Hari Keuangan RI Sebagai Simbol Lahirnya Mata Uang Kenegaraan

All About MoneyBerita

Rupiah menjadi mata uang Indonesia semenjak 70 tahun silam. Tak heran mengapa Indonesia patut merayakan Hari Keuangan setiap tahunnya.

Keberadaan mata uang amatlah penting bagi sebuah Negara, selain sebagai alat perputaran ekonomi, mata uang juga merupakan suatu simbol kenegaraan. Bahkan, nominal dari sebuah mata uang pun seringkali dijadikan tolak ukur kemajuan suatu Negara. Tak heran, dahulu perjuangan untuk dapat melahirnya mata uang bagi Indonesia amat sangat diusahakan hingga tercipta Hari Keuangan Republik Indonesia.

Beruntung, kini kita sudah berada di masa yang lebih maju dan terbebas dari kekangan penjajah. Sudah selayaknya kita dapat menghargai perjuangan orang-orang terdahulu kita dalam memperjuangkan lahirnya mata uang yang bisa kita gunakan sekarang. Berikut ulasan untuk Anda mengenai fakta dan sejarah lahirnya Hari Keuangan Republik Indonesia.

Sejarah Lahirnya Hari Keuangan RI

Sejarah Lahirnya Hari Keuangan

Hari Keuangan Republik Indonesia sendiri disahkan oleh presiden berdasarkan lahirnya uang emisi pertama RI, tentu hal itu menjadi hal yang membanggakan bagi seluruh rakyat Indonesia. Uang adalah lambang utama suatu negara merdeka serta sebagai alat untuk memperkenalkan diri kepada khalayak umum.

Pada 17 Agustus 1945, proklamasi Indonesia dikumandangkan. Segera setelah usai peristiwa tersebut, pemerintah RI memandang perlu untuk mengeluarkan uang sendiri. Pasalnya, uang bagi pemerintah bukan sekedar alat pembayaran semata, tapi juga berfungsi sebagai lambang utama suatu negara merdeka, serta jadi alat untuk memperkenalkan diri pada masyarakat luas.

Baca Juga: Mengenal Lebih Jauh Menteri Keuangan Sri Mulyani

Pada 30 Oktober 1946 menjadi momen bersejarah di mana emisi pertama uang kertas “Oeang Repoeblik Indonesia” (ORI) terbit. Pemerintah menyatakan hari tersebut sebagai hari bersejarah bagi bangsa Indonesia dan diperingati sebagai Hari Keuangan Nasional.

ORI resmi beredar ada 30 Oktober 1946 dalam bentuk uang kertas bernominal satu sen. Setelah ORI Baru ini beredar, muncul lagi seri Republik Indonesia Serikat (RIS) yang resmi diedarkan pada 1 januari 1950.

Masa peredaran ORI memang singkat sebelum digantikan dengan uang RIS dan seri baru lainnya. Tapi penyebaran ORI cukup meluas, ORI pertama bahkan sanggup menyebar sampai ke seluruh wilayah Indonesia.

Kini, rupiah (Rp) adalah mata uang resmi Indonesia. Mata uang ini dicetak dan diatur penggunaannya oleh Bank Indonesia, dengan kode ISO 4217 IDR. Secara tidak formal, orang Indonesia juga menyebut mata uang ini dengan nama “perak”. Satu rupiah dibagi menjadi 100 sen, walaupun inflasi telah membuatnya tidak digunakan lagi kecuali hanya pada pencatatan di pembukuan bank

Perkataan “rupiah” berasal dari perkataan “Rupee”, satuan mata uang India. Indonesia telah menggunakan mata uang Gulden Belanda dari tahun 1610 hingga 1817. Sejak tahun 1818, diperkenalkan mata uang Gulden Hindia-Belanda. Mata uang rupiah pertama kali diperkenalkan secara resmi pada waktu Pendudukan Jepang sewaktu Perang Dunia II, dengan nama rupiah Hindia Belanda. Setelah berakhirnya perang, Bank Jawa (Javaans Bank, selanjutnya menjadi Bank Indonesia) memperkenalkan mata uang Rupiah Jawa sebagai pengganti.

Pada 8 April 1947, Gubernur Provinsi Sumatera mengeluarkan rupiah URIPS-Uang Republik Indonesia Provinsi Sumatera. Sejak 2 November 1949, empat tahun setelah merdeka, Indonesia menetapkan Rupiah sebagai mata uang kebangsaannya yang baru. Kepulauan Riau dan Irian Barat memiliki variasi rupiah mereka sendiri tetapi penggunaan mereka dibubarkan pada tahun 1964 di Riau dan 1974 di Irian Barat.

Fakta Menarik Dibalik Lahirnya Mata Uang Indonesia

fakta menarik Hari Keuangan

 

Ternyata lahirnya Rupiah tak lepas dari eksistensi Indonesia yang masih terbilang muda saat itu. Untuk mengetahui lebih dalam mengenai mata uang Negara kita ini, berikut ulasan fakta lain di balik lahirnya mata uang Republik Indonesia untuk Anda.

Lahir Saat Negara Dilanda Inflasi Tinggi

Republik muda yang resmi merdeka pada 17 Agustus 1945 sedang berada situasi yang tidak baik. Kondisi ekonomi yang buruk menyebabkan hidup saat itu serba sulit. Inflasi tinggi menjadi sebab utama memburuknya ekonomi saat itu. Bagaimana tidak, tiga mata uang beredar di Indonesia, yaitu mata uang De Javasche Bank, Gulden Hindia Belanda, dan uang masa penjajahan Jepang.

