6 Nama Konglomerat di Indonesia yang Memiliki Harta Berlimpah

All About Money

Konglomerat adalah istilah yang sering digunakan untuk menggambarkan seseorang yang memiliki kekayaan berlimpah. Lalu, siapa saja daftar konglomerat di Indonesia?

Memiliki harta yang berlimpah dan dinobatkan menjadi seorang konglomerat, tentu impian semua orang. Oleh karena itu, untuk mencapainya mereka rela bekerja dan banting tulang agar impian tersebut bisa tercapai. Kata konglomerat pasti sudah tidak asing lagi di telinga. Istilah ini sering digunakan sebagai gambaran seseorang yang memiliki harta berlimpah. Namun, nyatanya istilah itu bukan menggambarkan sosok yang memiliki harta berlimpah, tetapi menurut Wikipedia konglomerat diartikan sebagai kombinasi dari dua perusahaan atau lebih yang menjalin bisnis yang secara keseluruhan berbeda yang jatuh di bawah satu kelompok perusahaan, biasanya melibatkan sebuah perusahaan induk dan beberapa subsidier. Sering kali, sebuah konglomerat adalah sebuah perusahaan multi-industri. Konglomerat sering kali besar dan multinasional. Meskipun memiliki arti tersebut, tetapi di balik perusahaan-perusahaan yang berjaya, ada sosok yang ikut andil di dalamnya. Mereka adalah orang-orang membangun dan juga turut merasakan imbas dari keberhasilan perusahaan tersebut. Lalu, siapa saja daftar orang terkaya di Indonesia atau yang sering disebut konglomerat Indonesia?

Baca juga: Mau Jadi Pengusaha Sukses Di Indonesia? Begini Caranya!

Daftar Konglomerat di Indonesia

Robert Budi Hartono

Orang terkaya di Indonesia yang pertama dengan jumlah kekayaan sekitar USD18,1 miliar atau setara kurang lebih Rp253,4 triliun adalah Rudi Hartono. Selain masuk ke dalam daftar orang paling kaya di Indonesia, Rudi Hartono juga berada di peringkat 56 dalam daftar Forbes. Robert Budi Hartono lahir pada tanggal 28 April 1941 di kota Semarang. Ayahnya bernama Oei Wie Gwan pemilik usaha kecil Djarum Gramophon yang saat ini menjadi sebuah perusahaan rokok terbesar di dunia. Bersama saudaranya, Robert Budi Hartono terus mengembangkan bisnis warisan ayahnya, termasuk berinvestasi di sektor bisnis keuangan dan perbankan, khususnya di Bank BCA.

Michael Hartono

Michael Bambang Hartono merupakan pengusaha sukses dengan jumlah aset kekayaan sekitar USD12,6 miliar atau Rp176,4 triliun. Dalam daftar Forbes di awal 2019, ia berada di posisi 101. Michael Hartono lahir di Kudus, 2 Oktober 1939. Ia menempuh pendidikan formal di Universitas Diponegoro selama empat tahun dan kemudian kariernya berlanjut di dunia bisnis, sebagai Direktur PT Djarum. PT Djarum memang menjadi perusahaan yang memberikan dampak besar untuk hidupnya. Selain merambah di sektor keuangan, kiprah Michael Hartono bersaudara dalam sektor agribisnis terlihat dengan mempunyai bisnis kelapa sawit dan kilang pengolahan. Hal unik tentang miliarder ini adalah pernah menjadi wakil Indonesia di ajang Asian Games 2018 sebagai atlet bridge dan mampu menyumbangkan medali perunggu untuk kontingen Indonesia.

Sri Prakash Lohia

Jika diperhatikan, hampir seluruh orang terkaya di Indonesia adalah keturunan China. Namun, tren ini dipatahkan oleh pria bernama Sri Prakash Lohia. Ya, dari namanya sendiri sudah jelas jika sosok satu ini berasal dari India. Prakash Lohia mungkin sudah fasih sekali berbahasa Indonesia. Namun sejatinya ia orang India dan lahir sebagai anak Mohan Lal Lohia yang Hindustan tulen. Prakash sendiri meneruskan usaha sang ayah yang bergerak di bidang tekstil dan garmen dengan mendirikan Indorama Synthetics. Jumlah kekayaan Sri Prakash Lohia menurut Majalah Forbes saat ini ditaksir USD7,6 miliar atau sekitar Rp106,4 triliun.

