Apa Itu Faktur Pajak dan Bagaimana Cara Mengisinya?

All About Money

Bagi sebagian orang, faktur pajak terlihat rumit dan sulit dibuat. Tapi, faktur ini sangatlah penting, khususnya bagi pengusaha.

Sebagai orang yang tinggal menetap di Indonesia, sudah pasti kita memiliki hak dan kewajiban sebagai warga negara. Hak yang dimiliki oleh warga jumlahnya banyak sekali, beberapa di antaranya hak untuk mendapatkan pendidikan yang laik dan hak untuk bersuara.

Tapi, seperti yang disebutkan di atas, kita pun memiliki kewajiban yang harus kita lakukan sebagai bagian dari negara ini. Salah satu kewajiban kita sebagai warga negara tak lain adalah membayar pajak.

Tapi, sejatinya tidak semua warga negara diwajibkan untuk membayar pajak, hanya yang memiliki penghasilan sesuai standar dan secara finansial baik saja yang dikenakan pajak. Satu hal yang pasti, pajak wajib dibayarkan oleh perusahaan atau pengusaha yang mendirikan dan menjalankan usahanya di Indonesia.

Nah, sebagai pengusaha atau perusahaan yang wajib membayar pajak, sudah pasti pengusaha atau perusahaan tersebut memiliki faktur pajak. Secara teoritis, pengertian dari faktur pajak itu adalah bukti dari pungutan pajak yang dibuat oleh Pengusaha Kena Pajak (PKP) sebagai bagian dari kewajiban wajib pajak untuk melakukan penyerahan Jasa Kena Pajak (JKP) atau penyerahan Barang Kena Pajak (BKP).

Dengan kata lain, faktur pajak menjadi bagian dari tanggungan pengusaha kena pajak yang harus diserahkan kepada Dinas Perpajakan. Agar terjadi transparansi dalam bidang perpajakan dan tidak terjadi penggelapan pajak.

Sebelum menjadi wajib pajak yang dikenai kewajiban untuk menyerahkan faktur pajak, maka seorang pengusaha harus terlebih dahulu dikukuhkan oleh pihak Direktorat Jendral Pajak. Setelah itu, PKP atau Pengusaha Kena Pajak yang telah dikukuhkan secara otomatis dikenai kewajiban untuk membayar Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

Jenis Faktur Pajak

Faktur pajak memiliki beberapa jenis, di mana setiap jenisnya memiliki definisi yang berbeda. Adapun jenisnya antara lain:

Keluaran

Faktur yang dibuat oleh Pengusaha Kena Pajak saat melakukan penjualan terhadap Barang Kena Pajak, Jasa Kena Pajak dan atau Barang Kena Pajak yang tergolong dalam barang mewah.

Masukan

Faktur yang didapat oleh PKP ketika melakukan pembelian terhadap Barang Kena Pajak atau Jasa Kena Pajak lainnya.

Pengganti

Penggantian atas faktur yang telah terbit sebelumnya dikarenakan ada kesalahan pengisian, kecuali kesalahan pada NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak), sehingga harus dilakukan pembetulan agar sesuai dengan keadaan yang sebenarnya

Gabungan

Faktur yang dibuat oleh PKP (Pengusaha Kena Pajak) yang meliputi seluruh penyerahan yang dilakukan kepada pembeli Barang Kena Pajak atau Jasa Kena Pajak yang sama selama satu bulan kalender.

Digunggung

Faktur tidak diisi dengan identitas pembeli, nama dan tandatangan penjual yang hanya boleh dibuat oleh PKP Pedagang Eceran.

Cacat

Faktur tidak diisi secara lengkap, jelas, benar dan/atau tidak ditandatangani termasuk juga kesalahan dalam pengisian kode dan nomor seri. Faktur pajak cacat dapat dibetulkan dengan membuat penggantinya

Batal

Faktur dibatalkan karena adanya pembatalan transaksi. Pembatalan faktur pajak juga harus dilakukan ketika ada kesalahan pengisian NPWP dalam faktur pajak.

Bentuk Faktur Pajak

Selain memiliki berbagai jenis, faktur pajak juga memiliki beberapa bentuk yang memiliki isi dan fungsi yang berbeda. Berikut adalah beberapa jenis faktur pajak yang ada di Indonesia.

Faktur Pajak Bentuk Standar

Faktur ini dibuat oleh pengusaha kena pajak dengan mengacu pada ketentuan Dirjen Pajak No. Kep-53/PJ/1994 yang berlaku sejak tanggal 29 Desember 1994 dan berkewajiban untuk dilaksanakan per 1 januari 1995.

