Yuk, Cari Tahu Seputar NJOP untuk Urusan Properti!

All About Money

Bagi orang yang belum pernah membeli rumah atau properti, tentu ada hal yang perlu dipelajari secara mendalam, salah satu yang terpenting adalah NJOP.

Selain masalah dokumen seperti sertifikat hak milik atau akta jual beli, ada hal penting lain yang harus dipastikan keberadaannya dalam jual beli properti atau rumah, yaitu NJOP. Memangnya apa itu? Dan kenapa domuken ini menjadi sangat penting?

Sebagian orang pastinya masih cukup asing mendengarnya. Tapi kemungkinan besar bagi Anda yang sudah sering berurusan dengan jual beli rumah atau properti, kemungkinan besar sudah sering sekali mendengarnya.

Secara sederhana, NJOP atau Nilai Jual Objek Pajak adalah taksiran harga sebuah rumah atau bangunan tertentu yang dihitung berdasarkan dari luas dan zona rumah berserta bangunannya. Dengan mengetahuinya, Anda akan tahu seberapa besar dana serta pajak yang akan ditanggung dari transaksi jual beli rumah atau properti tersebut.

Lebih lanjut, Nilai Jual Objek Pajak ini kemudian sering digunakan oleh para pembeli ataupun penjual rumah sebagai patokan untuk menentukan harga terendah dari rumah itu sendiri. Misalnya saja Anda ingin membeli sebuah rumah atau properti, cek terlebih dahulu Nilai Jual Objek Pajaknya, apabila harganya jauh di atasnya, ini berarti si pemilik menjualnya terlalu mahal.

Begitupun juga jika harganya jauh dibawahnya, bisa jadi ada yang tidak beres dari rumah tersebut sehinga si pemilik menjualnya dengan harga yang terlalu murah. Artinya hal seperti ini bisa sangat membantu terutama bagi Anda yang ingin membeli sebuah rumah atau properti berkaitan dengan harga.

Baca juga: Apa Itu Faktur Pajak dan Bagaimana Cara Mengisinya?

Hal Penting Seputar NJOP yang Wajib Diketahui

Hal penting lain yang harus Anda ketahui adalah setiap daerah memiliki nilai NJOP yang berbeda-beda. Dan, Nilai Jual Objek Pajak ini bisa ditentukan berdasarkan tiga aspek, yaitu:

Perbandingan Harga Objek

Hal yang dimaksud perbandingan harga objek di sini adalah Nilai Jual Objek Pajak berdasarkan perbandingan dengan objek properti lain yang sejenis dan letaknya tidak jauh dan sudah diketahui berapa harga jualnya.

Nilai Perolehan Baru

Dalam hal ini penentuan Nilai Jual Objek Pajak bisa didasari oleh metode nilai perolehan baru. Maksudnya metode ini didasari oleh penghitungan biaya untuk memperoleh properti yang dibeli kemudian dikurangi dengan kondisi fisika properti yang akan dibeli.

Nilai Jual Objek Pajak Pengganti

Sementara itu, nilai jual objek penganti adalah motede penentuan nilai pajak berdasarkan dari hasil produksi objek pajak tersebut.

Perubahan Besar Nilai NJOP

Bagi Anda yang ingin tahu besaran Nilai Jual Objek Pajak untuk menentukan dasar pengenaan pajak rumah atau properti, langsung saja cek detail yang terdapat di dalam kertas pembayaran PBB. Di dalam kertas pembayaran tersebut biasanya akan tercantum detail dari luas bangunan lengkap dengan harga rata-rata per meter perseginya yang selalu dijadikan sebagai acuan pengenaan pajak PBB itu sendiri.

Perlu diketahui juga jika Nilai Jual Objek Pajak suatu obyjek bisa berubah setelah beberapa tahun berselang. Kondisi inilah yang membuat pengenaan pajak PBB juga akan ikut berubah. Kemudian secara otomatis besar pajak PBB yang harus dibayar akan naik atau turun dibanding sebelumnya.

Kondisi semacam ini sangat wajar terjadi. Pasalnya pesatnya laju kenaikan dari harga jual properti baik tanah maupun bangunan sangat berpengaruh langsung pada nilai jual objek pajak itu sendiri. Sehingga secara tidak langsung akan berpengaruh juga terhadap nilai NJOP yang juga ikut berubah.

Baca juga: Mengenal Lebih Jauh Mengenai Pajak Bumi dan Bangunan

Baca juga: Desain Rumah Kayu Minimalis, Tak Perlu Tanah yang Luas!

Cara Menghitung NJOP per Meter

Menghitung Nilai Jual Obyek Pajak tanah per meter bisa dilakukan berdasarkan dari penilaian tanah dengan menggunakan pendekatan perbandingan harga pasar. Catatannya, perbandingan harga ini hanya dapat dilakukan terhadap objek tanah yang sejenis, secara letak juga tidak berjauhan, dan harga pasarnya pun juga sudah diketahui sebelumnya.

Sebenarnya penentuan NJOP tanah per meter persegi ini setiap tahunnya sudah dilakukan oleh Pemerintah Daerah yang dilakukan secara massal. Dan penentuan ini dilakukan untuk menentukan besarnya Nilai Jual Obyek Pajak untuk biaya PBB.

Kemudian perbandingan harga tanahnya bisa dilakukan dengan cara mengambil data harga melalui penjual, pembeli, notaris, badan pertanahan, sampai agen properti. Tidak hanya itu saja, perbandingan juga dilakukan dengan cara melihat beberapa faktor yang bisa mempengaruhi harga tanah tersebut, misalnya saja seperti lokasi, fasilitas yang ada di sekitar lokasi, kondisi tanah, aksesibilitas, dan lain sebagainya.

Baca juga: Sudah Tahu Apa Itu Pemeriksaan Pajak?

Temukan Asuransi Mobil Terbaik Anda

Rp

Masih Bingung? Berikut Contoh Perhitungan NJOP

Bagi Anda yang ada keinginan untuk menjual atau membeli rumah, bisa menghitung harga jualnya berdasarkan dari Nilai Jual Objek Pajak. Sebagai contoh, Anda akan menjual atau membeli sebuah rumah di kawasan Kramat Jati, Jakarta Timur.

Hal pertama yang harus Anda perhatikan terlebih dahulu adalah melihat Nilai Jual Objek Pajak terendah di kawasan tersebut, misalnya saja sebesar Rp3.745.000. Maka seperti ini cara menghitungnya:

Luas tanahnya adalah 8 meter x 12 meter = 9 meter persegi.

Kemudian luas bagunannya adalah 6 meter x 6 meter = 36 meter persegi.

Nilai Jual Objek Pajak tanahnya adalah Rp3. 745.000 per meter persegi

Dan Nilai Jual Objek Pajak bagunannya adalah Rp3. 745.000 per meter persegi

Maka total dari harga tanah tersebut adalah 96 x Rp3.745.000 = Rp359.520.000

Dan total harga bangunannya adalah 36 x Rp3.745.000 = Rp134.820.000

Maka nilai jual dari rumah tersebut adalah Rp359.520.000 + Rp134.820.000 = Rp494.340.000.

Pada dasarnya sangat mudah menghitung Nilai Jual Objek Pajak. Yang terpenting adalah Anda harus tahu terlebih dahulu berapa NJOP tanah dan bangunan di wilayah tempat berdirinya rumah atau properti yang ingin Anda jual atau beli.

Comments are closed.