Definisi dan Fungsi Koperasi Simpan Pinjam yang Belum Banyak Diketahui

All About Money

Koperasi simpan pinjam menjadi alternatif bagi Anda yang membutuhkan pinjaman, tapi tak ingin terjerat bunga tinggi. Resikonya, plafon yang diberikan terbatas dengan tenor yang singkat.

Saat terbelit kebutuhan finansial orang cenderung mencari bank sebagai kreditur. Bank masih dianggap sebagai lembaga pinjaman yang paling aman, meskipun harus dibayar dengan bunga yang cukup mahal. Padahal ada lembaga keuangan lai yang bisa memberikan pinjaman serupa, salah satunya adalah koperasi simpan pinjam.

Koperasi sudah ada sejak dulu kala sebagai lembaga keuangan yang dapat membawa kesejahteraan. Namun, kurangnya sosialisasi membuat masyarakat kurang percaya pada keberadaan koperasi. Padahal lembaga yang satu ini juga sama-sama bisa memberikan kredit hingga mencapai miliaran rupiah dengan bonus yang sangat rendah.

Baca juga: Minat Ajukan Pinjaman Online? Ini Kelebihan dan Kekurangannya!

Definisi Koperasi Simpan Pinjam

Dilansir dari berbagi sumber, komperasi simpan pinjam merupakan lembaga keuangan non bank yang menerima simpanan dari para anggota serta memberikan pinjaman uang kepada para anggotanya dengan bunga sangat rendah. Hal ini karena setiap debitur tidak dilindungi oleh asuransi jiwa seperti perbankan, sehingga bunga yang dibebankan juga lebih rendah.

Oleh karena itu, untuk meminimalisirkan risiko yang tak terduga, tidak ada salahnya jika Anda melidungi diri dengan asuransi jiwa yang bisa memberikan pertanggungan untuk istri, anak, dan juga keluarga Anda.

Koperasi simpan pinjam juga sering disebut sebagai koperasi kredit. Lembaga ini berdiri sendiri tidak heran jika jumlah anggotanya jauh lebih sedikit dibanding nasabah perbankan. Setiap orang yang ingin meminjam maupun menyimpan uang di koperasi harus terdaftar sebagai anggota. Namun, belakangan ini sudah banyak koperasi yang terbuka dengan non anggota. Sehingga proses pinjaman uang melalui koperasi sudah semakin mudah.

Definisi Koperasi Simpan Pinjam

Lembaga yang satu ini juga sudah ada payung hukumnya dan tertuang dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 Pasal 3 yang berisi bahwa tujuan didirikannya koperasi Indonesia adalah untuk memajukan kesejahteraan anggota secara khusus dan masyarakat secara umum serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil dan makmur berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Sumber modal koperasi berasal dari simpanan pokok, simpanan wajib, simpanan bebas/sukarela serta hibah atau donasi.

  • Simpanan pokokadalah simpanan yang harus dibayar setiap anggota ketika pertama kali bergabung menjadi peserta koperasi. Dana ini tidak bisa diambil kembali dengan besar simpanan pokok jumlahnya selalu sama untuk setiap anggota.
  • Simpanan wajib adalah simpanan yang wajib dibayarkan setiap anggota untuk periode waktu tertentu misalnya 1 tahun dengan nomonal yang sama untuk setiap anggota
  • Simpanan bebas/ sukarela adalah simpanan yang sifatnya bebas dan bisa diambil kembali kapan saja. Dana ini konsepnya sama seperti tabungan,
  • Hibah/ Donasi adalah uang atau barang modal yang diterima dari pihak pemberi dan sifatnya tidak mengikat.

Fungsi Koperasi Simpan Pinjam

Fungsi Koperasi Simpan Pinjam

Melihat definisinya saja sudah jelas bahwa fungsi koperasi adalah mensejahaterakan seluruh masyarakat Indonesia. Sehinnga fungsi dan tujuan utama lembaga ini bukanlah mencari laba atau keuntungan perusahaan, melainkan membantu masyarakat menyimpan dan meminjam dana.

Koperasi Idealnya dibangun dari 4 prinsip yakni:

  • Keanggotan yang terbuka dan sukarela
  • Pengelolaan yang mandiri dan demokratis
  • Rapat anggota sebagai kekuasaan tertinggi
  • Seluruh anggota berhak mendapatkan Labah koperasi Sisa Hasil Usaha (SHU) secara adil sesuai kesepakakatan.

Peran dan fungsi koperasi simpan pinjam ini sangat besar bagi para peserta atau anggotanya. Koperasi yang dikelola dengan baik dan bertanggung jawab bahkan bisa memberikan keuntungan yang signifikan. Berikut adalah beberapa fungsi koperasi baik untuk anggoTa yang bertujuan menyimpan dana maupun meminjam uang.

