5 Pilihan Produk Investasi Syariah yang Disetujui MUI

All About Money

Berbicara mengenai investasi berbasis syariah, apa investasi syariah yang paling menguntungkan saat ini? Cari tahu detailnya agar tidak salah berinvestasi!

Investasi model ini bisa dikatakan sebagai pilihan terbaik bagi umat muslim yang ingin berinvestasi tanpa perlu khawatir dengan riba.

Tentunya Anda pasti sangat sepakat jika investasi adalah solusi bagi sebagian besar masyarakat untuk menyimpan hartanya dengan harapan bisa memperoleh keuntungan dari harta yang sudah diinvestasikan tersebut. Di sisi lain, menginvestasikan harta bisa menjadi tabungan sekaligus meningkatkan kekayaan dengan tingkat keamanan yang cukup tinggi.

Namun bagi Anda yang beragama Islam, kehalalan investasi menurut syariat agama seringkali menjadi tanda tanya besar. Pasalnya saat ini terdapat banyak jenis investasi yang menjanjikan keuntungan yang cepat, berlimpah, tapi cara praktiknya tidak sesuai dengan prinsip-prinsip dalam Islam.

Untungnya saat ini sudah ada investasi berbasis syariah. Pertanyaannya, seperti apa mekanisme dan prosedur di dalam investasi syariah?

Baca juga: Produk Bank yang Paling Banyak Digunakan Saat Ini

Kelebihan Investasi Syariah

Sadar akan begitu pentingnya konsep syariah pastinya akan sangat baik untuk kelancaran investasi Anda ke depannya. Selain halal, dari segi keuntungan tetap bisa Anda dapatkan. Di bawah ini adalah beberapa kelebihan dari investasi berbasis syariah:

Investasi Syariah Bebas dari Riba

Alasan terbesar kenapa umat Muslim terkesan begitu selektif dengan jenis investasi tidak lain karena persoalan riba. Praktik riba ini berhubungan erat dengan bunga yang ditetapkan secara sepihak oleh pihak bank penyelenggara kepada para nasabah. Pada investasi berbasis syariah, dijamin terbebas dari praktik riba.

Tidak Ada Gharar dan Masyir

Praktik gharar dalam perbankan bisa dilihat dengan sistem yang tidak terbuka kepada para nasabahnya. Namun Bank Syariah menerapkan sistem yang sangat terbuka, baik pada saat penanaman modal maupun pada saat penyaluran dana.

Selain itu, investasi berbasis syariah juga meniadakan masyir. Jadi sejak awal Bank Syariah akan menjelaskan kepada para nasabahnya terkait dengan harga. Sehingga dalam praktiknya tidak akan ada lagi spekulasi mengenai uang yang harus dibayarkan secara tiba-tiba.

Baca juga: Produk Finansial yang Wajib Dimiliki Agar Masa Depan Bahagia

Produk Investasi Syariah Bersertifikat Halal dari MUI

Bagi Anda yang masih bingung ingin menginvestasikan hartanya pada produk investasi jenis apa, mungkin lima produk investasi syariah yang sudah disetujui MUI di bawah ini bisa menjadi opsinya. Memangnya apa saja itu?

Investasi Berbentuk Properti

Bagi Anda yang tidak mau ribet, sudah pasti menguntungkan, dan sesuai dengan syariat Islam maka investasi dalam bentuk properti bisa menjadi pilihan terbaiknya. Investasi jenis ini tidak butuh pertimbangan yang bertele-tele dengan segala perhitungannya. Anda tinggal membeli properti yang sesuai dengan kemampuan Anda.

Perlu diingat, proses pembelian properti tidak melibatkan sistem bunga. Oleh sebab itu, sangat dianjurkan untuk membeli properti dengan cara tunai dibandungkan dengan memilih sistem kedit. Bagaimana jika modalnya belum cukup?

Opsi lain yang bisa Anda pilih adalah dengan mengambil KPR berbasis syariah. Metodenya tidak menggunakan bunga, tapi menggunakan sistem margin. Jadi dari awal pihak Bank Syariah sudah menetapkan persentase margin yang harus Anda bayarkan, dan ini bersifat tetap hingga akhir cicilan nanti.

Deposito Bagi Hasil

Perbedaan dari deposito konvensional dengan deposito syariah adalah pada proses penetapan keuntungan. Pada deposito konvensional, persentase keuntungan berdasarkan pada bunga yang sudah ditetapkan sejak awal.

Sementara pada deposito syariah, keuntungan yang akan Anda dapatkan berasal dari bagi hasil yang menyesuaikan dengan keuntungan bersih pengelolaan dana. Perjanjian seperti ini di dalam Islam dikenal dengan akad mudharabah, yakni perjanjian yang disepakati oleh pihak pemilik modal dan pihak pengelola modal.

Investasi Emas

Paling sering dipraktikkan oleh masyarakat Indonesia dan ternyata investasi emas ini merupakan jenis investasi yang paling dianjurkan oleh syariat Islam. Pasalnya, investasi emas lebih stabil, karena harganya yang selalu naik secara progresif dari tahun ke tahun.

Bagaimna jika Anda melakukan kredit emas lantaran modal yang dimiliki belum cukup?

Ternyata MUI sudah mengelurkan fatwa berkaitan dengan jual beli emas non-tunai. MUI memutuskan jual beli emas secara kredit masuk dalam kategori berbuatan mubah atau diperbolehkan. Meskipun demikian, dalam prosesnya ada beberapa syarat ketentuan yang mengikutinya, seperti:

  1. Harga jual emas tidak boleh bertambah selama masa perjanjian.
  2. Emas tersebut tidak boleh dijadikan barang jaminan.
  3. Emas tadi juga tidak diperbolehkan untuk dijadikan sebagai objek akad lain yang bisa menyebabkan perpindahan kepemilikian.
  4. Diperbolehkan selama emas belum menjadi alat tukar resmi.

Baca juga: Pembiayaan Syariah: Jenis-jenis Beserta Manfaatnya

Temukan Asuransi Mobil Terbaik Anda

Rp

Investasi Syariah Berupa Raksa Dana

Pada dasarnya, raksa dana masuk dalam salah satu instrumen investasi yang sudah sesuai dengan syariat Islam. Alasannya, modal yang ditentukan dikelola secara produktif. Selain itu, pengelolaannya pun harus dilakukan secara terbuka atau transparan. Anda perlu perhatikan adalah tidak ada unsur riba dalam prosesnya. Selain itu, dari segi pengelolaannya harus mengandung unsur halal.

Surat Berharga Syariah Negara

Jenis investasi syariah terakhir yang bisa Anda pilih adalah Surat Berharga Syariah Negara atau SBSN. SBSN adalah obligasi atau surat utang yang diatur dengan menggunakan metode syariah. Artinya, surat yang diperjualbelikan tidak berasal dari proses jual beli produk haram. Selain itu, pada proses penyerahannya, data yang diberikan haruslah transparan.

Melihat berbagai ketentuan yang sudah dipaparkan di atas tadi, bagi Anda yang ada niatan untuk mulai investasi syariah ditekankan untuk tidak sembarangan pada saat memilih instrumen investasi. Pasalnya, terkadang ada beberapa produk investasi berlabel syariah tapi diterbitkan oleh bank bukan Bank Syariah.

Dengan tahu apa saja cakupan investasi syariah, kini Anda akan lebih mudah untuk memilih produk investasi yang sesuai dengan kapasitas Anda. Dengan memilih Investasi Syariah, harta bertambah banyak hatipun tetap tenang.

Comments are closed.