Tips Atur Uang Pekerja Harian Lepas di Tengah Virus Corona

All About Money

Ketika kondisi pandemi virus corona atau COVID-19 seperti saat ini, yang paling terdampak adalah para pekerja harian lepas. Mau tidak mau, mereka harus benar-benar tahu bagaimana cara mengatur uang agar bisa tetap bertahan di tengah pandemi seperti saat ini.

Sebenarnya, bukan hanya pekerja harian saja yang terdampak, tapi banyak juga karyawan dan buruh yang akhirnya diberhentikan. Pabrik tidak bisa berproduksi karena penjualan menurun. Agar tidak membebani keuangan, salah satu solusi yang diambil adalah sebagian atau seluruh karyawan dirumahkan. Status dirumahkan ini tentu tidak mengenakkan. Sebab, gaji yang biasanya diterima harus rela dipotong sepersekian persen atau bahkan tidak dibayarkan sama sekali.

Baca juga: Beli Asuransi Proteksi Virus, Cermati 7 Hal Berikut!

Hal ini pun berlaku untuk pekerja harian lepas. Ketika ada pandemi seperti saat ini, mereka langsung kehilangan penghasilan. Apalagi ketika kebijakan PSBB atau Pembatasan Sosial Berskala Besar ini sudah dilakukan. Mereka yang bekerja sebagai penjual warteg, toko kelontong, dan bekerja ketika ada acara-acara besar langsung merasakan kehilangan pendapatan. Untuk itu, mereka harus pintar-pintar mengatur uang di tengah pandemi seperti saat ini.

Hal yang Perlu Dilakukan Para Pekerja Lepas di Tengah Pandemi

mengatur uang bagi pekerja lepas

 

Saat ini, bukan waktunya untuk mengeluh. Tidak waktunya juga untuk mengandalkan bantuan pada orang lain. Sebab di saat pandemi COVID-19 seperti saat ini, semua orang mendapatkan dampak negatifnya. Ada yang kehilangan pekerjaan, tidak sedikit juga yang penghasilannya menurun. Oleh sebab itu, para pekerja harian lepas harus berpikir lebih aktif lagi bagaimana agar bisa survive di tengah pandemi seperti ini. Setidaknya, mereka harus bisa mengatur uang dengan menerapkan beberapa tips berikut ini.

1. Lebih Rajin Menabung

Apakah Anda pekerja lepas? Jika ya, usahakan Anda tetap memiliki penghasilan meskipun tidak sebanyak sebelum adanya pandemi. Itu harus dipertahankan dan disyukuri. Cara menyukuri bisa dilakukan dengan cara menyisihkan pendapatan untuk ditabung. Jangan langsung dibelanjakan. Sebaiknya, uang yang Anda miliki lebih baik ditabung untuk kebutuhan yang sangat mendesak.

Para ahli finansial mengatakan di tengah pandemi seseorang harus memiliki tabungan yang bisa digunakan untuk bertahan sekurang-kurangnya 3 bulan ke depan. Anggap saja ada risiko di mana selama 3 bulan Anda tidak mendapatkan penghasilan karena pandemi virus corona. Namun, karena ada tabungan, Anda bisa sedikit lebih tenang karena kebutuhan pokok Anda sekeluarga masih bisa dipenuhi.

2. Membedakan Tabungan

Jika Anda hanya punya satu rekening, saat inilah waktu yang tepat untuk membagi menjadi dua rekening. Satu rekening untuk kebutuhan harian dan satu rekening lagi untuk tabungan. Sebaiknya rekening untuk tabungan disimpan dan jangan sampai dibawa. Ini penting agar tidak ada keinginan untuk mengambil uang tabungan. Sebisa mungkin Anda harus mencukupi kebutuhan setiap hari dari rekening yang lain, bukan rekening tabungan.

Baca juga: Tabungan Hari Tua: Pengertian, Ragam, dan Manfaatnya

3. Mengecek Kembali Pengeluaran

Di tengah pandemi COVID-19, kurangi hal-hal yang bersifat konsumtif dan tidak penting. Coba cek kembali berapa kebutuhan pokok yang harus Anda penuhi selama satu bulan. Jika perlu, tulis berapa liter beras yang Anda butuhkan. Begitu juga kebutuhan pokok lainnya.

Catat sedetail mungkin agar Anda mendapatkan jumlah pengeluaran bulanan untuk keluarga Anda. Coba perhatikan lagi mana yang bisa diminimalisir atau dihilangkan. Mengurangi pengeluran di tengah pandemi itu sangat disarankan. Mungkin Anda akan merasa berat. Namun, ini jauh lebih baik daripada di bulan-bulan mendatang Anda mengalami masalah finansial ternyata pandemi ini tidak belum mampu untuk diselesaikan.

