Apa Itu Obligasi Serta Kelebihan dan Kekurangannya?

All About Money

Dari sekian banyak jenis investasi, rasanya obligasi ada di urutan bawah. Padahal, keuntungan yang didapat tidaklah kalah dengan yang lain.

Sekarang ini, bekerja bukanlah jadi pilihan satu-satunya untuk mendapatkan penghasilan. Sejatinya, ada banyak sekali cara untuk mendapatkan uang selain dengan bekerja di perusahaan ataupun sebagai pekerja lepas. Satu yang paling banyak diminati saat ini tak lain adalah investasi.

Investasi diminati banyak orang karena keuntungan yang dihasilkan tidaklah kecil dan dapat menjamin kehidupan di masa mendatang. Banyak sekali jenis investasi yang ada saat ini, seperti emas dan tanah. Tapi, dari sekian banyak jenis investasi, rasanya ada satu investasi yang kurang dipahami oleh sebagian besar orang yang belum terbiasa bermain di sektor investasi, yakni obligasi.

Padahal, jika dilihat lebih dalam, obligasi merupakan salah satu jenis investasi yang dapat menghasilkan keuntungan yang besar dan umumnya setara dengan saham. Lalu, apa bedanya obligasi dengan saham? Mari kita simak lebih dulu definisi obligasi di bawah ini.

Definisi Obligasi

Obligasi adalah istilah dalam pasar modal untuk menyebut surat pernyataan utang penerbit obligasi terhadap pemegang obligasi. Ringkasnya, penerbit obligasi adalah pihak yang berutang dan pemegang obligasi adalah pihak yang berpiutang. Dalam obligasi, dituliskan jatuh tempo pembayaran utang beserta bunganya (kupon) yang menjadi kewajiban penerbit obligasi terhadap pemegang obligasi. Jangka waktu obligasi yang berlaku di Indonesia umumnya 1 hingga 10 tahun.

Diterbitkannya obligasi dilatarbelakangi upaya menghimpun dana dari masyarakat yang akan digunakan sebagai sumber pendanaan. Bila ditinjau dari sudut pandang pebisnis, obligasi bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan dana segar demi berjalannya usaha. Sementara, negara memandang obligasi sebagai sumber pendanaan untuk membiayai sebagian defisit anggaran belanja dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Tak jauh berbeda dengan saham, obligasi juga bisa diperjualbelikan. Kalau ingin membeli saham hanya tinggal mencari tahu di Bursa Efek Indonesia (BEI), berbeda dengan obligasi yang transaksi jual belinya tidak dilakukan di BEI. Itu berarti obligasi didapatkan dari pihak penerbit yang sepakat melakukan jual beli dengan pembeli. Tak heran kenapa obligasi masih belum terlampau familiar. Ambil contoh misalnya Pemerintah sebagai salah satu penerbit obligasi. Ketika Pemerintah menerbitkan obligasi, investor yang berminat membelinya bisa mendapatkannya di agen penjual. Pembelian lewat agen penjual adalah mekanisme pembelian yang telah ditetapkan Pemerintah. Biasanya Pemerintah menunjuk bank dan lembaga sekuritas sebagai agen penjual obligasi.

Kelebihan Menjadikan Obligasi Sebagai Investasi

Setiap jenis investasi pasti memiliki kelebihan, tak terkecuali dengan obligasi. Dan tentu kelebihan tersebut berbeda-beda. Adapun kelebihan obligasi dibandingkan dengan investasi lainnya antara lain:

  1. Keuntungan yang diperoleh dari kupon (bunga) yang terbagi atas tiga jenis, yaitu kupon tetap (fixed coupon) dan kupon mengambang (floating/variable coupon). Walaupun demikian, ada obligasi yang tak memberlakukan kupon (zero coupon bond). Imbal balik (yield) obligasi yang didapat bisa besar tergantung dari jangka waktu obligasi. Makin lama, makin besar keuntungannya.
  2. Keuntungan yang diperoleh dari selisih harga obligasi (dalam persentase) setelah diperdagangkan. Misalnya, harga awal obligasi 100 persen (disebut harga pari). Ketika hendak dijual, harganya ternyata naik menjadi 115 persen. Jadi, kalau Anda menjualnya, keuntungan yang didapat 15 persen (istilahnya capital gain 15 persen).
  3. Aman karena pembayaran kupon dan pokok dijamin UU No. 24 Tahun 2002/UU No. 19 Tahun 2008.
  4. Kupon/bunga obligasi lebih tinggi dibandingkan bunga deposito.
  5. Mudah untuk diperdagangkan di Pasar Sekunder yang diatur mekanisme Bursa Efek Indonesia (BEI) atau transaksi di luar bursa.
  6. Bisa dijaminkan sebagai agunan, seperti obligasi negara.

Kekurangan Obligasi sebagai Investasi

Sampai saat ini, tak satu pun produk investasi yang hanya memiliki kelebihan tanpa memiliki kekurangan. Selain kelebihan, obligasi juga memiliki kekurangan yang perlu diperhatikan, di antaranya:

  1. Penerbit obligasi berisiko gagal bayar dan konsekuensinya investor tak cuma tidak memperoleh untung, tetapi tak mendapatkan kembali seluruh pokok utang. Untungnya, kekurangan ini tak berlaku pada obligasi negara yang terlindungi undang-undang.
  2. Rentan terhadap perubahan suku bunga, ekonomi, dan kondisi politik yang tidak stabil. Perubahan-perubahan tersebut berdampak pada pasar keuangan.
  3. Menjual obligasi sebelum jatuh tempo di Pasar Sekunder menimbulkan kerugian bagi investor. Sebab harga jualnya lebih rendah dari harga belinya.

Jenis-Jenis Obligasi

Obligasi memiliki banyak jenis yang terbagi berdasarkan tolok ukur yang digunakan. Ada sepuluh hal yang menjadi tolok ukur jenis-jenis obligasi yang beredar, yaitu dilihat dari sisi penerbit, sistem pembayaran bunga, hak penukaran/opsi, jaminannya, nilai nominal, perhitungan imbal hasil, waktu jatuh tempo, bentuk, dan sifatnya yang dapat ditukar dengan saham.

Kalau berminat dengan obligasi yang berdasarkan sisi penerbit, ada tiga jenis yang perlu Anda tahu dari sisi ini. Ketiga jenis obligasi tersebut yaitu:

Corporate Bonds

Jenis obligasi yang diterbitkan perusahaan, baik Pemerintah (BUMN) maupun swasta. Sebagai contoh, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) menerbitkan obligasi senilai Rp2 triliun pada 2014 dengan tingkat bunga tetap (fixed coupon) yang berjangka lima tahun.

Temukan Asuransi Mobil Terbaik Anda

Rp

Government Bonds

Jenis obligasi yang diterbitkan Pemerintah. Di Indonesia obligasi jenis ini pertama kali diterbitkan pada Agustus 2006. Seperti yang sudah diterangkan sebelumnya, peminat obligasi ini cenderung meningkat tiap tahunnya. Obligasi yang diberi nama Obligasi Negara Ritel (ORI) diterbitkan satu seri setiap tahun, kecuali pada 2007 dan 2008 yang diterbitkan dalam dua seri.

Municipal Bonds

Jenis obligasi yang diterbitkan Pemerintah Daerah dengan tujuan untuk membiayai pembangunan yang berhubungan kepentingan publik.

Sekarang Anda tentu lebih paham seputar obligasi. Apakah tertarik untuk bermain investasi di bidang obligasi?

Comments are closed.