Dukung Inklusi Keuangan Negara dengan Bijak Mengelola Uang

All About Money

Sikap positif mengelola keuangan bisa diwujudkan dengan ikut menabung pada produk-produk keuangan Negara sebagai bentuk mendorong inklusi keuangan Negara.

Pada tahun 2017, Indonesia diberikan penghargaan sebagai Global Inclusion Award 2017, hal itu dikarenakan Indonesia menjadi Negara terbaik se-Asia Pasifik dalam pencapaian inklusi keuangan. Prestasi tersebut adalah tolok ukur dari sejauh mana upaya dalam merealisasikan financial inclusion. Jika benar-benar sepenuhnya tercapai, inklusi keuangan diharapkan dapat mengurangi angka kemiskinan di Indonesia.

Baca juga: Tip Berinvestasi dengan Tabungan Emas Pegadaian

Anda tahu apa itu inklusi keuangan atau financial inclusion? BI dan OJK adalah dua lembaga yang berupaya untuk mewujudkan inklusi keuangan di Indonesia. Sebab akan besar manfaatnya nanti bagi kita semua.

Karena itu, Negara bersama Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus berusaha agar target financial inclusion terpenuhi. Dalam pelaksanaannya, keterlibatan banyak pihak sangat diharapkan untuk mendorong program ini. Sebagai bagian dari masyarakat yang perannya diperhitungkan dalam financial inclusion, Anda perlu mengetahui lebih dalam tentang financial inclusion, berikut penjelasannya.

Definisi Inklusi Keuangan

ragam inklusi keuangan

source: wikipedia.org

berdasarkan Strategi Nasional Keuangan Inklusif dari Bank Indonesia, inklusi keuangan yaitu hak setiap orang untuk memiliki akses dan layanan penuh dari lembaga keuangan secara tepat waktu, nyaman, informatif, dan terjangkau biayanya dengan penghormatan penuh kepada harkat dan martabatnya.

Pada hakikatnya, layanan keuangan tersedia bagi seluruh segmen masyarakat dari berbagai daerah dan wilayah. Sementara itu, visi nasional keuangan inklusif dari BI dirumuskan, yakni mewujudkan sistem keuangan yang dapat diakses seluruh lapisan masyarakat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, penanggulangan kemiskinan, pemerataan pendapatan, dan terciptanya stabilitas sistem keuangan di Indonesia.

Faktanya, hingga saat ini akses keuangan di Indonesia masih belum merata. Menurut data Global Findex 2014, tercatat orang Indonesia yang memiliki akses dengan lembaga keuangan hanya sekitar 36%, sisanya masih tergolong unbankable atau belum tersentuh akses keuangan.

Atas dasar inilah, Negara berkeinginan meningkatkan akses keuangan di semua lapisan masyarakat. Hal ini telah diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) No. 82 Tahun 2016 yang juga menjadi awal dari langkah menjalankan program financial inclusion.

Kelak dengan terwujudnya financial inclusion, jumlah masyarakat yang menabungkan uangnya meningkat, yang menginvestasikan dananya bertambah, mencari modal usaha dari bank, dan memproteksi diri dengan asuransi. Dengan begitu, diharapkan ekonomi akan bertumbuh dengan baik, angka kemiskinan berkurang, dan kesenjangan menyempit.

Gerakan untuk Mewujudkan Inklusi Keuangan

Menabung menjadi tanda dari berjalannya financial inclusion. Gerakan “Ayo Menabung” yang dikampanyekan OJK merupakan cara agar masyarakat terdorong untuk memakai layanan keuangan (finansial/perbankan). Apa saja gerakan-gerakan menabung yang sudah berjalan di Indonesia?

Ayo Menabung Emas

Ajakan menabung juga dikampanyekan oleh Pegadaian. Namun, bukan tabungan uang atau saham, melainkan tabungan emas. Karena harga emas 1 gram sekitar Rp 500 ribu, bukan berarti kalau tidak memiliki uang dalam jumlah banyak, tidak bisa menabung emas. Justru tabungan emas membantu orang-orang dengan modal minim untuk memiliki emas.

ragam inklusi keuangan

Caranya dengan menyisihkan uang dan ditabung, nasabah bisa memiliki emas yang berada dalam penguasaan Pegadaian sampai beratnya mencapai berat tertentu. Jika memerlukan dananya, Anda harus menabungkan dana hingga setara dengan harga 1 gram emas.

Sementara jika dana yang ditabungkan ingin ditukar dengan emas batangan, Anda bisa melakukan order cetak emas mulai dari 5 gram, 10 gram, 25 gram, 50 gram, dan 100 gram. Lalu, bagaimana cara membuka rekening tabungan emas? Anda bisa langsung melihatnya di pegadaian.co.id dan melengkapi formulir pendaftarannya dengan fotokopi KTP.

