Sulit Mengatur Keuangan Setelah Lebaran? Ini Caranya!

All About Money

Penting tidak sih mengatur keuangan setelah lebaran? Tentu saja penting. Agar kondisi keuangan bisa kembali sehat hingga gaji bulan berikutnya Anda dapatkan.

Lebaran sudah berlalu dua minggu yang lalu dan pasti salah satu yang harus ditata kembali adalah keuangan yang mungkin banyak di antara merasa bingung memulainya dari mana. Bagaimana tidak, saat libur Lebaran pasti semua orang merasakan pengeluaran membengkak. Meski dapat Tunjangan Hari Raya (THR), tetap saja ada pengeluaran tak terduga yang membuat kantong Anda bolong. Belum lagi kalau Anda sudah mendapat gaji bulan Juli sebelum Lebaran, pasti sekarang sudah harus ekstra mengirit, karena uang di rekening sudah dalam kondisi sekarat.

Namun, tidak ada masalah yang tidak bisa dipecahkan. Masih ada banyak cara yang bisa Anda lakukan untuk memulai dan mengatur kembali keuangan Anda setelah lebaran. Meskipun gajian masih lama, tetapi cara berikut ini bisa Anda terapkan mulai saat ini agar bisa tetap bertahan hidup hingga datangnya hari gajian.

Baca juga: Selagi Masih Muda Ini Strategi Jitu Demi Masa Depan Sukses

Cara Mengatur Keuangan Setelah Lebaran

Memeriksa Kembali Keuangan

Sebelum mulai mengutak-ngatik, ada baiknya Anda memeriksakan kembali kondisi keuangan saat ini. Selain melihat jumlah saldo yang saat Anda punya saat ini, Anda juga harus periksa kembali pengeluaran-pengeluaran apa saja yang dapat Anda batasi selama sebulan. Pisahkan antara kebutuhan yang kiranya masih bisa ditunda dengan kebutuhan yang super mendesak. Agar tidak lupa dan bisa ditelaah dengan baik, buatlah daftar dan catat apa saja yang dapat dilakukan untuk mengatur keuangan setelah lebaran.

Mengatur Keuangan Setelah Lebaran dengan Buat Rincian Tagihan Kartu Kredit

Saat ini banyak orang yang memiliki lebih dari satu kartu kredit. Menjelang atau pas hari lebaran kemarin, pasti ada banyak pengeluaran untuk belanja ini dan itu sehingga Anda banyak menggunakan kartu kredit. Membuat perincian tagihan akan memudahkan Anda untuk mengetahui secara pasti berapa jumlah uang yang Anda pergunakan selama libur Lebaran. Jangan lupa catat juga tanggal jatuh temponya. Pastikan Anda memiliki dana yang cukup untuk melunasi semua tagihan tersebut tepat pada waktunya. Beberapa bank penerbit kartu kredit memiliki program cicilan pembayaran dengan bunga rendah. Fasilitas ini boleh Anda manfaatkan untuk meringankan beban tagihan keuangan Anda.

Baca juga: Ini Investasi Terbaik untuk Aset Masa Depan

Mengatur Keuangan Setelah Lebaran dengan Menyusun Kembali Anggaran

Susun kembali anggaran pengeluaran adalah salah satu cara yang dapat Anda lakukan untuk menyehatkan kembali keuangan pasca Lebaran. Anda bisa memulainya dengan membatasi berbagai pengeluaran, selain kebutuhan primer. Ada banyak contoh yang bisa Anda lakukan, misalnya mengurangi pemakaian kuota internet atau berbelanja bulanan yang tidak perlalu penting atau mendesak. Selain memberikan Anda kedisiplinan dalam mengatur keuangan, jika ada sisa dana dari penghematan tersebut, Anda bisa gunakan unuk keperluan sehari-hari, seperti uang makan atau transportasi bekerja.

Mengatur Keuangan Setelah Lebaran dengan Batasi Pengeluaran Harian

Membatasi pengeluaran harian termasuk salah satu cara mengantur keuangan setelah lebaran, lho. Misalnya, jika selama ini Anda lebih sering makan siang di luar kantor, coba untuk mulai membawa makanan dari rumah. Membawa bekal makan siang dari rumah memberikan dampak yang lumayan terasa untuk keuangan Anda.

Misalnya, sekali makan siang Anda menghabisikan biaya Rp25.000-Rp30.000. Uang segitu bisa Anda siasati dengan membeli sayuran dan mengolahnya sendiri. Selain untuk memberikan bekal kepada diri Anda sendiri, Anda juga membawakan makanan tersebut kepada pasangan. Jadi sama-sama lebih hemat bukan? Tidak ada salahnya bangun lebih awal agar Anda sempat membuat sarapan serta bekal makan siang yang akan Anda bawa ke kantor. Hal ini tentu saja dapat menolong keuangan Anda usai merayakan Lebaran.

Contohnya lainnya, jika setiap hari Anda menggunakan mobil dalam berakvitas, alangkah baiknya untuk sementara waktu Anda bisa menggunakan kendaraan umum untuk menekan pengeluaran lebih rendah. Namun, Anda juga harus lebih selektif dalam memilih kendaraan umum. Jangan keseringan menggunakan taksi atau mobil online karena jika dijumlahkan pengeluaran Anda akan sama saja seperti Anda membawa mobil pribadi.

Tetapkan Biaya Harian

Masa-masa sulit itu ketika keuangan sudah menipis tetapi hari untuk masuk ke kantor masih sangat jauh dari hari gajian. Nah, agar Anda tidak ada alasan untuk tidak masuk kantor, mulai saat ini usahakan untuk menetapkan biaya yang harus dikeluarkan setiap harinya. Misalnya, Anda terbisa mengeluarkan uang setiap harinya Rp100.000-Rp150.000. Jika Anda mengikuti tip yang di atas, tentu pengeluaran Anda setiap harinya bisa lebih ditekan dan lebih sedikit.

Terapkan rencana biaya itu dengan konsisten. Jika Anda terbiasa mengambil uang dalam jumlah besar, segera pisahkan uang yang akan Anda gunakan. Ingat jangan bawa uang lebih banyak dari yang Anda butuhkan. Biasakan diri Anda menggunakan uang secukupnya. Jangan sesekali tergoda untuk melanggarnya ya.

Jangan Berbelanja Barang yang Tidak Anda Butuhkan

Untuk sementara waktu, tunda belanja barang-barang yang tidak Anda butuhkan atau masih dapat ditunda. Dalam situasi krisis pasca Lebaran seperti ini, menahan diri dari godaan belanja barang-barang yang Anda suka, namun tidak terlalu dibutuhkan sangat disarankan. Bersabar sampai keuangan Anda kembali normal seperti sedia kala.

Temukan Asuransi Mobil Terbaik Anda

Rp

Tetap Menabung dan Menyisihkan Uang untuk Dana Darurat

Meski keuangan sedang menipis pasca Lebaran, disarankan Anda tetap menabung atau menyisihkan uang untuk dana darurat. Ambil saja dari hasil penghematan makan, transportasi, atau belanja. Walaupun tidak banyak jumlahnya, setidaknya Anda tetap memikirkan masa depan. Tabungan maupun dana darurat sangat penting jika suatu waktu Anda kepepet atau jatuh sakit, dan membutuhkan dana segar. Setidaknya menabung paling sedikit 10 persen dari penghasilan Anda dan mulai kembali berinvestasi. Berinvestasi tidak harus mahal, bisa dimulai dari deposito, membeli emas secara berkala, atau pun reksa dana.

Comments are closed.