Cicilan KPR Sekarang Bisa Menggunakan BPJS Ketenagakerjaan

All About Money

Fasilitas terbaru, cicilan KPR ini telah di mulai bulan April lalu. Anda yang sudah menjadi peserta BPJS Ketanagakerjaan kini bisa memiliki rumah impian dengan cicilan KPR.

Sejak April 2017 ada program baru dari BPJS ketenagakerjaan yaitu bisa kredit kepemilikan rumah (KPR). Kabar yang sangat baik tentunya untuk Anda bila sejak lama Anda sudah memiliki rencana untuk memiliki rumah impian dengan menggunakan cicilan KPR.

Ada satu informasi lain yang harus Anda catat: Program terbaru ini tidak hanya menawarkan fasilitas bisa KPR saja, tapi juga memberikan pinjaman uang muka, serta pinjaman biaya renovasi rumah. Tapi dengan ketentuan dan syarat, bahwa calon pemohon aplikasi minimal sudah menjadi anggota minimal satu tahun dan untuk pengajuan KPR syaratnya belum memiliki rumah.

Untuk harga rumah yang bisa diajukan melalui fasilitas KPR dan BPJS Ketenagakerjaan telah ditentukan harga maksimalnya Rp500 juta dengan jangka waktu 20 tahun. Namun ternyata ada pilihan tambahan dengan fasilitas pembiayaan renovasi tumah hingga Rp50 juta dengan jangka waktu 10 tahun.

Baca Juga: Simak Tips DP Rumah Sebelum Menikah

Berikut Syarat-syarat yang Harus Dipenuhi:

– Lama Ke anggotaan minimal 1 tahun

– Tertib Administrasi

– Tidak Menunggak iuran

– Pembayaran iuran Bulanan Lancar

Jenis-jenis Manfaat Tambahan Perumahan BPJS Ketenagakerjaan yang Bisa Dimanfaatkan:

PUMP (Pinjaman Uang Muka Perumahan). Jenis pinjaman PUMP subsidi/bagi MBR: bunga sebesar BI RR + 3 persen dengan jangka waktu tidak lebih dari 15 tahun.

KPR (Kredit Pemilikan Rumah). Jenis pinjaman KPR subsidi/bagi MBR: bunga sebesar 5 persen.  Untuk jenis pinjaman non-MBR: bunga sebesar BI RR + 3 persen selama jangka waktu 20 tahun.

– KK (Kredit Konstruksi). Jenis pinjaman kredit konstruksi: bunga sebesar BI RR + 4 persen dengan maksimal pinjaman sebesar 80 persen dari RAB selama 5 tahun.

– PRP (Pinjam Renovasi Rumah). Jenis pinjaman renovasi perumahan: bunga sebesar BI RR + 3 persen dengan jangka waktu 10 tahun.

KPR Bersubsidi dan KPR non Subsidi

– KPR Subsidi

Pemerintah akan menentukan harga yang sesuai dengan rincian pembayaran, maksimal pembiayaan KPR + Pinjaman Uang Muka (PUM) sampai dengan 99 persen dengan suku bunga yang sudah ditentukan di angka 5 persen.

– KPR Non Subsidi

Pemerintahh memberikan Batasan untuk harga rumah dengan yang paling mahal yaitu Rp 500 juta untuk pinjaman KPR non-subsidi, dengan maksimal pembiayaan KPR + PUM sampai 90 persen dan suku bunga dari Bank Indonesia Rate + margin sebesar 3 persen.

Kontruksi dan Renovasi

– Kredit Konstruksi

Kredikt kontruksi diberikan untuk seluruh peserta BPJS Kketenagakekrjaan khusus untuk biaya pembangunan rumah tapak. Adapun suku bunganya yaitu berdasarkan Bank Indonesia Rate + margin bank.

– Pinjaman Rumah Renovasi

Dana pinjaman untuk merenovasi rumah akan diberikan BPJS Ketenagakerjaan dengan jumlah sampai 50 juta. Masa tenor yang diberikan bisa sampai 10 tahun.

Baca Juga: Barang-Barang yang Wajib Ada di Rumah Baru

Hal ini bisa menjadi pemecah solusi dalam memenuhi kebutuhan masyarakat akan perumahan. Masyarakat kelas menengah ke bawah bisa mempunyai peluang untuk memiliki rumah sendiri dengan fasilitas dari KPR dan BPJS Ketenagakerjaan.

Leave a Reply