Calon Pengusaha Harus Tahu, Ini Fungsi Kurs Pajak untuk Bisnis Mereka

All About Money

Berdasarkan peraturan dari Kementerian Keuangan, Kurs Pajak memiliki fungsi sebagai nilai kurs yang digunakan untuk Dasar Pelunasan Bea Masuk, Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah, Pajak Ekspor, dan Pajak Penghasilan.

Istilah kurs biasanya lebih sering didengar ketika kita berada di tempat penukaran uang atau money changer. Secara harfiah kurs adalah nilai tukar yang dikonversikan dari suatu mata uang. Jika dihubungkan dengan pajak, kurs pajak artinya adalah nilai tukar uang yang digunakan untuk pembayaran pajak.

Kurs pajak sudah ada payung hukumnya yang ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah (PP) No.1 Tahun 2012 tentang Pelaksanaan Undang-Undang No.8 Tahun 1983 tentang PPN dan PPnBM, yang sebelumnya mengacu pada UU No.42 Tahun 2009 tentang Perubahan Ketiga atas UU No.8 Tahun 1983 tentang PPN Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM).

Berdasarkan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) besar kurs pajak ditentukan setiap minggu dan berlaku selama 7 hari. Inilah yang disebut dengan kurs pajak mingguan. Nilai tukar pajak ini akan selalu berubah-berubah tergantung pada perubahan nilai mata uang dollar Amerika (USD) yang dijadikan sebagai acuan utama. Kurs pajak wajib dilakukan pada tiap transaksi yang menggunakan mata uang asing untuk mengetahui berapa besar kewajiban pajak yang harus dibayarkan ke negara.

Baca juga: Yuk, Cari Tahu Lebih Dalam Seputar Fungsi Pajak

Persiapkan segala jenis kebutuhan bisnis Anda sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku. Namun, jangan lupa juga untuk memberi proteksi diri sendiri dengan membeli asuransi jiwa. Perlindungan jiwa ini setidaknya akan mengurangi beban finansial keluarga jika Anda sebagai tulang punggung terpaksa tak bisa lagi bekerja, baik karena sakit keras maupun meninggal dunia.

Fungsi Kurs Pajak

Fungsi Kurs Pajak

Kurs pajak adalah nilai kurs atau mata uang yang digunakan sebagai dasar perhitungan transaksi perpajakan di Indonesia. Nilai tukar ini biasanya digunakan oleh perusahaan maupun perorangan yang menjalankan bisnis atau transaksi perdagangan di pasar internasional. Kurs pajak ini digunakan sebagai dasar perhitungan setiap kali kita bertransaksi terkait pajak yang meliputi:

  • Bea Masuk (BM)
  • Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa (PPN) & Pajak Penghasilan (PPh)
  • Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM)
  • Bea Keluar (BK)

Bea Masuk

Bea Masuk adalah pungutan yang bersifat wajib dari pemerintah untuk barang impor yang masuk ke wilayah Indonesia. Biasanya tarif Bea Masuk ini sudah diatur oleh Kemenkeu yang tercantum dalam buku Tarif Kepabeanan Indonesia (BTKI). Umumnya tarif Bea Masuk ini 7,5%. Hitungannya adalah Tarif Bea Masuk dikalikan ke Nilai Dasar Pengenaan Bea Masuk (NDPBM). NDPBM merupakan harga barang ditambah nilai asuransi dan ongkos kirim

NDPBM = harga barang + nilai asuransi + ongkos kirim

Setelah mengetahui jumlah NDPBM barulah kita hitung besar besar masuk dengan rumus:

NDPMB (yang sudah disesuaikan dengan nilai kurs pajak yang berlaku) x Tarif Bea Masuk

PPN dan PPnBM

jenis-jenis kurs pajak

PPN adalah pajak yang dibebankan kepada wajib pajak pribadi atau perusahaan yang melakukan transaksi jual-beli barang atau jasa kena pajak, sedangkan PPnBM, hanya objeknya saja yang berbeda meksipun definisinya sama dengan PPN. Objek PPnBM adalah barang-barang mewah. Pembayaran pajak jenis ini wajib dilakukan tiap akhir bulan oleh penjual sebagai Pengusaha Kena Pajak (PKP).menghasilkan atau mengimpor barang mewah.

