Instrumen Investasi Tahan Inflasi, Penting Dipelajari!

All About Money

Ingin investasi, tapi khawatir dengan inflasi? Jangan khawatir, berikut ini beberapa inflasi yang wajib Anda ketahui.

Apa reaksi Anda ketika mendengar kata inflasi tinggi? Pemahaman mengenai kata inflasi memang erat kaitannya dengan keadaan ekonomi dunia termasuk di negara sendiri. Hal tersebut karena inflasi merupakan kondisi yang mampu mengubah kondisi ekonomi di mana nilai uang menyusut sehingga nilai aset yang kita miliki juga ikut mengalami penurunan.

Karenanya sangat penting memilih produk investasi yang mampu bertahan dalam kondisi inflasi. Walau pemerintah dengan berbagai upayanya membantu terus menjaga supaya tidak terjadi inflasi tinggi, tapi banyak risiko yang bisa saja terjadi. Banyak hal yang bisa menyebabkan inflasi terjadi, mulai dari jumlah uang yang beredar hingga kenaikan harga komoditi impor.

Baca juga: Investasi Online yang Bisa Dicoba Para Kawula Muda

Risiko ekonomi ini bisa terjadi dan berdampak bagi siapa saja termasuk Anda. Oleh karena itu, berjaga-jaga dengan memiliki aset investment yang tahan goncangan bisa jadi solusi. Memiliki asuransi jiwa juga bisa menjadi satu cara yang tepat untuk menghadapi hal yang tak diduga di kemudian hari. Kunjungi website resmi Futuready, Anda akan menemukan berbagai jenis produk asuransi jiwa yang sesuai dengan yang Anda butuhkan.

Semua hal yang menjadi dampak inflasi tentu menjadi hal yang memberi ketidakpastian bagi Anda sebagai investor ataupun perorangan. Karenanya mencari aset investment yang lebih stabil merupakan jalan tengahnya. Di bawah ini beberapa produk investasi yang memungkinkan untuk Anda miliki saat inflasi terjadi. Catat ya!

Beberapa Instrumen Investasi Tahan Inflasi

tak semua instrumen investasi bisa Anda pilih jika Anda dihadapkan pada kondisi ekonomi yang sedang mengalami inflasi. Karenanya penting bagi Anda mempelajari beberapa diantara investment yang aman jika terjadinya inflasi, diantaranya:

Emas

investasi emas

Meskipun harganya berubah setiap hari, daya tarik emas dan kelangkaan emas menjadikannya salah satu dari banyak ‘safe haven’ atau aset paling aman yang populer di kalangan investor yang ingin keluar dari gejolak pasar saham. Emas sekarang ini dijual dengan harga lebih dari US$ 1.500 per ons, level tertinggi dalam enam tahun.

Meskipun nilai emas berfluktuasi dalam jangka pendek, namun pergerakannya tahan terhadap inflasi dan deflasi. Selain itu, ketidakpastian geopolitik telah menaikkan permintaan emas, membuat harganya lebih tinggi karena investor banyak yang berpindah berinvestasi ke logam. Fakta bahwa emas tetap menjadi komoditas berharga selama berabad-abad membentuk preseden yang kuat untuk menjadikannya sebagai aset alternatif.

Deposito

Deposito termasuk investment yang cocok untuk investor pemula karena rendah risikonya. Hal yang perlu diingat, bunga deposito dikenakan pajak 20%. Untuk meraih keuntungan optimal, pilih deposito yang bunganya lebih tinggi dari inflasi setelah dikurangi pajak.

Agar mampu menghadapi perubahan tingkat inflasi, sebaiknya pilih deposito berjangka waktu pendek semisal 1 bulan atau 3 bulan. Jika tingkat inflasi melambung melebihi bunga deposito, Anda bisa segera mencairkannya tanpa terkena penalti. Begitu juga saat suku bunga naik, deposito jangka pendek bisa memberikan potensi keuntungan lebih besar karena dapat lebih cepat diperbaharui mengikuti suku bunga yang baru.

Obligasi Negara

investasi Obligasi Negara

Berinvestasi di obligasi Treasury (T-bonds) terkenal lebih aman dibandingkan saham. Itu karena T-bonds dijamin oleh pemerintah federal, yang dapat meningkatkan pajak atau memotong pengeluaran untuk memastikan pembayaran dilakukan kepada pemegang obligasi. Ini berarti, Treasury AS memiliki risiko gagal bayar yang sangat kecil.

