Ingin Mengajukan Kredit? Pahami BI Checking Terlebih Dahulu!

All About Money

BI Checking merupakan pegangan bagi para pihak penyedia kredit untuk memastikan bahwa nasabah yang ingin mengajukan kredit masuk dalam kategori yang baik. Mau tahu lebih banyak lagi mengenai BI Checking?

Sekarang ini, banyak badan atau pihak yang memberikan kredit pada seseorang, baik dari pihak bank maupun berbagai jenis perusahaan financial technology atau biasa disebut fintech. Bentuknya pun beragam, mulai dari kartu kredit, kredit tanpa agunan, kredit pemilikan rumah, hingga kredit kendaraan bermotor. Namun, meski sudah semakin banyak pihak yang menawarkan kredit, nyatanya tak membuat proses peminjamannya menjadi mudah.

Faktanya, tak sedikit orang yang permintaannya ditolak oleh pihak bank atau perusahaan yang menawarkan kredit. Bukan masalah pekerjaan dan penghasilan tetap yang saat ini sering dihadapi oleh masyarakat, melainkan BI Checking. BI Checking merupakan catatan informasi lengkap seputar pembayaran kredit yang terdapat dalam Sistem Informasi Debitur.

Seseorang yang pernah melakukan transaksi dalam bentuk kredit akan tercatat secara rinci oleh pihak Bank Indonesia dalam BI Checking ini. Data seperti identitas debitur, pemilik dan pengurus, fasilitas penyedia dana atau pembiayaan yang diterima, agunan, penjamin, serta rekam pembayarannya, semua dicatat oleh pihak Bank Indonesia. Nah, catatan inilah yang digunakan oleh pihak penyedia kredit untuk melihat apakah nasabah dapat menerima dana kredit atau tidak.

Itulah mengapa BI Checking sangatlah penting bagi pihak penyedia kredit. Mereka tentu tak mau ambil risiko dengan memberikan pinjaman atau kredit pada nasabah yang mempunyai catatan yang buruk di BI Checking.

Pihak penyedia kredit yang terdaftar di Bank Indonesia dan Otorita Jasa Keuangan bisa dengan mudah mengakses BI Checking dan melihat track record kredit calon nasabahnya. Bagaimana caranya? Simak alur permintaan BI Checking oleh pihak penyedia kredit di bawah ini!

Alur Permintaan BI Checking Oleh Pihak Penyedia Kredit

Seperti yang dikatakan di atas, pihak penyedia kredit dapat dengan mudah mengakses BI Checking calon nasabahnya. Syaratnya hanya satu, pihak tersebut secara resmi dan legal terdaftar di Bank Indonesia dan juga Otoritas Jasa Keuangan. Setelah syarat tersebut terpenuhi, pihak penyedia kredit dapat melihat secara rinci catatan kredit yang pernah atau sedang aktif dilakukan oleh nasabah.

Alur permintaan BI Checking pun terbilang mudah, cukup melalui tiga langkah saja. Pertama, pihak penyedia kredit melakukan pemeriksaan dan penyelidikan atas pengajuan kredit yang diminta oleh nasabah, salah satunya dengan mengakses Sistem Informasi Debitur (SID).

Langkah selanjutnya, pihak penyedia kredit akan mendapatkan data lengkap seputar kredit yang pernah atau sedang dilakukan oleh nasabah. Poin inilah yang menentukan apakah pihak penyedia kredit akan menyetujui pengajuan kredit yang diminta nasabah atau tidak.

Terakhir, setuju atau tidaknya pihak penyedia kredit terhadap pengajuan yang dilakukan oleh nasabah. Jika setuju, maka pihak penyedia kredit akan memberikan laporan bahwa nasabah akan menjalankan proses kredit pada pihak tersebut ke Bank Indonesia. Namun jika tidak, maka proses berhenti sampai di poin tersebut.

Skor BI Checking yang Diberikan Oleh Bank Indonesia

Sebagai lembaga yang melakukan pencatatan BI Checking, Bank Indonesia memberikan skor pada setiap nasabah yang tercatat pernah atau sedang melakukan kredit pada pihak tertentu. Skor inilah yang digunakan oleh pihak penyedia kredit untuk mengklasifikasikan nasabah mana yang dapat menerima kredit dan mana yang tidak. Yuk, simak skor BI Checking berikut ini!

Skor 1 BI Checking

Skor ini merupakan skor tertinggi pada BI Checking. Bisa dibilang, nasabah yang mendapatkan skor 1 adalah nasabah yang memiliki catatan kredit yang sempurna alias kredit lancar. Artinya, nasabah selalu melakukan kewajibannya untuk membayar cicilan hingga lunas tanpa pernah menunggak sebagai pihak yang mengajukan kredit.

Bila mendapatkan skor ini, pengajuan kredit nasabah pada pihak penyedia kredit akan dengan sangat mudah diterima.

Skor 2 BI Checking

Definisi dari skor 2 adalah kredit dalam perhatian khusus. Maskudnya, nasabah sedang melakukan kredit di salah satu pihak penyedia kredit dan ternyata nasabah tersebut tercatat menunggak cicilan selama 1 hingga 90 hari. Pada poin ini, pihak penyedia kredit akan melakukan pengecekan lebih dalam sebelum akhirnya memutuskan untuk menyetujui kredit yang diajukan oleh nasabah.

Tapi, nasabah dengan skor 2 di BI Checking ini masih masuk dalam kategori yang aman dan kemungkinan untuk mendapatkan kredit masih ada.

Skor 3 BI Checking

Skor 3 menunjukkan bahwa nasabah mengalami kredit tidak lancar. Artinya, nasabah sedang dalam masa peminjaman atau kredit namun cicilannya tertunggak dari 91-120 hari. Nah, pihak penyedia jasa biasanya mulai menarik diri dari proses peminjaman atau pengajuan kredit yang dilakukan oleh nasabah yang masuk dalam skor 3 ini.

Skor 4 BI Checking

Bila nasabah mendapatkan skor 4 di BI Checking, artinya nasabah masuk dalam kategori kredit diragukan. Hal ini terjadi karena nasabah tercatat sebagai nasabah aktif yang sedang melakukan kredit. Namun, cicilannya tertunggak dari 121 hingga 180 hari.

Sudah pasti, pihak penyedia kredit akan menolak pengajuan kredit yang dilakukan oleh nasabah yang mendapatkan skor 4 dari BI Checking.

Skor 5 BI Checking

Skor satu ini merupakan skor terburuk yang ada dalam catatan BI Checking. Nasabah dengan skor 5 dianggap memiliki status kredit macet. Maksudnya, nasabah tercatat sedang melakukan kredit dengan pihak penyedia kredit namun tidak membayar cicilan lebih dari 180 hari.

Jika skor 3 dan 4 sudah ditolak oleh pihak penyedia kredit, tentu Anda tahu jawabannya bila nasabah dengan skor 5 ini mengajukan kredit pada pihak terkait.

Temukan Asuransi Mobil Terbaik Anda

Rp

Itulah serba-serbi BI Checking yang sangat menentukan apakah pengajuan kredit nasabah pada pihak penyedia kredit diterima atau tidak. Nah, bagi Anda yang ingin mengajukan kredit, pastikan bahwa nama Anda memiliki skor yang baik agar proses pengajuan dapat berjalan lancar dan dengan mudah disetujui oleh pihak penyedia kredit.

Comments are closed.