Ingat, Siapkan Neraca Saldo Sebelum Membuat Laporan Keuangan!

All About Money

Neraca saldo menjadi dasar untuk pembuatan laporan keuangan. Oleh karena itu, penting untuk Anda tahu jenis, fungsi dan komponennya!

Anda yang setiap hari akrab dengan laporan keuangan, mungkin akan tahu dengan salah satu istilah dalam pembukuan yang biasa dilakukan untuk menyusun laporan secara detail. Tahapan dalam akuntansi ini memungkinkan Anda untuk mengetahui keseimbangan atau kesamaan antara jumlah kredit dan debit pada akun-akun yang ada dalam buku besar.

Istilah itu, yaitu neraca saldo. Neraca ini merupakan sebuah tahap dalam siklus akuntansi yang disusun setelah dilakukan pemostingan jurnal umum buku besar. Berisikan suatu daftar dari seluruh jenis nama, beserta saldo total dari setiap akun yang disusun secara sistematis sesuai dengan kode akun yang bersumber dari buku besar perusahaan pada periode tertentu.

Adanya neraca saldo dapat Anda gunakan sebagai patokan agar tidak melakukan kesalahan saat posting atau pemindahbukuan ke kolom debit dan kredit buku besar. Bicara mengenai kesalahan, dalam berasuransi Anda juga harus berhati-hati dalam memilih produk asuransi jiwa yang sesuai. Untuk menghindari kesalahan memilih asuransi, Futuready hadir sebagai broker asuransi online yang mampu membantu Anda mendapatkan asuransi yang aman dan tepercaya.

Baca juga: Produk Finansial yang Wajib Anda Miliki di Masa Depan

Neraca saldo biasanya memuat ringkasan dari akun transaksi beserta saldonya yang berfungsi sebagai dasar untuk menyiapkan laporan keuangan atau sebagai bahan evaluasi. Dengan kata lain, trial balance disusun setelah penyusunan buku besar dan dibuat secara sistematis, sesuai kode akun (tidak acak). Nah, bagi Anda yang belum terlalu memahami berbagai hal mengenai neraca ini, di bawah ini informasinya.

Jenis-jenis Neraca Saldo

Trial balance di bagi dalam berbagai jenis, Anda bisa membuatnya dalam berbagai tipe dan tahapan. berikut tiga jenis neraca yang biasa digunakan untuk menyusun pembukuan diantaranya.

Neraca Saldo Sebelum Penyesuaian (Undjusted Trial Balance)

Neraca jenis ini dibuat untuk menemukan kesalahan pada kredit dan debit. Pembuatan neraca belum disesuaikan hanya memuat daftar saldo dari buku besar. Anda lebih mudah menemukan ketidaksesuaian yang terdapat dalam pembukuan. Dengan mengetahui kesalahan tersebut, Anda bisa melakukan perbaikan yang tepat. Umumnya, pengusaha akan melakukan prosedur ini untuk menemukan dan memperbaiki pembukuan.

Baca juga: Neraca Pembayaran: Mengetahui Struktur Ekonomi Negara

Neraca Saldo Setelah Penyesuaian (Adjusted Trial Balance)

Perhitungan pada neraca setelah penyesuaian telah memperhitungkan banyak hal. Biasanya, pembukuan didasarkan pada saldo dari akun yang telah disesuaikan. Proses penyesuaian memang diperlukan untuk mengetahui pos dana mana yang seharusnya tidak terhitung. Neraca jenis ini umumnya digunakan pada prinsip akuntansi berbasis aktual. Daftar saldo akan disusun terlebih dahulu, guna mempermudah perhitungan.

Neraca Saldo Setelah Penutupan (Post-Closing Trial Balanced)

Setelah proses perhitungan dan pembukuan selesai, Anda harus menentukan neraca penutup. Pada neraca saldo ini, Anda harus menentukan saldo awal untuk periode produksi selanjutnya. Daftar saldo neraca harus sesuai dengan saldo akhir dan akun yang telah dibukukan. Perusahaan akan membuat neraca ini di setiap akhir periode usai semua jurnal dan data dimasukkan.

