Mengatasi Utang Kartu Kredit

Utang kartu kredit memang sangat membahayakan. Bagaimana mengatasinya?

All About Money

Halo Mbak Prita,
Saya wanita berusia 31 tahun, sudah berkeluarga dengan 1 putra berusia 4 tahun (sekolah TK A). Saya dan suami sama-sama bekerja. Kami tidak bisa menabung karena terlilit utang kartu kredit. Selama ini kami boros dan suka mencoba restoran baru. Sekarang kami baru menyadari bahwa kami tidak memiliki tabungan. Mohon solusinya, Mbak.

Salam,
Anita

Jawaban :

Halo Anita,
Utang terjadi karena pendapatan tidak cukup untuk membiayai pengeluaran alias besar pasak daripada tiang. Utang kartu kredit itu berbahaya karena jika tidak dilunasi pada saat jatuh tempo akan membebankan bunga harian yang tinggi. Semakin lama dibiarkan atau hanya dibayar nilai minimum pembayarannya, utang akan semakin membesar.

Oleh sebab itu, utang kartu kredit harus segera dilunasi. Setelah masalah utang teratasi, Anda akan bisa mulai mengatur keuangan dengan lebih baik. Jangan lupa bahwa pendapatan saat ini juga perlu disisihkan untuk investasi masa depan. Masih ada tujuan-tujuan finansial di masa yang akan datang yang perlu dipersiapkan sejak saat ini, misalnya dana pendidikan anak dan dana pensiun.

Untuk melunasi utang kartu kredit, berikut beberapa tips yang bisa dijalankan sebagai berikut:

1. Berhentilah berbelanja dengan menggunakan kartu kredit hingga seluruh utang kartu kredit Anda lunas.

2. Pastikan berapa jumlah utang Anda. Catatlah semua kartu kredit yang Anda dan suami miliki, lalu periksa semua tagihannya. Buat daftar yang berisi total tagihan dari masing-masing kartu tersebut dan tingkat bunga masing-masing.

3. Kartu kredit dengan bunga yang paling tinggi memiliki prioritas untuk segera dilunasi.

4. Periksa kemampuan bayar Anda. Cek aset yang Anda miliki, siapa tahu Anda memiliki barang tidak terpakai yang cukup berharga. Misalnya deposito, perhiasan, furniture ataupun alat elektronik. Dana dari hasil penjualan tersebut bisa digunakan untuk melunasi sebagian utang.

5. Lunasi sebagian utang Anda. Alokasikan dana terbesar untuk pembayaran Kartu Kredit dengan bunga tertinggi. Dan untuk kartu-kartu lainnya bayarlah jumlah minimum pembayaran (atau lebih, sesuai kemampuan Anda).

6. Jika salah satu tagihan kartu kredit telah lunas, Anda bisa mengalokasikan dana terbesar untuk pelunasan kartu kredit dengan bunga tertinggi berikutnya, begitu seterusnya.

7. Jika jumlah utang terlalu besar, coba untuk bernegosiasi dengan Bank penerbit kartu kredit Anda. Dengan itikad baik Anda dapat menegosiasikan jumlah utang, tingkat bunga ataupun cara pembayarannya.

8. Memindahkan semua tagihan kartu kredit pada produk kredit yang lain dengan bunga yang lebih rendah bisa memudahkan pelunasan utang. Pastikan bahwa cicilan utang dari kredit baru ini maksimal 15% dari pendapatan total bulanan dan usahakan untuk melunasi sebagian pokok utang secara berkala.

Leave a Reply