Kepoin Yuk Ini Penjelasan Mengenai Pajak Progresif

All About Money

Pajak progresif memang salah satu kewajiban yang harus dipatuhi di Indonesia. Namun, hanya orang-orang tertentu yang wajib membayar pajak progresif. Lalu, siapa saja yang diwajibkan membayar pajak progresif? Apakah Anda termasuk?   

Ayo… apa selama ini Anda sudah taat membayar pajak? Pastinya sudah, kan? Setiap bulan di slip gaji pasti Anda juga menemukan angka-angka untuk biaya pajak penghasilan yang langsung dipotong dari gaji. Namun, selain pajak penghasilan, pajak apa lagi ya yang harus dibayarkan para wajib pajak?

Anda pernah mendengar pajak progresif? Kalau Anda memang benar-benar belum tahu dan baru mendengar pajak jenis ini, yuk kita cari tahu bersama!

Apa Itu Pajak Progresif?

Sebenarnya, pajak progresif adalah tarif yang dikenakan kepada setiap orang wajib pajak yang memiliki kendaraan lebih dari satu dengan nama dan alamat yang sama. Pajak progresif ini berlaku untuk semua kendaraan, baik sepeda motor ataupun mobil. (Baca juga: Perpanjang SIM, Ini Proses dan Biayanya)

Jadi, bisa dikatakan semakin banyak kendaraan yang Anda dimiliki, maka semakin besar juga besaran pajak yang harus dibayarkan. Sistem pajak progresif ini hampir mirip dengan pajak penghasilan (PPh), di mana semakin besar penghasilan yang didapatkan, maka semakin besar pula pajak yang harus dibayarkan.

pajak progresif kendaraan

Ilustrasi

Mengenai pajak progresif ini, pemerintah telah mengaturnya dalam Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan. Adanya pajak progresif ini sebenarnya secara tidak langsung setiap orang memiliki batasan jumlah kendaraan yang dimiliki dan sekaligus mengurangi kemacetan di ibu kota. Dalam kata lain, jika Anda tidak ingin membayar pajak progresif, usahakan untuk tidak memiliki kendaraan lebih dari satu.

Temukan Asuransi Mobil Terbaik Anda

Rp

Dalam hal ini, pemerintah sudah memiliki draf khusus mengenai tarif pajak progresif. Draf ini berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi DKI Jakarta Nomor 2 Tahun 2015. Berikut ini tarif pajak yang dikenakan terhadap pemilik kendaraan pribadi lebih dari satu:

Kendaraan Besar Pajak
Kendaraan pertama 2%
Kendaraan kedua 2,5%
Kendaraan ketiga 3%
Kendaraan keempat 3,5%
Kendaraan kelima 4%
Kendaraan keenam 4,5%
Kendaraan ketujuh 5%
Kendaraan kedelapan 5,5%
Kendaraan kesembilan 6%
Kendaraan kesepuluh 6,5%
Kendaraan kesebelas 7%
Kendaraan kedua belas 7,5%
Kendaraan ketiga belas 8%
Kendaraan keempat belas 8,5%
Kendaraan kelima belas 9%
Kendaraan keenam belas 9,5%
Kendaraan ketujuh belas 10%

Lalu, bagaimana cara mengitung pajak progresif sesuai dengan acuan besaran pajak di atas?
Rumus perhitungan pajak progresif, yaitu: (Presentase Pajak Progresif Kendaraan x NJKB) + SWDKLLJ.

Keterangan:

  • NJKB (Nilai Jual Kendaraan Bermotor). NKJB Anda dapatkan dari (PKB/2 x 100). Untuk mengetahui jumlah PKB kendaraan, Anda bisa dilihat pada STNK dan juga melalui online.
  • SWDKLLJ (Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan). Untuk jumlah SWDKLLJ ini sudah ditentukan dan tertera pada STNK. SWDKLLJ untuk motor sebesar Rp35.000,00 dan untuk mobil pribadi sebesar Rp143.000,00.

Langkah Menghitung Pajak Progresif, Anda harus mencari terlebih dahulu NJKB dengan rumus tersebut. Setelah mendapatkan NKJB, hitunglah jumlah pajak progresif yang harus Anda bayar.

