Inflasi: Definisi, Penyebab, Jenis, dan Dampaknya

All About Money

Secara umum, pengertian inflasi adalah suatu keadaan perekonomian di mana harga-harga secara umum mengalami kenaikan dalam waktu yang panjang.

Berbeda bila kenaikan harga yang bersifat sementara misalkan saja saat kenaikan harga pada masa lebaran. Kenaikan harga yang terjadi di saat lebaran ini tidak dianggap sebagai inflasi, karena sifatnya sementara, karena di saat masa lebaran selesai harga-harga dapat turun kembali. Inflasi sendiri secara umum dapat terjadi karena jumlah uang beredar lebih banyak daripada yang dibutuhkan. Inflasi merupakan suatu gejala ekonomi yang tidak pernah dapat dihilangkan dengan tuntas. Usaha-usaha yang dilakukan biasanya hanya sampai sebatas mengurangi dan mengendalikannya.

Faktor Penyebab Inflasi

Inflasi adalah gejala-gejala naiknya harga barang-barang yang sifatnya umum dan terjadi secara terus-menerus. Terjadinya kenaikan harga pada satu barang tidak bisa dikatakan bahwa telah terjadi inflasi. Jika terjadi kenaikan harga pada barang secara temporer, misalnya naiknya harga barang menjelang hari raya maka hal seperti itu tidak dapat dikatakan sebagai inflasi. Dapat disebut inflasi jika adanya tiga faktor, yang di antaranya:

  1. Kenaikan Pada Harga

Harga barang-barang dapat dikatakan naik jika harganya menjadi tinggi dari harga-harga sebelumnya, misalnya harga BBM minggu sekarang lebih mahal dibanding minggu kemarin dan perbandingan harganya-pun cukup jauh.

  1. Bersifat Umum

Kenaikan harga pada suatu barang tidak bisa dikatakan jika naiknya harga barang tersebut tidak menimbulkan kenaikan harga-harga barang lainnya, misalnya jika BBM naik cukup tinggi maka harga barang-barang yang lain akan ikut naik, maka hal tersebut dapat dikatakan sebagai inflasi.

  1. Berlangsung Secara Terus Menerus

Naiknya harga pada suatu barang tidak bisa disebut inflasi jika naiknya harga barang tersebut terjadinya hanya sesaat saja. Seperti yang disebutkan pada pengertian inflasi di atas, inflasi tidak terjadi begitu saja, tapi disebabkan oleh berbagai faktor. Secara umum, penyebab inflasi adalah karena terjadinya kenaikan permintaan dan biaya produksi. Selengkapnya, berikut ini adalah beberapa penyebab inflasi:

Meningkatnya Permintaan (Demand Pull Inflation)

Inflasi yang terjadi disebabkan karena peningkatan permintaan untuk jenis barang/ jasa tertentu. Dalam hal ini, peningkatan permintaan jenis barang/ jasa tersebut terjadi secara agregat (agregat demand). Hal ini terjadi bisa disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya: Meningkatnya belanja pemerintah, meningkatnya permintaan barang untuk diekspor, juga meningkatnya permintaan barang untuk swasta.

Meningkatnya Biaya Produksi (Cost Pull Inflation)

Inflasi yang terjadi karena meningkatnya biaya produksi. Adapun peningkatan biaya produksi disebabkan oleh kenaikan harga bahan-bahan baku, misalnya harga bahan bakar naik dan upah buruh naik.

Tingginya Peredaran Uang

Inflasi yang terjadi karena uang yang beredar di masyarakat lebih banyak dibanding yang dibutuhkan. Ketika jumlah barang tetap sedangkan uang yang beredar meningkat dua kali lipat, maka bisa terjadi kenaikan harga-harga hingga 100 persen. Hal ini bisa terjadi ketika pemerintah menerapkan sistem anggaran defisit, di mana kekurangan anggaran tersebut diatasi dengan mencetak uang baru. Namun, hal tersebut membuat jumlah uang yang beredar di masyarakat semakin bertambah dan mengakibatkan inflasi.