Meskipun obligasi pemerintah tidak sepenuhnya tangguh selama resesi ekonomi, namun sifat beli-tahan (buy-and-hold) dan pembayaran kupon yang stabil, jelas menarik bagi investor yang tidak begitu menyukai volatilitas di pasar saham.

Properti

Seperti halnya saham-saham defensif, real estat merupakan kebutuhan bagi individu, dan ketika populasi dunia bertambah, berinvestasi di sektor ini jelas menguntungkan. Harga rumah umumnya turun selama resesi. Jika ekonomi mengikuti siklus historisnya dan pulih dari posisi terendahnya, harga rumah akan naik kembali.

Baca juga: Yuk, Cari Tahu Seputar NJOP untuk Urusan Properti!

Real estat juga hadir dalam berbagai bentuk, sehingga investor dapat memilih jenis rumah seperti apa untuk investment, mulai dari apartemen studio tunggal hingga rumah mewah. Menyewakan rumah atau apartemen yang dibeli juga dapat berfungsi sebagai aliran pendapatan tetap saat pemilik menunggu untuk menjualnya.

Saham Defensif

Kategori saham defensif terdiri dari perusahaan di segmen makanan, perlengkapan rumah, perawatan kesehatan, utilitas, dan real estat. Saham semacam itu juga cenderung membayar dividen kepada pemegang sahamnya, menjamin bentuk pendapatan yang kecil namun stabil.

Saham defensif cenderung mengungguli sektor-sektor lain selama resesi karena kuatnya kebutuhan terhadap hal-hal tersebut. Bahkan selama periode resesi ekonomi, konsumen akan membutuhkan produk yang dijual oleh perusahaan-perusahaan tersebut, dan permintaan yang tetap ada membuat perusahaan-perusahaan ini bertahan bahkan selama masa ekonomi yang paling sulit.

Beberapa saham defensif besar termasuk Coca-Cola, Johnson & Johnson, dan Philip Morris. Perusahaan-perusahaan ini masih berdagang setiap hari dan mengikuti tren pasar yang luas, tetapi bagi mereka yang lebih suka menyimpan uang mereka di saham, bisnis ini memiliki pengembalian yang lebih baik daripada sektor yang lain di pasar yang sedang lesu (bearish).

Dolar

investasi dolar

Sudah banyak yang tahu bahwa dolar AS masih menjadi salah satu aset paling stabil di seluruh dunia. Berinvestasi di uang tunai menjauhkan para investor dari gejolak liar harga saham. Bahkan, nilainya bisa naik saat masa deflasi, ketika daya beli dolar naik.

Cadangan uang tunai juga memberi para investor peluang untuk membeli aset-aset lain ketika harganya turun selama krisis ekonomi. Membeli aset pada saat harganya rendah membuat biaya rata-rata kepemilikan menjadi rendah. Investor juga bisa mendapatkan pengembalian yang menguntungkan ketika pasar rebound.

Reksa Dana Pasar Uang

Reksa dana menjadi instrumen investasi idola kaum milenial. Selain harganya terjangkau, transaksi reksa dana pun bisa dilakukan melalui aplikasi di telepon pintar. Anda juga tidak perlu harus ahli karena ada investment Manager yang mengurus investasi Anda.

Sama seperti deposito, reksa dana pasar uang risikonya relatif kecil. Minimal 80% investment reksa dana ini dialokasikan pada deposito dan surat utang pemerintah yang jatuh temponya kurang dari 1 tahun. Rata-rata imbal hasil reksa dana pasar uang pun lebih tinggi dibandingkan deposito dan tidak dikenakan pajak. Karena itu reksa dana pasar uang cocok digunakan untuk menjaga ketersediaan atau likuiditas dana dalam jangka pendek yang berpotensi memberikan keuntungan di tengah inflasi.

Baca juga: Daftar-Daftar Mata Uang Dunia yang Terkenal

Dengan memilih investasi yang tepat, Anda tak perlu khawatir dengan inflasi sebab produk yang Anda ambil kecil risiko mengalami penurunan nilai. Karenanya, sebelum memulai berinvestasi ada baiknya Anda pelajari terlebih dahulu seluk beluk instrumennya. Tetap aman berinvestasi ya!

Comments are closed.