Cara Cek PKB Kendaraan Bermotor Melalui Online

Untuk Anda yang sedang mencari info jumlah PKB kendaraan, kini sudah semakin mudah karena semuanya sudah bisa diakses melalui online. Pemerintah sudah mempersiapkan beberapa situs webiste resmi yang bisa digunakan. Namun, layanan ini belum bisa digunakan untuk seluruh masyarkat Indonesia. Baru diberlakukan hanya untuk beberapa provinsi saja. (Baca juga: Kenali SSE Pajak Agar Bayar Lebih Praktis)

Meskipun website dari masing-masing provinsi berbeda-beda, tetapi tahapan untuk mengetahui jumlah PKB kendaraan yang harus dilakukan secara umum sama, yaitu sebagai berikut.

Kunjungi website provinsi sesuai dengan pelat nomor kendaraan Anda. Untuk lebih memudahkannya, berikut ini beberapa dispenda provinsi yang telah menyediakan layanan informasi PKB secara online:

  • DKI Jakarta http://samsat-pkb.jakarta.go.id/INFO_KBM
  • Provinsi Jawa Barat https://bapenda.jabarprov.go.id/pajak-kendaraan-bermotor/
  • Jawa Tengah http://bppd.jatengprov.go.id/info-pajak-kendaraan/
  • Wilayah Jawa Timur https://www.dipendajatim.go.id/page-info-pajak-kendaraan?uptd=dinas
  • Aceh http://esamsat.acehprov.go.id/
  • Riau http://badanpendapatan.riau.go.id/infopajak/
  • Kepulauan Riau http://dispenda.kepriprov.go.id/#tax/pajak
  • Sulawesi Tengah http://dispenda.sultengprov.go.id/addons/pkb.php

Jika Anda sudah masuk ke situs tersebut, selanjutnya Anda pilih kode pelat kendaraan, kemudian isi nomor polisi, dan kode seri pelat sesuai dengan yang ada pada kendaraan Anda. Lalu klik ‘cari’.

Informasi mengenai jumlah PKB akan muncul. Anda akan mengetahui jumlah PKB yang harus dibayar. Setelah mengetahui jumlah PKB, Anda bisa langsung melanjutkan pembayarannya di kantor samsat setempat dan siapkan uang sesuai dengan nominal yang tertera.

Tip untuk Bisnis Rental Agar Terhidar Pajak Progresif

menghitung pajak progresif

Ilustrasi

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, bahwa pajak progresif berlaku seseorang yang nama dan alamatnya digunakan untuk kepemilikan kendaraan lebih dari satu. Namun, bagaimana untuk orang yang memiliki rental mobil? Sudah dipastikan mobil yang dimilikinya lebih dari satu. Nah, jika Anda berniat atau sudah membuka usaha rental mobil, jangan khawatir karena berikut ini ada beberapa tip yang bisa Anda lakukan agar terhidar dari pajak progresif:

Menggunakan Nama Orang Lain pada STNK dan BPKB

Jika nama dan alamat Anda sudah digunakan untuk satu mobil, Anda bisa menggunakan nama orang lain, seperti adik, kakak, orangtua, atau kerabat yang dipercaya sebagai nama yang tertera di STNK dan BPKB. Namun, perlu diingat. Anda juga harus selektif dalam menggunakan nama. Jangan sampai nama yang Anda “pinjam” sudah memiliki kendaraan bermotor. Cara ini sudah banyak dilakukan agar terhidar dari pajak progresif.

Selalu Melakukan Balik Nama Kendaraan

Tidak sedikit juga orang yang membuka usaha ini dengan membeli mobil bekas tetapi masih laik pakai. Agar Anda terhindar dari pajak progresif yang kemungkinan si pemilikinya memiliki lebih dari satu kendaraan, pastikan Anda selalu melakukan balik nama saat melakukan jual beli kendaraan.

Meminjam Mobil Orang Lain

Selain mobil milik sendiri, Anda juga bisa menawarkan kepada orang lain untuk merentalkan mobilnya di tempat Anda. Namun, ketika melakukan penawaran, tentu Anda harus memberikan keyakinan dan jaminan bahwa mobil tersebut akan aman dan Anda akan memberikan keutungan. Sebenarnya, meminjam mobil orang lain sebagai armada rental sedikit riskan, tetapi jika mobil tersebut dilengkapi dengan gps, asuransi, dan pengaman lainnya, semua rasa khawatir tersebut akan berkurang.

Comments are closed.