4. Hindari Menggunakan Kartu Kredit

hindar kartu kredit

Terbiasa berbelanja dengan kartu kredit? Jika ya, hentikan mulai sekarang. Jika perlu, bayar semua tagihan kartu kredit Anda. Ini jauh lebih baik daripada menunda membayar tagihan di bulan-bulan mendatang yang mungkin kondisi ekonomi justru semakin buruk.

5. Mencari Sumber Pendapatan Baru

Ada istilah the power of kepepet. Daya kreatif itu muncul di saat kondisi yang kurang baik. Ketika pandemi ini, para pekerja harian lepas harus mulai meningkatkan skill dan mempelajari hal yang baru. Dengan harapan ada ide bisnis baru agar bisa dihasilkan sebagai sumber pendapatan yang lain.

Mungkin ide bisnis tersebut tidak bisa dieksekusi secara langsung. Namun, selama pandemi, setidaknya ada waktu untuk mengasah kemampuan dan belajar hal yang baru. Kemudian, jika pandemi selesai, mereka bisa membuka peluang usaha baru.

Ada banyak sekali kursus online yang diadakan oleh para mentor dan juga pengusaha di tengah wabah COVID-19 ini. Kursus tersebut tidak berbayar karena ini semata-mata sumbangsih mereka untuk membantu masyarakat yang terdampak dari virus corona ini. Ikuti bincang-bincang bisnis seperti itu. Serap ilmunya dan dapatkan ide bisnis baru. Ini jauh lebih baik daripada Anda terus menerus menonton TV yang isinya mengenai COVID-19.

Itulah beberapa hal yang bisa dilakukan oleh para pekerjan lepas harian agar bisa bertahan di tengah wabah COVID-19 seperti saat ini. Hal yang pasti, tidak ada yang tidak mengalami kesulitan di saat seperti ini. Maka dari itu, setiap orang harus berusaha sekuat tenaga agar bisa bertahan hingga wabah ini selesai.

Baca juga: Persiapan Kesehatan dan Keuangan Masa Tua

Mengantisipasi Hal yang Terburuk

Di tengah wabah COVID-19 seperti saat ini, tidak ada yang bisa memprediksi dengan jelas kapan berakhirnya. Bahkan di Italia, wabah ini semakin parah. Begitu juga di Inggris, Kanada, dan juga Amerika Serikat. Ada yang memprediksi wabah ini bisa terjadi hingga tiga bulan. Bahkan, ada juga prediksi wabah ini akan melumpuhkan ekonomi, entah itu ketika wabah terjadi ataupun setelah wabah selesai.

resiko pekerja lepas

Jadi, apa hal terburuk yang mungkin terjadi? Banyaknya orang yang kehilangan pendapatan. Bukan hanya para pekerja yang dibayar dengan upah harian tapi juga karyawan dan buruh. Pasalnya, ketika wabah ini terjadi, maka perusahaan dan pabrik tidak produktif.

Untuk mengantisipasi hal terburuk seperti itu, setiap orang saat ini membutuhkan proteksi. Misalnya saja mengambil proteksi berupa asuransi kesehatan maupun jiwa untuk masa depan Anda. Karena tidak ada yang tahu bagaimana kondisi kesehatan seseorang di tengah lesunya ekonomi atau bahkan di masa kehilangan pekerjaan.

Asuransi tidak harus dimiliki oleh orang yang punya penghasilan besar. Bahkan, pekerja lepas pun sebaiknya memiliki asuransi. Risiko terkena penyakit begitu tinggi. Apalagi di tengah wabah di mana banyak orang khawatir sehingga mempengaruhi turunnya sistem kekebalan tubuh. Untuk itu, Futuready membantu Anda memiliki produk asuransi terbaik yang bisa dipilih dan bandingkan sendiri dengan pilihan manfaat sesuai dengan kebutuhan.

Di sisi lain, biaya pengobatan semakin mahal. Itulah mengapa proteksi diperlukan. Membayar premi asuransi kesehatan yang jumlahnya tidak seberapa bisa mendapatkan pertanggungan biaya yang sangat tinggi. Proteksi semacam ini sangat berharga di tengah wabah di mana Anda mungkin tidak bisa mendapatkan penghasilan yang besar seperti semula. Namun, berkat polis asuransi, Anda yang walaupun pekerja biasa bisa tetap tenang ketika tiba-tiba sakit dan butuh biaya yang banyak untuk pengobatan.

Comments are closed.