Investasi Sukuk, Investasi Halal dan Menguntungkan

All About Money

Investasi sukuk hadir untuk orang-orang yang ingin berinvestasi sesuai dengan hukum yang belaku dalam agama Islam. Keuntungan yang didapat sudah pasti halal.

Kesadaran orang-orang di Indonesia untuk berinvestasi semakin lama semakin besar. Bahkan, saat ini, investasi seakan menjadi budaya baru yang diterima oleh setiap orang. Hal ini tak lain karena semakin terbukanya pikiran masyarakat akan pentingnya investasi yang perlu dilakukan di usia produktif.

Kita semua pasti sepakat bahwa investasi adalah salah satu cara untuk menjamin masa depan finansial yang cerah. Apa pun jenis investasinya, tujuannya pasti satu, yaitu untuk mendapatkan finansial yang mapan di kemudian hari, baik untuk diri sendiri, keluarga, maupun keturunan di generasi berikutnya.

Secara garis besar, investasi terbagi menjadi dua, yaitu investasi konkret dan abstrak. Investasi konkret merupakan investasi yang wujudnya terlihat, seperti properti dan emas. Sebaliknya, investasi abstrak tak memiliki bentuk secara nyata namun memiliki nilai yang dapat dikonversikan menjadi uang.

Meski tak berwujud, faktanya investasi abstrak memiliki jenis yang lebih banyak. Obligasi, saham, dan deposito adalah beberapa jenis investasi abstrak yang ada saat ini. Tapi, mengingat mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam, sebagian besar dari investasi tersebut nyatanya tidak sesuai dengan hukum yang berlaku pada Islam. Tak heran jika tidak sedikit orang yang tidak berani melakukan investasi tersebut.

Baca juga: Tabungan Emas, Investasi Minim Modal dan Risiko

Melihat hal ini, berbagai lembaga penerbit investasi yang mayoritas adalah perbankan menerbitkan investasi yang sesuai dengan prinsip dasar syariah Islam. Tujuannya jelas, agar masyarakat yang beragama Islam dapat memiliki investasi tanpa harus melanggar hukum agama yang berlaku. Investasi ini disebut sukuk.

Investasi sukuk adalah efek syariah berupa sertifikat atau bukti kepemilikan yang bernilai sama dan mewakili bagian yang tidak terpisahkan atau tidak terbagi atas aset yang mendasarinya. Jadi, investasi sukuk tidak memiliki riba yang notabene haram dalam agama Islam.

Sebagaimana jenis investasi lainnya, investasi sukuk pun memiliki banyak keuntungan. Bahkan, ada beberapa hal yang membuat investasi sukuk lebih menguntungkan dibandingkan dengan jenis investasi sejenis. Penasaran? Simak selengkapnya di bawah ini!

Baca juga: Deposito Atau Tabungan, Mana Yang Lebih Menguntungkan?

Keuntungan Investasi Sukuk

Minimal Nilai Investasi

Setiap investasi pasti memiliki syarat minimal pemesanan atau pembelian. Hal ini pun berlaku pada investasi sukuk. Bedanya, bila investasi lain memerlukan modal yang cukup besar, investasi sukuk bisa dijalankan hanya dengan modal Rp1 juta.

Hal ini jelas lebih kecil dibandingkan dengan deposito yang diterbitkan oleh pihak perbankan. Jadi, dengan modal sekecil itu, hampir sebagian besar masyarakat di Indonesia dapat berinvestasi. Jumlahnya pun dapat ditingkatkan seiring besarnya keuntungan yang didapatkan dari modal awal.

Lama Investasi

Umumnya, investasi pada pihak perbankan memiliki jangka waktu minimal. Contohnya adalah deposito. Biasanya, deposito memiliki syarat minimal investasi selama 2 tahun. Hal ini pun berlaku pada investaisi sukuk. Sebagian besar investasi sukuk memiliki jangka waktu minimal investasi selama 2 tahun.