Jenis-Jenis Inflasi

Inflasi dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu berdasarkan tingkat keparahan, penyebab, dan sumbernya. Berikut penjelasan selengkapnya:

Jenis Inflasi Berdasarkan Tingkat Keparahannya

Berdasarkan hasil pengukuran indeks harga, Boediono, dalam bukunya berjudul Ekonomi Makro: Seri Sinopsis Pengantar Ilmu Ekonomi No. 2 membedakan inflasi menjadi empat tingkat, yaitu:

  1. Inflasi Ringan : < 10 persen per tahun. yaitu inflasi yang mudah untuk dikendalikan dan belum begitu menganggu perekonomian suatu negara. Terjadi kenaikan harga barang/ jasa secara umum, yaitu di bawah 10 persen per tahun dan dapat dikendalikan.
  2. Inflasi Sedang : 10 – 30 persen per tahun. yaitu inflasi yang dapat menurunkan tingkat kesejahteraan masyarakat berpengahsilan tetap, namun belum membahayakan aktivitas perekonomian suatu negara. Inflasi ini berada di kisaran 10 hingga 30 persen per tahun.
  3. Inflasi Berat : 30 -100 persen per tahun. yaitu inflasi yang mengakibatkan kekacauan perekonomian di suatu negara. Pada kondisi ini umumnya masyarakat lebih memilih menyimpan barang dan tidak mau menabung karena bunganya jauh lebih rendah ketimbang nilai inflasi. Inflasi ini berada di kisaran 30 hingga 100 persen per tahun.
  4. Hiperinflasi : >100 persen per tahun. yaitu inflasi yang telah mengacaukan perekonomian suatu negara dan sangat sulit untuk dikendalikan meskipun dilakukan kebijakan moneter dan fiskal. Inflasi ini berada di kisaran 100 persen ke atas per tahun.

Jenis Inflasi Berdasarkan Penyebabnya

Berdasarkan penyebabnya, inflasi dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:

  1. Demand pull inflation, yaitu inflasi yang terjadi karena permintaan akan barang/ jasa lebih tinggi dari yang bisa dipenuhi oleh produsen.
  2. Cost push inflation, yaitu inflasi yang terjadi karena terjadi kenaikan biaya produksi sehingga harga penawaran barang naik.
  3. Bottle neck inflation, yaitu inflasi campuran yang disebabkan oleh faktor penawaran atau faktor permintaan.

Jenis Inflasi Berdasarkan Sumbernya

Berdasarkan sumbernya, inflasi dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:

  1. Domestic inflation, yaitu inflasi yang bersumber dari dalam negeri. Inflasi ini terjadi karena jumlah uang di masyarakat lebih banyak daripada yang dibutuhkan. Inflasi jenis ini juga dapat terjadi ketika jumlah barang/ jasa tertentu berkurang sedangkan permintaan tetap sehingga harga-harga naik.
  2. Imported inflation, yaitu inflasi yang bersumber dari luar negeri. Inflasi ini terjadi pada negara yang melakukan perdagangan bebas dimana ada kenaikan harga di luar negeri. Contoh, Indonesia melakukan impor barang modal dari negara lain. Ternyata harga barang-barang modal di negara tersebut naik, kenaikan harga tersebut berdampak bagi Indonesia sehingga mengakibatkan inflasi.

Temukan Asuransi Mobil Terbaik Anda

Rp

Dampak Inflasi

Mengacu pada pengertian inflasi di atas, kondisi ekonomi ini memiliki dampak positif dan negatif bagi suatu negara. Berikut ini adalah beberapa dampak inflasi secara umum:

Pendapatan

Inflasi dapat memberikan dampak positif dan negatif terhadap pendapatan masyarakat. Pada kondisi tertentu, misalnya inflasi lunak, justru akan mendorong para pengusaha untuk memperluas produksi sehingga meningkatkan perekonomian. Namun, inflasi akan berdampak buruk bagi mereka yang berpenghasilan tetap karena nilai uangnya tetap sedangkan harga barang/ jasa naik.

Ekspor

Kemampuan ekspor suatu negara akan berkurang ketika mengalami inflasi, karena biaya ekspor akan lebih mahal. Selain itu, daya saing barang ekspor juga mengalami penurunan, yang pada akhirnya pendapatan dari devisa pun berkurang.

Minat Menabung

Seperti yang telah disebutkan pada pengertian inflasi di atas, pada kondisi inflasi minat menabung sebagian besar orang akan berkurang. Alasannya, karena pendapatan dari bunga tabungan jauh lebih kecil sedangkan penabung harus membayar biaya administrasi tabungannya.

Kalkulasi Harga Pokok

Kondisi inflasi akan mengakibatkan perhitungan penetapan harga pokok menjadi sulit karena bisa menjadi terlalu kecil atau terlalu besar. Persentase inflasi yang terjadi di masa depan seringkali tidak dapat diprediksi dengan akurat. Hal ini kemudian akan membuat proses penetapan harga pokok dan harga jual menjadi tidak akurat. Pada kondisi tertentu, inflasi akan membuat para produsen kesulitan dan mengakibatkan kekacauan perekonomian.

Comments are closed.