Mengenal Lebih Dalam Seputar Ekonomi Syariah

All About Money

Sekarang ini, ekonomi syariah bukan hanya diterapkan oleh orang yang beragama Islam saja. Bisa dibilang, sistem ini berjalan baik di seluruh dunia.

Bagi Anda yang beragama Islam, tentu Anda tidak asing dengan istilah ekonomi syariah. Ya, tak hanya ekonomi konvensional, nyatanya saat ini sistem ekonomi islam ini pun berjalan dengan baik dan bahkan mengalami peningkatan yang cukup masif setiap waktu.

Ekonomi syariah adalah ilmu dan praktik kegiatan ekonomi berdasarkan pada ajaran Islam yakni ajaran yang sesuai dan tidak bertentangan dengan Alquran dan sunnah Rasulullah SAW ataupun hadis. Dengan berteguh terhadap esensi tujuan ekonomi islam yaitu mewujudkan kebahagiaan dan kesejahteraan manusia di dunia dan akhirat.

Untuk lebih jelasnya, mari kita lihat segala hal terkait di bawah ini!

Baca juga: Ketahui Hal Ini Sebelum Membeli Asuransi Mobil Syariah

Tujuan Ekonomi Syariah

Ekonomi syariah memiliki tujuan yang berbeda dari ekonomi konvensional yang memiliki tujuan utama meningkatkan keuntungan secara pribadi.

Dalam ekonomi sistem syariah, tujuannya sejalan dengan tujuan dari syariat Islam itu sendiri, yaitu mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat melalui suatu tata kehidupan yang baik dan terhormat dan dapat bermanfaat untuk seluruh umat manusia.

Terdapat empat tujuan utama, berikut adalah penjelasannya:

Menempatkan Ibadah kepada Allah Lebih dari Segalanya

Tujuan utama dari ekonomi syariah adalah kegiatan ekonomi yang dalam pelaksanaannya dilakukan hanya semata-mata untuk beribadah dan mengabdi kepada Allah. Dengan diniatkan untuk ibadah maka kita akan mendapat dua hal sekaligus yaitu harta dan pahala.

Menyeimbangkan Kehidupan Dunia dan Akhirat

Dalam ekonomi syariah, kehidupan akhirat tidak boleh dilupakan, karena kehidupan sesungguhnya adalah di akhirat nanti.

Memang kita wajib bekerja dan mencari uang untuk kebutuhan hidup, namun hal itu tidak boleh membuat kita lupa akan akhirat justru harus menambah kepekaan dan ketaatan kita akan Allah.

Inilah golongan yang ingin dicetak oleh ekonomi syariah yang bisa menyeimbangkan antara kehidupan dunia dan akhiratnya.

Meraih Kesuksesan Perekonomian yang Diperintahkan Allah

Ekonomi syariah menjunjung nilai sosial, sehingga semua orang berhak mendapatkan dan merasakan sebuah kemakmuran dan bebas untuk berkreasi.

Pada dasarnya, memiliki prinsip yang mementingkan kemaslahatan umat bukan mudharat. Sehingga tujuan sebenarnya adalah untuk keselamatan keyakinan agama, keselamatan jiwa, keselamatan akal, keselamatan keluarga dan keturunan, serta keselamatan harta benda.

Menghindari Kekacauan dan Kerusuhan

Salah satu tujuan dari ekonomi syariah adalah membentuk suatu pemerintahan yang mampu mengatur perekonomian secara baik, benar, dan adil. Agar semua masyarakat bisa merasakan keadilan dan kesejahteraan di mana pun mereka berada.

Tidak usah diragukan lagi, sistem ini cocok untuk siapa saja. Dengan gabungan nilai-nilai Islam, sistem ekonomi ini menjadi sempurna dengan tujuan-tujuan luhur yang dimilikinya. Inilah yang membedakan ekonomi syariah dengan ekonomi yang lainnya.

Meskipun tuntutan zaman yang semakin keras, sistem perekonomian ini tetap pada keteguhannya yaitu mempertahankan nilai-nilai Islam yang ada di dalamnya. Kekuatan dari ekonomi syariah adalah dasar hukum yang digunakannya atau yang menjadi acuannya.

Baca juga: Asuransi Syariah: Jenis dan Berbagai Kelebihan

Prinsip Ekonomi Syariah

Dalam pelaksanaannya, harus terdapat fondasi yang berfungsi sebagai landasan dan mampu menopang segala bentuk kegiatan ekonomi guna mencapai tujuan mulia. Sejatinya, ada tiga prinsip dasar dalam ekonomi syariah, yaitu:

Tidak Melakukan Penimbunan (Ihtikar)

Definisi dari ihtikar adalah tindakan pembelian barang dagangan dengan tujuan untuk menahan atau menyimpan barang tersebut dalam jangka waktu yang lama. Sehingga barang tersebut dinyatakan barang langka dan berharga mahal.