Sebagai Lembaga Penyimpanan Uang

Karena menjalankan fungsi yang mirip dengan perbankan yakni sebagai lembaga keuangan, maka koperasi bisa menjadi salah satu pilihan tempat untuk Anda menabung. Uang yang disimpan dijamin keamanannya karena lembaga ini dikelola secara resmi oleh perusahaan terdaftar dan berbadan hukum. Sama halnya dengan perbankan, dana tabungan di koperasi juga dapat diambil sewaktu-waktu atau ketika ingin berhenti menjadi anggota. Uang simpanan ini bisa menjadi bekal di masa tua Anda atau masa ketika Anda sudah tidak lagi aktif bekerja.

Sebagai Lembaga Pinjaman Uang

Selain menjadi tempat menabung yang aman, koperasi juga berperan sebagai kreditur yang menyalurkan kredit kepada para debitur. Menariknya, jika perbankan memberikan bunga pinjaman cukup besar, koperasi justru tidak boleh memberikan bunga tinggi. Para anggotapun dapat mengajukan pinjaman besar tanpa harus menyertakan agunan atau jaminan. Bunganya sangat rendah dan dapat disesuaikan dengan kemampuan bayar. Sehinga seharusnya tidak membebani para anggota dan justru dapat mensejahterakan seluruh peserta.

Baca juga: Bank Umum dan BPR: Serupa Tapi Tak Sama, Inilah Bedanya!

Kelebihan & Kerkurangan Koperasi Simpan Pinjam

Kelebihan & Kerkurangan Koperasi Simpan Pinjam

Keuntungan koperasi sebenarnya sudah dijabarkan sebagai fungsinya yakni menjadi lembaga penyimpanan uang dan pinjaman yang yang bertujuan mensejahterakan para anggotanya, dengan memberikan pinjaman lewat bunga paling rendah. Koperasi menjunjung prinsip gotong royong sehingga tidak ada denda keterlambatan yang sering kita temui para lembaga pinjaman lain. Namun disamping banyakanya kemudahan yang ditawarkan koperasi masih menyimpan sejumlah kelemahan, diantaranya:

Rawan Konflik Kepentingan

Karena mayoritas koperasi dibangun oleh sebuah organisasi, rata-rata menimbulkan konflik kepentingan diantara setiap anggotanya. Gesekan ini terjadi karena manajemen organisasi yang belum baik sehingga ada tumpang tindih peran antara satu jabatan dengan jabatan lain.

Risiko Pembagian SHU Tidak Adil

Ketika konflik kepentingan terjadi para elite atau pemangku jabatan saling berusaha mendapatkan keuntungan SHU sebesar-besarnya. Alhasil ada anggota yang mendapatkan sisa hasil usaha dalam jumlah besar adapula yang tidak mendapatkannya sama sekali. Hal ini terutama terjadi ketika rapat SHU diadakan secara tertutup dan secara sengaja hanya dihadiri oleh beberapa pihak.

Kurangnya Penggunaan Teknologi

Sistem tabungan dan pinjaman uang dikoperasi masih menggunakan sistem konvensional yang mewajibkan adanya tatap muka antara petugas dan peserta. Selain itu sistem birokrasi yang rumit juga sering menjadi kendala bagi beberapa anggota yang ingin menarik uangnya atau keluar dari keanggotaan. Kurangnya penggunaan teknologi juga menyulitkan masyarakat yang ingin mencari informasi lebih banyak mengenai koperasi, karena tidak adanya informasi yang jelas yang mudah di akses melalui internet.

Terbatasnya Plafon Pinjaman

Rata-rata koperasi simpan pinjaman hanya dapat memberikan pinjaman dibawah Rp 50 juta. Lebih dari itu biasanya dikenakan agunan atau jaminan, dengan jumlah plafon maksimal yang bisa diberikan sesuai dengan harga barang yang dijaminkan. Ketiadaan modal menjadi alasan mengapa plafon yang ada sangat terbatas. Terlebih untuk koperasi yang terhitung baru, cukup sulit mendapatkan modal.

Mewajibkan Pembayaran Simpanan Wajib dan Pokok

Inilah yang menjadi salah satu kewajiban paling berat bagi calon anggota. Lantaran banyak koperasi yang menargetkan setoran wajib dan pokok ini dalam nominal tinggi. Sementara uang yang sudah disetor tidak bisa diambil sewaktu-waktu kecuali anggota mengundurkan diri.

Baca juga: Yakin Mau Ganti Kartu Debit dengan Kartu Kredit?

Itulah beberapa kelebihan dan kelemahan koperasi simpan pinjam. Jika Anda tengah membutuhkan dana segar koperasi bisa menjadi pilihan. Selain bunganya kecil Anda juga bisa berpertan menyejahterakan sesama anggota lewat visi gotong royongnya.

Comments are closed.