Apa Perbedaan Antara Giro dan Tabungan?

All About Money

Giro dan tabungan sama sama berfungsi sebagai alat penyimpanan dan transaksi keuangan. Namun Giro memberi keleluasaan pemiliknya untuk melakukan transfer harian dengan saldo lebih besar mencapai ratusan juta rupiah.

Perbankan memilih produk keuangan yang beragam, seperti tabungan, deposito, kartu kredit dan juga giro. Nah giro menjadi produk bank yang masih asing di masyarakat awam padahal sangat fungsional. Giro adalah proses transaksi perbankan yang dapat dilakukan untuk melakukan pembayaran, transfer, dan penarikan uang.

Giro sering dianggap sebagai rekening tanpa bunga, lantaran bunga yang ditetapkan lebih rendah dari rekening tabungan.  Giro juga cenderung memiliki biaya saldo minimum dibanding produk perbankan lain. Giro menjadi populer dikalangan masayarakan kini sebagai cara pembayaran yang nyaman, yang dapat diakses melalui perbankan online, kartu debit, atau ATM.

Baca juga: Jenis-Jenis Biaya Tambahan yang Sering Dilupakan

Anda bisa melakukan sejumlah transaksi menggunakan rekening giro, mulai dari membayar tagihan bulanan, membayar premi asuransi jiwa sampai belanja kebutuhan rumah tangga.

Definisi dan Jenis-Jenis Giro

Sulit mendefinisikan giro yang bentuk transaksinya mirip dengan tabungan. Namun, secara garis besar giro diartikan sebagai alat transaksi keuangan yang digunakan untuk memindahkan uang antar rekening. Prosesnya tidak sama dengan transfer via rekening atau atm. Sebab ada sejumlah syarat yang mesti dipenuhi ketika memindahkan uang dengan giro.

Senada dengan tabungan, giro juga memiliki rekening sementara pemilik rekening giro disebut dengan giran. Tidak seperti rekening tabunga, rekening giro memiliki tanggal terbit, tanggal efektif, dan tanggal jatuh tempo yang membuat giran hanya bisa mencairkan uangnya dalam tanggal jatuh tempo.

Giran baru dapat menarik uang yang disimpannya pada rekening giro menggunakan cek, bilyet giro, atau dipindahbukukan ke rekening tabungan. Salah satu kelebihan Giro adalah tidak ada batasan jumlah saldo yang di transfer setiap hari. Beda dengan tabungan yang biasanya menetapkan batas maksimum transfer harian. Umumnya ada dua jenis rekening giro yang ditawarkan perbankan yakni rekening giro perorangan dan badan usaha.

Definisi dan Jenis-Jenis Giro

Rekening Giro Perorangan

Merupakan rekening giro yang dibuat atas nama pribadi atau usaha perseorangan misalnya toko kelontong, warung kopi, bengkel dan lain sebagainya. Ada jumlah minumum untuk rekening perorangan ini yakni sebesar Rp 250 ribu.

Rekening Giro Badan Usaha

Jenis yang satu ini adalah rekening giro yang dibuat atas nama perusahaan , organisasi atau firma hukum dengan tujuan untuk kebutuhan transaksi perusahaan. Jumlah minimum setoran pertama untuk rekening badan usaha adalah Rp 500 ribu.

Syarat Membuka Rekening Giro Perorangan

  • Fotokopi identitas diri seperti kartu tanda penduduk (KTP), Surat Izin Mengemudi (SIM), atau paspor.
  • Calon nasabah tidak boleh masuk dalam Daftar Hitam Bank Indonesia (DHBI).
  • Memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).
  • Mengisi dan menandatangani formulir pengajuan giro perorangan ke bank.
  • Menyetorkan dana awal dengan besaran yang ditentukan bank

Baca juga: Definisi dan Fungsi Koperasi Simpan Pinjam yang Belum Banyak Diketahui

Syarat Membuka Rekening Giro Badan Usaha

  • Fotokopi identitas diri seperti kartu tanda penduduk (KTP), Surat Izin Mengemudi (SIM), atau paspor .
  • Calon nasabah tidak boleh masuk dalam Daftar Hitam Bank Indonesia (DHBI).
  • Memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).
  • Mengisi dan menandatangani formulir pengajuan giro badan usaha atau perusahaan ke bank.
  • Menyetorkan dana awal dengan besaran yang ditentukan bank
  • Memiiki Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) dan tanda daftar perusahaan.
  • Mengantongi surat pengesahan usaha dari Menteri Kehakiman.
  • Surat keterangan domisili atau alamat perusahaan yang jelas.