Tidak Melakukan Monopoli

Monopoli adalah kegiatan menahan keberadaan barang untuk tidak dijual atau tidak diedarkan di pasar, agar harganya menjadi mahal. Kegiatan monopoli merupakan salah satu hal yang dilarang dalam Islam. Spabila monopoli diciptakan secara sengaja dengan cara menimbun barang dan menaikkan harga barang.

Menghindari Jual-Beli yang Diharamkan

Kegiatan jual-beli yang sesuai dengan prinsip Islam, adil, halal, dan tidak merugikan salah satu pihak adalah jual-beli yang sangat diridhai oleh Allah SWT.

Sementara itu, 8 prinsip yang lebih luas dalam pelaksanaan ekonomi syariah antara lain:

  1. Seluruh sumber daya yang ada di bumi dipandang sebagai pemberian atau titipan dari Allah SWT kepada manusia.
  2. Islam mengakui pemilikan pribadi dalam batas-batas tertentu.
  3. Kekuatan penggerak utama ekonomi syariah adalah kerja sama.
  4. Menolak terjadinya akumulasi kekayaan yang dikuasai oleh segelintir orang saja.
  5. Menjamin pemilikan masyarakat dan penggunaannya direncanakan untuk kepentingan banyak orang.
  6. Pelaku ekonomi khususnya orang Muslim harus takut kepada Allah SWT dan hari penentuan di akhirat nanti.
  7. Zakat harus dibayarkan atas kekayaan yang telah memenuhi batas (nisab).
  8. Islam melarang riba dalam segala bentuk.

Manfaat Ekonomi Syariah

Dalam perspektif keyakinan seorang muslim, setiap aktivitas yang didasarkan pada tuntunan syariah akan membawa manfaat bagi kehidupannya. Pengamalan ekonomi syariah jelas mendatangkan banyak manfaat yang besar bagi umat Islam itu sendiri, di antaranya:

Keberkahan

Menerapkan dan mengamalkan ekonomi syariah akan mendapatkan keuntungan dunia dan akhirat. Dalam praktiknya, berapa pun besarnya harta atau pendapatan yang Anda terima maka akan selalu cukup dengan kebutuhan yang ditanggung.

Tanpa Ada Pihak yang Dirugikan

Dengan mempraktikan ekonomi berdasarkan syariah Islam, pelaku ekonomi akan mendapatkan nilai ibadah sekaligus menjalankan keadilan. Sistem pembagian keuntungan ekonomi syariah ditetapkan dengan sistem bagi hasil yang telah disepakati semua pihak.

Distribusi Merata

Dalam skala makro dapat dipastikan penerapan ekonomi syariah akan memeratakan distribusi pendapatan dan kekayaan seperti halnya era Abdullah Ibnu Umar. Dari sinilah peran zakat, infaq, dan sadaqah oleh negara kepada masyarakatnya.

Tahan terhadap Krisis

Banyak ahli yang telah mengakui salah satu keuntungan dari sistem ini adalah mengurangi kerentanan perekonomian akibat fenomena yang disebut sebagai decoupling economy. Melalui sistem bagi hasil, ekonomi syariah membuat tidak adanya jarak antara sektor keuangan dan sektor riil.

Baca juga: Kredit Mobil Syariah, Pembiayaan Bebas Bunga dan Riba

Temukan Asuransi Mobil Terbaik Anda

Rp

Pertumbuhan Entrepreneur Tanpa Riba

Sistem penerapan ekonomi syariah memiliki prinsip bagi hasil (lost and profit sharing) yang merupakan implementasi keadilan dalam roda perekonomian. Salah satu cerminannya adalah dalam produk-produk mudharabah dan musyarakah yang telah diterapkan di Singapura dan Inggris.

Dalam penerapan transaksi ekonomi mudharabah, pemilik modal dan pengelola (enterpreuneur) bersepakat dalam suatu proyek, jika mendapatkan keuntungan maka masing-masing akan mendapat bagian sesuai dengan nisbah yang telah ditetapkan dalam kontrak.

Jika merugi, maka pihak pertama saja yang kehilangan sebagian dari modalnya dan pihak kedua kehilangan kesempatan untuk mendapatkan nisbah keuntungan dan imbalan dari hasil kerjanya selama proyek berlangsung.

Comments are closed.