  Sedangkan kontrak pengelolaan reksa dana dalam bentuk investasi kolektif dibuat antara manajer investasi dan bank kustodian.

Dilihat dari fungsinya, bank kustodian tak hanya berfungsi untuk menyimpan dana nasabah, melainkan ada beberapa fungsi vital lainnya terkait dengan investasi reksa dana. Berikut adalah fungsi dari bank kustodian yang perlu Anda ketahui!

Fungsi Bank Kustodian

Mengerjakan Fungsi Administrasi

Sebagai bank yang digunakan oleh para nasabah untuk melakukan investasi reksa dana, bank kustodian bertanggung jawab untuk melakukan proses administrasi dan pencatatan dari setiap intrumen yang disimpannya. Proses pencatatan yang dilakukan sangatlah lengkap, mulai dari jual dan beli saham, pengiriman surat konfirmasi atas transaksi jual-beli, pengalihan dan perhitungan unit, pencairan deposito hingga pengiriman laporan bulanan.

Jika bank kustodian tidak melakukan fungsi administrasi seperti yang disebutkan di atas, bisa dibilang bahwa bank tersebut bermasalah dan tidak bisa dipercaya dalam bertransaksi dan berinvestasi reksa dana. Sebab, tanpa proses administrasi yang jelas, besar kemungkinan terjadinya kecurangan atau penipuan terkait reksa dana yang diinvestasikan oleh nasabah.

Mengawasi Manajer Investasi

Transaksi investasi reksa dana hanya dapat dilakukan oleh manajer investasi. Oleh karena itu, harus ada regulasi yang mengatur dan mengawasi pekerjaan yang dilakukan oleh manajer tersebut. Itulah fungsi selanjutnya dari bank kustodian, yaitu untuk menjadi pengawas manajer investasi dalam mengelola saham atau aset milik nasabah.

Dengan adanya fungsi ini, manajer investasi jadi lebih bijak dalam mengambil keputusan agar tidak merugikan nasabah sebagai pemiliki modal. Jika manajer investasi melakukan pengelolaan yang menyalahi aturan, sudah seharusnya bank kustodian memperingatkan pihak manajer agar tidak terjadi hal buruk terkait saham dan aset milik nasabah.

Lebih lanjut, jika manajer investasi tak menghiraukan teguran tersebut, bank kustodian dapat melaporkan hal ini ke pihak OJK untuk tindakan lebih lanjut terkait hal tersebut.

Satu hal yang harus diperhatikan oleh bank kustodian adalah menghindari adanya hubungan spesial antara manajer investasi dengan pemilik saham atau investor. Manajer investasi juga tidak boleh menyimpan aset dan investasi pada bank di mana beliau bekerja. Hal ini tak lain untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan terkait dengan keamanan berjalannya proses investasi.

Temukan Asuransi Mobil Terbaik Anda

Rp

Sebagai contoh, manajer investasi pada sebuah bank kustodian A ingin menjadi investor reksa dana, maka ia tak diperbolehkan menyimpan asetnya pada bank tempat ia bekerja. Jadi, ia harus menyimpannya di bank kustodian lain yang tak sama sekali memiliki hubungan dengannya.

Jika Anda tertarik untuk berinvestasi di bidang reksa dana, tentu hal mendasar yang  harus Anda ketahui adalah Anda berinvestasi di bank kustodian dengan reputasi yang baik. Sebab, jika tidak, risiko kehilangan semua aset Anda sangatlah besar.

Comments are closed.