Fungsi Neraca Saldo

Fungsi Neraca Saldo

Neraca saldo dibuat tentu untuk sebuah tujuan dalam penunjang pembukuan. Jika di telisik menurut fungsinya Trial balance bisa dibedakan menjadi 4 fungsi utama, yaitu:

  • Fungsi Persiapan: untuk mempersiapkan pembuatan laporan akhir keuangan pada suatu perusahaan.
  • Fungsi Koreksi: tempat melakukan koreksi terhadap seluruh catatan serta siklus akuntansi yang telah dilakukan. Dalam laporan trial balanceakan diketahui apakah ada kekurangan atau kesalahan pencatatan dengan cara melihat kesamaan pada hasil akhir pada kolom debit dan kredit.
  • Fungsi Monitoring: maksudnya fungsi trial balanceadalah untuk melakukan pengawasan pada setiap akun dalam keuangan perusahaan.
  • Fungsi Pencatatan: tempat melakukan beberapa macam pencatatan, dalam hal ini pencatatan yang di lakukan adalah pencatatan data-data pada setiap akun rekening. Fungsi ini juga merupakan bagian utama dari fungsi ilmu akuntansi, yaitu mencatat.

Fungsi Neraca Saldo pada Bisnis

Fungsi Neraca Saldo pada Bisnis

Fungsi dari trial balance adalah untuk memastikan bahwa semua entri yang dibuat dalam buku besar telah seimbang. Trial balance mencantumkan saldo akhir di setiap akun buku besar umum. Jumlah total dari debit dan kredit dalam setiap entri akuntansi seharusnya cocok.

Oleh karena itu, jika total debit dan total kredit pada saldo percobaan tidak cocok, ini menunjukkan bahwa satu atau lebih transaksi dicatat dalam buku besar umum yang tidak seimbang. Namun lebih dari itu, fungsi trial balance secara keselurahan adalah seperti:

  • Untuk menyajikan kepada pemilik usaha daftar konsolidasi semua saldo buku besar.
  • Jika total sisi atau kolom debit sama dengan total sisi kredit, trial balance berarti sudah cocok. Kalau tidak, berarti ada beberapa kesalahan telah dilakukan dalam beberapa akun atau pencatatan.
  • Ini adalah metode terpendek untuk memverifikasi keakuratan entri hitung yang dibuat dalam buku besar.
  • Ini akan membantu dalam persiapan pembuatan laporan kaeuangan akhir seperti : Laporan arus kas, laporan laba rugi, atau neraca.

Komponen Umum Neraca Saldo

Komponen Umum Neraca Saldo

Bentuk trial balance pada tiap-tiap perusahaan biasanya tidak memiliki perbedaan yang mencolok. Kebanyakan memiliki bentuk yang sama yaitu tersusun atas 4 kolom utama yang akan digunakan pada proses pembuatan laporan keuangan. Adapun komponen format yang biasanya dibuat terdiri dari:

Kolom Kode Akun

Kolom ini berisikan berbagai kode dari setiap akun yang terdapat dalam buku besar perusahaan. Nomer akun harus ditulis secara sistematis atau urut mulai dari kode 1 yang menunjukkan akun harta hingga kode 4 yang menunjukkan akun beban.

Kolom Nama Akun

Untuk kolom ini berisi berbagai nama akun yang tercantum dalam buku besar perusahaan. Penulisan dalam trial balance di urutkan dari golongan akun harta, hutang, modal, pendapatan dan yang terakhir adalah beban. Nama akun ini ditulis sesuai urutan nomor (kode) akun pada kolom sebelumnya.

Kolom Debit

Selanjutnya adalah kolom debit yang berisikan saldo dari setiap akun di buku besar yang memiliki saldo debit.

Kolom Kredit

Serupa dengan kolom debit, bedanya adalah kolom ini berisikan saaldo dari setiap akun di buku besar yang memiliki saldo kredit. Dari masing-masing komponen di atas tentu memiliki perannya masing-masing dalam menentukan hasil dari perhitungan trial balance. Dari masing-masing komponen tersebut diharapkan Anda teliti dalam memasukannya karena apabila salah maka akan memengaruhi hasilnya.

Baca juga: Urus Surat Izin Usaha Perdagangan, Pahami Prosedurnya!

Informasi di atas semoga dapat membantu Anda dalam memahami lebih jauh mengenai neraca saldo, sehingga ke depannya Anda mampu membuat trial balance dengan baik dan benar. Selamat mencoba ya!

Comments are closed.