Tiga Kali Pergantian Menteri Keuangan Sebelum Terbitnya Rupiah

Dr. Samsi adalah Menteri Keuangan Pertama setelah Indonesia merdeka. Kebutuhan akan dana untuk membiayai perjuangan Republik Indonesia menjadi fokus dari Menteri Keuangan Dr. Samsi. Ia pun berhasil mencairkan dana yang kemudian digunakan untuk perjuangan kemerdekaan. Pada 26 September 1945, Dr. Samsi menyatakan pengunduran diri.

Baca Juga: Negara-Negara Terbaik untuk Ekspatriat

Jabatan Menteri Keuangan kemudian dipegang A.A. Maramis. Pada masanya, A.A. Maramis membentuk Panitia Penyelenggaraan Percetakan Uang Kertas Republik Indonesia. A.A. Maramis kemudian digantikan Sunarjo Kolopaking. Yang pada perjalanannya kemudian digantikan Ir. Surachman Tjokroadisurjo yang dipilih Kabinet Sjahrir sebagai Menteri Keuangan. Namun, pada 2 Oktober 1946, Ir. Surachman menyerahkan posisinya kepada Mr. Sjafruddin Prawiranegara. Pada masanya, Rupiah diterbitkan pertama kali.

Hatta Berpidato Menjelang Lahirnya ORI

Satu hari sebelum ORI resmi beredar, Wakil Presiden Mohammad Hatta sedang berada di Yogyakarta. Lewat Radio Republik Indonesia (RRI), Hatta mengumumkan akan beredarnya emisi pertama Oeang Repoeblik Indonesia (ORI). Hatta menyatakan dengan terbitnya ORI, rakyat Indonesia menutup masa yang penuh penderitaan dan kesukaran. ORI itulah tanda kemerdekaan Republik Indonesia.

Ditandatangani Pertama Kali oleh A.A. Maramis

Sama seperti uang-uang yang kita lihat sekarang, ORI saat itu juga ditandatangani. Saat itu A.A. Maramis membubuhkan tanda tangannya di lembar ORI yang pertama kali beredar pada 30 Oktober 1946. Tanda tangan tersebut menjadi bukti ORI yang beredar merupakan mata uang Indonesia yang sah.

Belanda Tak Mengakui ORI

Belanda yang belum mau mengakui Indonesia sebagai negara merdeka berdaulat juga tak mengakui ORI sebagai alat tukar. Belanda yang datang kembali ke Indonesia tetap menggunakan mata uangnya demi keperluan militernya saat itu. Selain itu, juga bertujuan untuk membuat kondisi perekonomian Indonesia tidak stabil. Walaupun Sekutu hanya mengakui mata uang Belanda, rakyat Indonesia tidak terpengaruh dan tetap menggunakan ORI sebagai alat pembayaran.

Muncul dengan Beragam Seri

Pada perkembangannya, ORI muncul dalam berbagai seri. Mulai dari Seri I hingga Seri ORI Baru. ORI Seri I lahir pada 17 Oktober 1945 walaupun saat itu ORI belum resmi beredar. Seri I ini ditandatangani A.A. Maramis. ORI Seri II keluar pada 1 Januari 1947 yang ditandatangani Mr. Sjafruddin Prawiranegara. ORI Seri III keluar pada 26 Juli 1947 yang ditandatangani A.A. Maramis. Lalu kemunculan ORI Seri IV pada 23 Agustus 1948 yang ditandatangani Drs. Mohammad Hatta. Sementara Seri ORI Baru dipakai 17 Agustus 1949 yang ditandatangani Mr. Loekman Hakim. Sementara ORI Seri Republik Indonesia Serikat (RIS) lahir pada 1 Januari 1950.

Perubahan Nama Menjadi Rupiah

memperingati hari keuangan

Pengakuan Belanda terhadap kemerdekaan Indonesia turut mengubah pemerintahan yang sebelumnya Republik Indonesia Serikat (RIS) menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Perubahan juga terjadi pada De Javasche Bank yang didirikan Hindia Belanda pada 1828. Peran dan fungsi bank ini kemudian digantikan Bank Indonesia (BI) yang resmi berdiri pada 1953. Saat berjalannya peran dan fungsi BI sebagai bank sentral, uang baru mulai dirilis yang kemudian dikenal dengan nama Rupiah.

Baca Juga: 10 Negara Terkaya di Dunia 2019

Anjlok Pada Tahun 1998

Krisis moneter yang melanda Asia memengaruhi situasi di Indonesia. Krisis yang bermula di Thailand kemudian merambat ke Indonesia melemahkan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat waktu itu. Nilai tukar Rupiah yang berada di angka Rp2.500 per Dolar Amerika Serikat tahun 1997 anjlok menjadi Rp17.000 per Dolar Amerika Serikat. Perekonomian negara memburuk seketika, perusahaan-perusahaan bangkrut, dan bank-bank besar kolaps. Keadaan mulai membaik setelah Soeharto mengundurkan diri dari posisi sebagai Presiden.

Menilik sejarah lahirnya mata uang Indonesia hingga akhirnya ditetapkannya Hari Keuangan Republik Indonesia, merupakan suatu bukti menghargai sejarah. Sebagai kontribusi, Anda juga bisa ikut memperingatinya pada tanggal 30 Oktober setiap tahunnya.

Comments are closed.