Tarif PPN umumnya dipatok sebesar 10%, atau minimal 5% dan dan maksimal 15%. Sementara tarif minimal PPnBM 10% dan maksimal 20%. Rumus untuk menghitung PPN atau PPnBM untuk impor barang adalah:

NDPBM + Bea Masuk + 10%.

Sedangkan tarif PPN dan PPnBM untuk ekspor gratis.

Baca juga: Serba-serbi PPnBM yang Perlu Anda Ketahui

PPh

PPh adalah pajak yang dikenakan kepada orang pribadi atau badan atas penghasilan yang diterima atau diperoleh dalam kurun satu tahun. Pajak penghasilan ini bersifat subjektif yang sesuai dengan Undang-Undang nomor 36 Tahun 2008. Dalam rangka impor barang atau jasa, formulasi PPh-nya adalah:

NDPBM + Bea Masuk + 7,5%.

Bea Keluar

Bea Keluar adalah sejumlah pungutan yang dibebankan negara kepada barang ekspor yang didasarkan pada UU Kepabeanan. Rata-rata Bea Keluar ini dibebankan kepada perusahaan yang mengekspor produk mentah atau setengah jadi.

Rumusnya:

Tarif Bea Keluar x Harga Ekspor satuan barang x Nilai tukar mata uang atau nilai kurs pajak.

Pengetahuan mengenai nilai tukar ini penting bagi Anda yang bisnisnya bergerak di pasar internasional dan sangat mengandalkan sistem ekspor impor. Jika tak ingin menghitung beban pajak yang mesti dibayar Anda bisa menyewa seorang akuntan untuk melakukan pembukuan. Sehingga tak perlu lagi pusing menghitung, cukup keluarkan besar biaya pajak yang mesti dibayar.

Cara Menggunakan Kurs Pajak Mingguan

Cara Menggunakan Kurs Pajak

Sudah dijabarkan di atas, bahwa transaksi dengan valuta asing ini akan dibebankan dengan kurs pahak yang bersifat mingguan. Kurs pajak digunakan ketika kita melakukan transaksi dengan mata uang asing. Namun, kurs ini hanya digunakan hanya untuk transaksi yang berkaitan dengan perpajakan, seperti membuat faktur pajak serta laporan pajak ke kantor pajak. Beda hal untuk pembukuan akuntansi yang digunakan adalah Kurs Tengah Bank Indonesia (KTBI) yang menghitung nilai kurs beli dan kurs jual.

Kurs Pajak dengan KTBI saling berkaitan terutama saat perusahaan melakukan pencatatan dan pembukuan. Jika perusahaan melakukan transaksi menggunakan mata uang asing, maka jumlah mata uang asing tersebut akan dikonversi menjadi mata uang rupiah berdasarkan sistem kurs. Nilai transaksi konversinya akan menggunakan KTBI.

Baca juga: Manfaat Brevet Pajak untuk Karier yang Gemilang

Sementara jika transaksi dilakukan dengan valuta asing, kurs yang digunakan adalah kurs pajak yang telah ditetapkan oleh Menteri Keuangan. Misalnya jika Wajib Pajak akan menerbitkan faktur pajak dalam mata uang asing, maka harus juga diisi nilai Rupiah yang berasal dari konversi nilai transaksi dalam mata uang asing dengan menggunakan kurs yang berlaku pada tanggal dibuatnya faktur pajak. Jika melakukan pembayaran pajak dengan mata uang asing, maka nilai Rupiah yang disetorkan pada bank adalah hasil perkalian dari nilai mata uang asing dengan kurs pajak mingguan.

Itulah cara menggunakan kurs pajak mingguan. Pengetahuan ini penting dimiliki terutama bagi para pengusaha yang sering melakukan ekspor impor. Dengan memahami detail perhitungan ini, kita bisa memperkirakan berapa besar pajak yang harus dibayar kepada negara.

 

Comments are closed.