Ternyata, Mendapatkan e-FIN Pajak Tidak Susah

All About Money

Semua hal sekarang bisa dilakukan dengan mudah. Termasuk kemudahan untuk pelaporan pajak tahunan secara online jika suda punya e-FIN Pajak. 

Masih ke kantor pajak ketika melaporkan SPT tahunan? Sudah tidak zaman lagi. Sekarang, sudah ada fasilitas pelaporan pajak tahunan secara online, lho. Ini bisa Anda lakukan jika Anda sudah punya e-FIN pajak.

e-FIN merupakan singkatan dari Electronic Filing Identification Number. Jika Anda sudah punya e-FIN, Anda bisa melaporkan pajak tahunan Anda di mana saja dan kapan saja. Terserah Anda mau gunakan komputer, laptop, atau bahkan smartphone. Hal yang penting device yang Anda gunakan terhubung dengan internet. Itu saja syaratnya.

Sekilas Mengenai e-FIN Pajak

Apakah Anda belum tahu apa itu e-FIN? Ini semacam nomor identifikasi atau kode yang merujuk pada wajib pajak (WP). Jadi, setiap WP akan mendapatkan e-FIN yang berbeda-beda.

Itulah mengapa siapa saja tidak boleh memperlihatkan e-FIN kepada orang lain. Ini sifatnya rahasia. Ini yang juga harus Anda ketahui. Jika sudah mendapatkan e-FIN pajak, jangan biarkan orang lain tahu, sekalipun itu petugas pajak.

Inilah yang menjadi pra-syarat yang harus Anda penuhi jika Anda ingin bisa melaporkan pajak tahunan Anda secara online. Lalu, bagaimana cara mendapatkan e-FIN ini?

Baca juga: Mudahnya Membuat E-Billing Melalui DJP Online

Langkah-Langkah Agar Bisa Mendapatkan e-FIN Pajak

Sebenarnya, tidak sulit kok untuk mendapatkan e-FIN. Berikut ini beberapa hal yang harus Anda lakukan:

  1. Dapatkan Formulir e-FIN. Dulu, formulirnya bisa Anda dapatkan dari KPP atau Kantor Pelayanan Pajak terdekat. Namun, sekarang Anda bisa mengunduh formulir tersebut. Kunjungi saja situs dirjen pajak pusat lalu cari formulir e-FIN. Unduh, lalu isi apa yang perlu diisi. Ada banyak sekali data yang harus Anda isi, mulai dari data diri, nomor NPWP, alamat email, no telepon yang bisa dihubungi, dan lain sebagainya. Untuk lebih jelasnya, silakan langsung saja unduh formulir tersebut.
  1. Serahkan Formulir yang Sudah Diisi ke KPP. Setelah formulir e-FIN sudah Anda lengkapi, silakan datang ke KPP terdekat. Serahkan formulir tersebut.

Namun, ada dokumen lain yang juga perlu untuk Anda siapkan selain formulir, yaitu KTP asli dan fotokopi serta NPWP asli dan fotokopi. Bagi warga negara asing, mereka harus juga menyertakan KITAS atau KITAP.

Tunggu sebentar. Petugas akan memproses. Biasanya, sekitar 2-3 menit, Anda akan diberi surat yang di dalamnya terdapat e-FIN pajak.

Baca juga: Bagaimana Cara Menghitung PPh 21?

Namun, ini belum berakhir. Setelah mendapatkan e-FIN, Anda harus mengaktifkannya.

Cara Mengaktifkan

aktivasi efin pajak

Langkah berikutnya yang harus Anda lakukan adalah melakukan aktivasi e-FIN. Caranya sangat mudah, yaitu:

  1. Kunjungi Situs djponline.pajak.go.id. Di situs dirjen pajak tersebut, ada fasilitas untuk mengaktifkan e-FIN. Anda akan diminta untuk memasukkan no NPWP dan e-FIN. Kode e-FIN Anda ada di dalam kertas yang Anda baru dapatkan dari petugas pajak. Buka saja dan lihat kode e-FIN Anda.
  1. Klik Submit. Setelah Anda masukkan no NPWP dan kode e-FIN, klik submit. Aktivasi sudah selesai Anda lakukan.

Mudah, bukan?

Sayangnya, banyak orang yang merasa ribet padahal mereka belum pernah mencoba bagaimana cara mengaktifkannya. Setelah Anda tahu cara ini dan mempratikkan, Anda bisa beritahu teman atau saudara Anda yang belum punya e-FIN. Minta mereka untuk mengaktifkan e-FIN agar bisa melakukan pelaporan pajak tahunan secara online. Jelas ini cara yang lebih mudah dan lebih efektif daripada harus datang dan antre di KPP.

Meminta e-FIN Tidak Bisa Diwakilkan

Oleh karena akun yang akan Anda miliki nantinya ini bersifat sangat rahasia, pihak petugas pajak tidak memperbolehkan pengambilan e-FIN ini diwakilkan. Harus WP sendiri yang datang ke KPP dan menyerahkan formulir lengkap dengan syarat lainnya seperti KTP dan NPWP asli dan juga yang fotokopi.

Baca juga: 7 Perbedaan Pajak dan Restribusi

Temukan Asuransi Mobil Terbaik Anda

Rp

Namun, berbeda jika karyawan perusahaan. Pengajuan permohonan e-FIN bisa dilakukan secara kolektif. Pengajuan e-FIN kolektif ada syarat-syaratnya sendiri, di antaranya:

  1. Pertama, pemohon jumlahnya lebih dari 20 orang. Jadi, jika jumlahnya di bawah 20 orang, maka pengajuan e-FIN secara kolektif akan ditolak. Setiap karyawan harus mengajukan sendiri-sendiri.
  2. Kedua, semua pemohon namanya sudah tercantum di laporan SPT PPh 21.
  3. Ketiga, ada tempat serta peralatan aktivasi e-FIN. Ini bisa difasilitasi oleh perusahana.
  4. Keempat, tidak karyawan yang merupakan pemohon e-FIN yang tidak hadir saat aktivitas. Semuanya harus hadir. Tidak boleh diwakilkan jika ternyata tidak bisa hadir.

Nah, sekarang sudah tahu kan bagaimana cara mendapatkan e-FIN pajak?

Setelah Anda mendapatkan e-FIN dan sudah Anda aktifkan, Anda bisa melakukan lapor pajak secara online. Anda bisa gunakan website kantor pajak atau unduh saja aplikasi e-filing di smartphone Anda. Terserah mana yang membuat Anda merasa paling nyaman.

Satu hal pasti, dengan adanya fasilitas ini, diharapkan tidak ada lagi orang yang mengantre. Beberapa tahun lalu, KPP selalu dipadati oleh antrean WP yang ingin melaporkan pajak tahunan mereka. Satu atau dua tahun lalu, antrean tersebut tidak terjadi lagi. Hal ini disebabkan WP sudah bisa mengisi SPT tahunan mereka secara online.

Selain mempermudah WP, sistem ini juga membuat pelayanan lebih efektif dan efisien. Praktis kantor pajak tidak memerlukan terlalu banyak petugas pelayanan yang di depan. Mereka sudah bisa dimaksimalkan untuk melakukan pekerjaan lain. Bukan lagi pelayanan tapi melakukan hal lain yang jauh lebih penting.

Nah, kapan Anda mengajukannya? Tidak perlu tunggu lama lagi. Sekarang juga Anda bisa melakukan hal tersebut. Setidaknya, Anda bisa download dulu formulir pengajuan e-FIN, isi, dan segera datang ke KPP terdekat.

Comments are closed.