Perbedaan Giro dan Tabungan

Beda Giro dan Tabungan

Meski sama-sama berfungsi sebagai media pemindahan uang atau tranfer dana. Namun, dalam praktiknya ada perbedaan besar antara rekening giro dengan tabungan, berikut ini penjelasan selengkapnya.

Tanggal Terbit dan Efektif

Berbeda dari rekening tabungan yang saldonya bisa dicairkan dimana saja dan kapan saja selama ada mesin ATM, rekening giro memberlakukan tanggal terbit dan efektif dalam perkara pencairan dana. Tanggal terbit merujuk pada penanda transaksi bisa dilakukan dan batas waktu pencairan dana.

Umumnya perbankan memberikan waktu pencairan dana rekening giro adalah 70 hari dari tanggal terbit. Lewat dari tenggat tersebut maka dana tidak bisa dicairkan. Karena itulah bagi Anda yang tengah menunggu pemindahan dana dari rekening giro sebaiknya memiliki pengingat otomatis agar tidak melampaui tanggal efektif pencairan.

Batas Penarikan Dana

Salah satu kekurangan rekening tabungan adalah adanya batasan jumlah saldo yang bisa ditransfer setiap hari. Rata-rata hanya memberikan maksimum Rp 10-20 juta, jika ingin melakukan transfer lebih banyak dana harus dilakukan pada hari selanjutnya.Sementara pada rekening giro, umumnya rata-rata perbankan memberikan batas maksimum transfer mencapai Rp500 juta perhari. Karena itulah giro paling cocok dimiliki oleh pebisnis yang memiliki kuantitas transaksi harian sangat tinggi.

Pencarian Dana

Pencarian dana dari rekening tabungan umumnya bisa dilakukan kapan saja melalui bank yakni teller atau mesinATM. Sementara giro hanya bisa dicairkan sebelum waktu jatuh tempo, itupun harus dipindahkan dulu ke rekening tabungan melalui bilyet giro.

Beda Giro dan Tabungan

Laporan Transaksi

Keunggulan lain dari rekening giro adalah giran akan mendapatkan laporan detail mengenai detail transaksi uangnya di rekening giro. Laporan ini biasanya dikirimkan setiap bulan, sehingga para giran dapat lebih mudah memantau rekeningnya. Sementara untuk rekening tabungan biasanya Anda harus meminta laporan kepada pihak bank lebih dulu untuk melihat aktifitas transaksi keuangan, dalam istilah perbankan biasanya disebut dengan mutasi.

Anda harus meminta pencetakan aktifitas perbankan rekening tabungan dalam beberapa periode, lalu akan bank cetak dalam buku tabungan. Memang layanan ini sudah ada dalam beberapa versi mobile bank namun belum semua bank memiliki fasilitas ini dan biasanya periode transaksi yang bisa diunduh sangat terbatas, misalnya hanya 30 hari kerja.

Saldo Minimum

Perbedaan lain ada pada jumlah saldo minimum awal atau istilah lainnya adalah setoran awal. Untuk rekening giro biasanya lebih tinggi kendati giro dibuat atas nama individu. Rata-rata perbankan Indonesia menetapkan saldo minimum rekening giro adalah Rp 500 ribu sementara rekening tabungan adalah Rp 250 ribu. Namun, untuk pembebanan bunga ternyara rekening giro menetapkan bunga yang lebih rendah, karena itulah transfer dalam jumlah besarpun tidak terlalu membebani kondisi keuangan perusahaan atau lembaga yang memiliki rekening giro.

Baca juga: Seberapa Penting Iuran Jaminan Pensiun untuk Kebahagiaan di Masa Depan?

Itulah 5 perbedaan antra rekening giro dan tabungan. Jika Anda adalah seorang pengusaha atau pebisnis yang aktif dalam transaksi keuangan haris sebaiknya pilih rekening giro sebab tidak ada batasan jumlah saldo yang bisa ditransfer setiap hari. Namun pastikan ya Anda selalu mengingat tanggal jatuh tempo jangan sampai merugi karena uang ternyata tak bisa dicairkan.

Comments are closed.