Perbedaannya terletak pada sistem pencairan awal. Pemilik investasi sukuk dapat mencairkan dana lebih awal untuk alasan tertentu tanpa terkena biaya sedikit pun. Hal ini jelas berbeda jika dibangingkan dengan deposito. Jika pemilik ingin mencairkan dana lebih awal, akan ada penalti yang diberikan oleh pihak penyelenggara deposito. Tentu penalti tersebut dalam agama Islam dianggap sebagai sesuatu yang haram.

Baca juga: Penjelasan Seputar Rekening Koran Yuk Cari Tahu!

Sistem Pembagian Keuntungan

Umumnya, sistem pembagian keuntungan dilihat dari keuntungan total yang didapatkan oleh pihak penyelenggara investasi. Contoh paling mudah adalah deposito. Sistem pembagian keuntungan pada deposito tergantung pada hasil keuntungan totalnya. Jika keuntungan yang didapat tidak sesuai, maka keuntungan yang dibagi pada investasi pun ikut menyusut.

Hal ini tidak berlaku pada investasi sukuk. Sejak awal, investor sudah melakukan perjanjian untuk mendapatkan keuntungan minimal sekian persen. Saat keuntungan total yang didapat tidak memenuhi target, keuntungan yang dibagi pada investor akan tetap sama. Namun, jika keuntungan melebihi target, keuntungan untuk investor pun ikut meningkat.

Keamanan Investasi

Setiap investasi pasti memiliki risiko. Namun, tentu beda jenis investasi, beda pula besar risikonya. Bisa dibilang, investasi sukuk memiliki risiko yang kecil. Pasalnya, jenis investasi ini tidak terlalu terpengaruh oleh fluktuasi pasar. Jadi, bagaimana pun kondisinya, pada saat jangka waktu investasi selesai, nilainya tidak akan berkurang.

Berbeda dengan jenis investasi lainnya yang notabene tergantung pada kestabilan harga di pasaran. Maka, tak heran jika tidak dikelola dengan baik dan matang, hasil investasi seperti deposito dan saham justru memberikan kerugian, bukan keuntungan.

Seperti berbagai jenis invetasi lainnya, ada mekanisme yang harus dilakukan untuk mendapatkan investasi sukuk. Mari kita lihat mekanismenya berikut ini!

Mekanisme untuk Mendapatkan Investasi Sukuk

Melalui Mekanisme Pasar Perdana

Mekanisme satu ini mengharuskan kita membeli langsung pada agen yang ditunjuk resmi oleh negara untuk melakukan jual beli sukuk. Terdapat beberapa syarat yang harus dilengkapi, seperti menghubungi agen penjualan Sukuk Ritel yang telah ditunjuk oleh negara.

Kemudian, melakukan pengisian formulir sebagaimana yang telah disediakan oleh pihak Agen Penjual Sukuk Ritel. Selanjutnya melakukan transfer dana sesuai dengan jumlah yang ingin dibeli. Jika semua langkah tersebut sudah dilalui, artinya orang tersebut sudah memiliki investasi sukuk dan tinggal mengikuti jalannya investasi tersebut sampai batas waktu yang ditentukan.

Melalui Mekanisme Pasar Sekunder

Pada mekanisme ini, pembelian dilakukan sebagaimana yang ada dalam proses pembelian obligasi, yaitu melalui mekanisme bursa atau perbankan. Proses memakan waktu kurang lebih 2 minggu hingga pihak pembeli sukuk mendapatkan apa yang disebut dengan Surat Konfirmasi Kepemilikan Sukuk Ritel yang dikeluarkan oleh pihak bursa atau bank umum sesuai dengan mekanisme sekunder yang diikuti.

Investasi sukuk sangatlah direkomendasikan untuk Anda yang ingin memiliki investasi tanpa harus melanggar hukum dalam agama Islam. Jadi, keuntungan yang dapat terjamin kehalalannya. Sudah siap berinvestasi sukuk?

Comments are closed.