Memahami Manfaat dari Jaminan Kematian atau JKM

All About MoneyAsuransi

Tidak ada yang tahu berapa umur setiap orang. Namun, semuanya ingin mempersiapkan yang terbaik. Bukan hanya untuk dirinya sendiri tapi juga untuk seluruh anggota keluarga. Salah satu yang dilakukan dengan cara memiliki JKM atau jaminan kematian.

Ada banyak sekali jaminan yang bisa Anda miliki dan semua itu memiliki kelebihan serta manfaat yang berbeda. Misalnya saja jaminan kesehatan yang akan menanggung biaya perawatan selama Anda sakit atau jaminan kecelakaan memberikan dana ketika terjadi kecelakaan.

Lalu, bagaimana dengan JKM? Ini lebih memberikan manfaat untuk orang-orang yang Anda cintai. Meskipun Anda tidak lagi bisa bersama mereka, Anda tetap bisa membantu mereka.

Baca juga: Seberapa Penting Iuran Jaminan Pensiun untuk Kebahagiaan di Masa Depan?

Apa Itu Jaminan Kematian?

JKM singkatan dari jaminan kematian. Ini semacam asuransi biasa. Hanya saja, klaim bisa dilakukan ketika Anda sebagai peserta meninggal dunia yang tidak disebabkan oleh kecelakaan kerja.

Tidak ada yang tahu konsep masing-masing orang meninggal dunia. Ada yang meninggal dunia di saat berada di area kerja, ada juga yang meninggal akibat suatu penyakit. Contohnya saja pekerja konstruksi bangunan yang mengalami kecelakaan saat bekerja.

Akan tetapi, risiko semacam itu tidak hanya ada di saat Anda bekerja, bukan? Untuk itu, Anda tidak hanya perlu jaminan kecelakaan kerja. Anda juga perlu JKM. Dengan demikian, Anda memiliki jaminan kapan saja, tidak hanya ketika Anda sedang bekerja.

manfaat dari jaminan kematian

Manfaat yang Bisa Didapatkan dari JKM

Seperti yang sudah Anda ketahui tentang definisi JKM, Anda tahu manfaatnya bukan untuk peserta, melainkan untuk ahli waris. Jadi, misalnya Anda meninggal dunia, maka ahli waris Anda yang akan mendapatkan manfaat.

Lalu, apa saja manfaat yang ahli waris Anda akan dapatkan?

Santunan

Manfaat yang paling tinggi yang bisa didapatkan ahli waris adalah santunan. Totalnya sekitar Rp16.200.000. Ini diberikan sekaligus ketika seseorang yang mengikuti program jaminan kematian meninggal dunia. Klaim bisa diajukan dan ahli waris akan langsung mendapatkan uang sebesar Rp16.200.000.

Baca juga: Taspen: Jaminan Pensiun untuk Aparatur Sipil Negara (ASN)

Santunan Berkala

Selain santunan yang sifatnya sekaligus, ada juga santunan berkala. Ini santunan yang diberikan selama satu tahun. Nilainya sebesar Rp200.000. Namun, santunan ini biasanya diakumulasikan dan diberikan sekaligus. Jadi, total yang akan diterima oleh ahli waris adalah Rp4.800.000.

Biaya Pemakaman

Biaya pemakaman juga ditanggung. Biayanya sekitar Rp3.000.000.

Biaya Pendidikan

Untuk ahli waris yang masih menempuh jenjang pendidikan, mereka akan mendapatkan beasiswa. Untuk setiap peserta, jumlah beasiswanya mencapai Rp12.000.000. Namun, ada syaratnya. Peserta JKM harus sudah menjadi peserta selama 5 tahun. Jika tidak, maka manfaat yang satu ini tidak bisa didapatkan oleh ahli waris.

Jadi, total manfaat secara keseluruhan yang bisa didapatkan oleh ahli waris sebesar Rp36.000.000.

Dalam hal ini, ahli waris yang dimaksud adalah suami atau istri dan juga anak. Namun, jika keduanya tidak ada, manfaat JKM akan diberikan ke saudara sedarah menurut garis lurus ke atas dan ke bawah sampai derajat kedua. Bisa juga manfaat diberikan kepada mertua atau pihak yang ditunjuk oleh peserta Jaminan Kematian untuk menjadi ahli waris.

Bagaimana tidak ada sama sekali? Jika tidak ada yang menerima manfaat, biaya pemakaman akan diberikan kepada pihak yang mengurus pemakaman. Sementara itu, manfaat lainnya seperti beasiswa dan santunan diserahkan kepada penyelenggara Dana Jaminan Sosial.

iuran jaminan kesehatan

Siapa yang Membayar Iuran?

Menurut undang-undang, setiap pengusaha harus mendaftarkan karyawan mereka agar memiliki JKM. Namun, tidak semua iuran ditanggung oleh pengusaha. Mereka hanya menanggung 0,3 persen. Selebihnya dibayar atau ditanggung sendiri oleh peserta.

Sama halnya dengan jaminan lainnya, Jaminan Kematian ini juga sudah diatur di dalam undang-undang. Oleh sebab itu, semuanya terikat oleh perundang-undangan. Dan ketika peraturan diubah, maka manfaatnya pun bisa berubah. Jumlah santunan bisa lebih tinggi atau ada manfaat lain yang akan ditambahkan.

Cara Mengajukan Jaminan Kematian

Ketika peserta JKM meninggal dunia, ahli waris hanya perlu mengajukan klaim. Persyaratan yang harus dipenuhi adalah sebagai berikut:

Kartu Tanda Peserta JKM

Syarat pertama adalah menunjukkan kartu tanda peserta JKM. Kartu yang asli yang harus dibawa.

Surat Tanda Kematian

Selanjutnya, seorang ahli waris harus membawa surat tanda kematian. Ini biasanya didapatkan dari kelurahan jika seseorang meninggal di desa tertentu. Namun, ada juga kemungkinan surat kematian ini dikeluarkan oleh pihak kepolisian dan juga rumah sakit.

Cara Mengajukan Jaminan Kematian

Fotokopi Identitas

Syarat selanjutnya adalah menyerahkan salinan identitas diri. Ini bisa berupa KTP, SIM atau Kartu Keluarga. Pastikan salinan kartu identitas diri tersebut masih berlaku.

Kartu Identitas Ahli Waris

Selain kartu identitas peserta JKM, kartu identitas ahli waris juga harus ditunjukkan. Ini sangat penting agar dana yang dicairkan tepat sasaran.

Surat Keterangan dari Kepala Desa

Surat yang satu ini menegaskan bahwa peserta dan juga ahli waris itu masyarakat di sebuah desa tertentu. Ini harus diperkuat dengan adanya surat keterangan yang dikeluarkan oleh kepala desa.

Baca juga: Pilihan Investasi Terbaik Untuk Jaminan Hari Tua

Mengajukan klaim JKM tidaklah sulit. Namun, terkadang ahli waris terlalu larut dalam kesedihan sehingga tidak memiliki waktu untuk mengajukan jaminan. Dalam hal ini, pengajuan bisa dilakukan oleh orang lain. Namun, orang tersebut harus mendapatkan surat kuasa bermeterai.

Comments are closed.