Baca juga: Fakta Menarik Warren Buffett, Investor Terkaya di Dunia

Tahir

Nama lengkapnya adalah Dato’ Sri Tahir lahir pada 25 Maret 1952 di kota Surabaya. Tahir berasal dari keluarga yang sederhana dan ia dibesarkan oleh sepasang ayah dan ibu yang menghidupi keluarga dengan membuat becak. Namun, pada 1971 setelah menyelesaikan pendidikan menengah atas (SMA) di SMA Kristen Petra Kalianyar Surabaya, sosok Tahir tumbuh berkembang menjadi seorang pengusaha, investor, sekaligus pendiri Mayapada Group yang sukses. Mayapada Group adalah sebuah holding company yang memiliki beberapa unit bidang usaha di Indonesia. Beberapa dari bidang yang digeluti adalah perbankan, TV berbayar, dan media cetak, properti, dan rumah sakit. Dengan aset kekayaan senilai USD4,5 miliar atau sekitar Rp63 triliun, kini ia menjadi salah seorang konglomerat di Indonesia. Dalam daftar Forbes Internasional, kekayaan Tahir berada di posisi ke 399.

Chairul Tanjung

Untuk Anda yang mengikuti perkembangan industri media di tanah air, pasti sudah tidak asing lagi dengan nama Chairul Tanjung. Pengusaha media Indonesia ini memiliki kekayaan sebesar USD3,6 miliar atau sekitar Rp50,4 triliun. Kehidupan Chairul Tanjung memang sudah terbilang cukup enak karena ia berasal dari keluarga yang cukup berada, yaitu ayahnya A.G. Tanjung adalah wartawan zaman orde lama yang menerbitkan surat kabar beroplah kecil. Lahir di Jakarta 16 Juni 1962 beliau berhasil menjadi lulusan Universitas Indonesia dan didaulat sebagai orang terkaya ke-5 di Indonesia atau rangking 557 dalam daftar internasional. Chairul Tanjung adalah mahasiswa kedokteran yang memperoleh banyak prestasi, di antaranya sebagai Mahasiswa Teladan Tingkat Nasional 1984-1985. Saat kuliah ia mulai belajar tentang bisnis. Kini melalui perusahaan konglomerasi miliknya, Para Group menjadi sebuah perusahaan bisnis membawahi beberapa perusahaan lain seperti Trans TV dan Bank Mega.

Baca juga: Ini Deretan Raja-raja Terkaya di Dunia

Temukan Asuransi Mobil Terbaik Anda

Rp

Prajogo Pangestu

Jika mendengar nama Prajogo Pangestu pasti akan dikaitkan dengan Barito Pacific yang belakangan ini telah kembali menjadi perusahaan yang memiliki keuntungan signifikan. Nama Prajogo memang sempat surut, tetapi ia kembali lagi masuk ke dalam jajaran konglomerat setelah absen selama 20 tahun lamanya. Pasalnya, kekayaan yang dimiliki meningkat lebih dari lima kali lipat dalam 12 bulan sampai pertengahan Februari 2017 karena nilai taruhannya di perusahaan petrokimia Barito Pacific dan anak perusahaannya yang terdaftar, Chandra Asri Petrochemical, keduanya mengalami lompatan keuntungan signifikan. Pada bulan November 2016 Chandra Asri mengumumkan rencana untuk bekerja sama dengan penyedia lisensi teknologi Polyethylene Houston Univation Technologies untuk mengembangkan pabrik baru di Banten. Pria kelahiran 1944 ini adalah seorang pengusaha Indonesia. Seorang taipan di industri perkayuan terbesar di Indonesia sebelum Krisis Ekonomi 1997. Bisnisnya berawal di akhir 70-an di Djajanti Timber Group dan membentuk Barito Pacific. Manurut data yang tercantum dalam Forbes, kekayaan Prayogo Pangestu saat ini diperkirakan mencapai USD3,5 miliar atau Rp49 triliun di urutan 588.

Comments are closed.