Yuk Nabung Saham

Dikampanyekan Bursa Efek Indonesia (BEI), “Yuk Nabung Saham” merupakan cara menarik minat masyarakat untuk berinvestasi di pasar modal dengan secara teratur membeli saham. Berangkat dari data September 2015, jumlah investor aktif di Indonesia saat itu sebesar 30%. Melihat fakta itulah BEI kemudian melakukan kampanye yang kemudian dikenal sebagai “Yuk Nabung Saham”.

Baca juga: Sudah Menabung Dana Pensiun Sedari Dini?

Sejak kampanye “Yuk Nabung Saham” dari data Desember 2016, jumlah investor aktif di Indonesia meningkat menjadi 35% dari total investor pasar modal di Indonesia. Ada sejumlah alasan menurut BEI kenapa menabung saham itu menguntungkan, yaitu:

  • Tahan terhadap inflasi.
  • Menyelamatkan masa depan karena keuntungannya terus bertumbuh.
  • Mewujudkan keinginan dengan returnyang didapat.

Cara untuk membuka tabungan saham terbilang mudah sebagaimana yang diinformasikan idx.co.id. sebagai berikut:

  • Siapkan dokumen pribadi: fotokopi KTP, NPWP (jika ada), halaman depan buku tabungan, dan materai Rp6.000 (2 lembar).
  • Isi formulir di perusahaan sekuritas yang dipilih.
  • Setorkan dana awal ke nomor rekening dana investor.
  • Siap berinvestasi.

Perlu diketahui dengan modal Rp100 ribu, Anda telah bisa memiliki tabungan saham.

Menabung di SimPel/SimPel iB

SimPel yang merupakan singkatan dari Simpanan Pelajar merupakan bentuk tabungan yang dikhususkan untuk pelajar. Tabungan SimPel tersedia di banyak bank nasional di Indonesia, seperti Mandiri, BNI, BRI, BCA, BTN, Bank Permata, BJB, dan Bank Jatim.

Selain itu, beberapa bank syariah juga menyediakannya, seperti Muamalat, Bank Syariah Mandiri, BRI Syariah, BNI Syariah, BCA Syariah, dan Bank Panin Syariah.

Perbedaan yang tampak jelas dari Tabungan SimPel dengan tabungan pada umumnya adalah tidak adanya bunga sebagai keuntungan pada Tabungan SimPel. Sebagai gantinya, ada program reward sesuai ketentuan bank.

Menabung untuk Masa Depan

ragam inklusi keuangan

source: https://sikapiuangmu.ojk.go.id/

Gerakan menabung yang satu ini bertujuan agar banyak yang mau mempersiapkan dana pensiun. OJK memandang perlu masyarakat memiliki dana pensiun agar masa depannya terjamin. Dengan begitu, masyarakat yang bekerja tidak khawatir akan nasibnya setelah pensiun. Tidak cemas darimana untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan tidak takut menghadapi masa pensiun.

Selama ini program pensiun yang sudah berjalan dan wajib adalah program dari BPJS Ketenagakerjaan. Ada dua program dari BPJS Ketenagakerjaan yang terkait dengan pensiun: Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Pensiun.

Selain program BPJS Ketenagakerjaan, ada pilihan lain dalam mempersiapkan tabungan untuk masa depan, yaitu Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK). Untuk yang satu ini, sifatnya tidak wajib sehingga keikutsertaanya tergantung pada perusahaan atau pemberi kerja. Namun, tenang Anda bisa menyiapkan DPLK sendiri tanpa perlu keterlibatan perusahaan.

Besar atau kecilnya dana pensiun, baik melalui BPJS Ketenagakerjaan dan DPLK yang didaftarkan perusahaan, bergantung pada besar kecilnya gaji yang diterima. Makin besar gaji yang diterima, makin besar tabungan masa depan yang dipersiapkan.

Baca juga: DPLK, Proteksi dan Investasi di Hari Tua

Inklusi dalam bidang keuangan yang terus diupayakan Negara akan pasti tercapai jika banyak pihak yang terlibat atau berpartisipasi. Praktik financial inclusion bagi keuangan pribadi dapat menumbuhkan sikap positif dalam mengelola keuangan. Anda bisa memulai dengan membuka tabungan, pilih tabungan yang sesuai dengan tujuan Anda, apakah itu menabung di bank, menabung saham, emas ataupun tabungan pensiun. Jadi, sudah siap memilih produk keuangan mana yang sesuai dengan kebutuhan Anda?

Comments are closed.