Faktur Pajak jenis ini berbentuk kuarto dan paling sedikit harus memuat keterangan sebagai berikut:

  1. Tertera NPWP, alamat, dan nama Pengusaha Kena Pajak yang melakukan penyerahan dan atau pembelian BKP (Barang Kena Pajak ) atau JKP (Jasa Kena Pajak).
  2. Memasukkan informasi tentang barang atau jasa, beserta jumlah harga jual atau penggantian, dan potongan harga.
  3. Jumlah PPN dan atau PPnBM yang dipungut.
  4. Nomor seri, kode, serta tanggal pembuatan faktur pajak.
  5. Jabatan, nama terang, serta tanda tangan dari pihak terkait yang berhak.

Sebagai satu bentuk dokumen formal, pembuatan faktur pajak harus mengikuti ketentuan yang diatur dalam undang-undang terkait dengan bentuk dan caranya.

Faktur Pajak Bentuk Gabungan

Sebenarnya Faktur Pajak Gabungan adalah faktur standar yang cara penggunaannya diizinkan untuk dijalankan oleh PKP jika terjadi beberapa kali penyerahan BKP atau JKP kepada pembeli atau penerima jasa yang sama yang dilakukan dalam satu masa pajak. Faktur Pajak Gabungan wajib dibuat oleh PKP selambat-lambatnya di akhir bulan berikutnya setelah bulan terjadinya penyerahan BKP atau JKP.

Faktur Pajak Bentuk Sederhana

Dalam rancangan teoritisnya, faktur semacam ini merupakan dokumen yang secara fungsional disamakan fungsinya sebagai faktur pajak. Biasanya faktur ini diserahkan kepada pembeli dan atau pengguna BKP atau JKP dalam bentuk sobekan kecil, hampir sama seperti karcis, yang bisa juga berbentuk bon kontan, atau faktur bukti penjualan BKP atau penggunaan JKP.

Temukan Asuransi Mobil Terbaik Anda

Rp

Cara Mengisi Faktur Pajak

Mengisi faktur pajak harus dipahami dengan baik agar jangan sampai merugikan Anda sebagai Pengusaha Kena Pajak utamanya jika terjadi audit dari kantor pajak setempat. Berikut adalah rangkuman cara yang harus Anda lakukan.

Tahap Pertama

Masukkan nomor seri dan Kode Faktur Pajak yang telah didapat dari DJP, sekaligus dengan nama, NPWP, sekaligus alamat perusahaan yang menyerahkan Barang / Jasa Kena Pajak pada kolom Pengusaha Kena Pajak.

Untuk kolom Pembeli Barang Kena Pajak/Penerima Jasa Kena Pajak, inputkan nama, alamat, dan NPWP perusahaan yang membeli atau menerima Barang/Jasa Kena Pajak.

Tahap Kedua

Masukkan nomor urut sesuai dengan urutan jumlah Barang/Jasa Kena Pajak yang diserahkan, serta nama Barang/Jasa Kena Pajak yang diserahkan. Pada kolom harga jual, penggantian, atau uang muka dan termin inputkan nominal harga.

Tahap Ketiga

Pada kolom Harga Jual atau Penggantian, Uang Muka, atau Termin masukkan total harga keseluruhan. Total nilai potongan BKP/JKP ditulis setelah dikurangi dengan potongan harga.

Jika telah terjadi penerimaan uang muka seusai penyerahan BKP/JKP nominal uang ditulis pada kolom Nilai Uang Muka yang telah diterima. Keseluruhan jumlah Penggantian / Harga Jual / Uang Muka / Termin dikurangi dengan Potongan Harga dan Uang muka yang telah diterima, ditulis pada kolom Dasar Pengenaan Pajak

Pada kolom PPN = 10 persen x Dasar Pengenaan Pajak, ditulis jumlah PPN 10 persen yang terutang. Untuk bagian kolom PPnBM  (Pajak Penjualan Atas Barang Mewah), hanya diisi apabila terjadi penyerahan dari penjualan barang yang tergolong mewah saja.

Selanjutnya isi bagian yang kolom nama, tanda tangan, serta stempel dari pejabat yang ditunjuk oleh perusahaan.

Jika suatu saat Anda perlu membuat faktur pajak, Anda cukup baca penjelasan di atas agar tidak terjadi kesalahan dan merugikan Anda sendiri.

Comments are closed.