Pembiayaan Syariah: Jenis-jenis Beserta Manfaatnya

All About Money

Ingin mengikuti program perbankan dengan layanan pembiayaan syariah? Yuk, cari tahu dulu segala informasinya!

Pembiayaan syariah dipilih oleh masyarakat Indonesia lantaran dipandang lebih baik. Hal ini disebabkan oleh landasan nilai agama yang ditanamkan di dalamnya. Oleh karenanya, segala jenis pembiayaan dipandang halal, tidak mengandung unsur yang dilarang oleh agama.

Di era modern, seseorang dituntut untuk membuka lapangan pekerjaan sendiri. Membuka bisnis setidaknya bisa membuat seseorang lebih mandiri. Keuntungan yang didapatkan juga lebih maksimal.

Namun, harus diingat bahwa perlu keberanian bagi seseorang dalam membuka usaha. Kerja keras yang didukung dengan modal yang sesuai wajib dipertimbangkan. Kedua hal inilah yang akan mendukung pada kesuksesan usaha ke depannya.

Masalah utama dari calon pebisnis adalah modal. Banyak yang tidak berani memutuskan untuk berbisnis, karena keterbatasan modal. Namun untungnya, Anda bisa menemukan solusinya. Yakni mengikuti program perbankan dengan layanan pembiayaan syariah ini.

Baca juga: Kelebihan dan Kekurangan Fintech Lending di Indonesia

Prinsip Dasar dari Transaksi Pembiayaan Syariah

Di dalam penerapannya, tentu saja hal itu mengikuti prinsip-prinsip yang tidak melanggar ajaran agama. Ada beberapa prinsip yang ditanamkan dalam hal ini. Di antaranya adalah sebagai berikut ini.

Prinsip Musyarakah

Prinsip ini merujuk pada sebuah akad yang dilakukan oleh shohibul maal (pemilik dana). Ini bisa dua orang ataupun lebih. Akad ini ditujukan untuk membangun sebuah usaha yang nantinya dikelola bersama-sama.

Mengenai keuntungannya, ini dibagi sesuai kesepakatan awal. Begitupun ketika mengalami kerugian. Kerugian akan ditanggung berdasarkan besaran modal yang dikeluarkan oleh seseorang.

Prinsip Mudharabah

Prinsip ini merujuk pada kerja sama antara pemilik modal dan pengelola jenis usaha. Dan keuntungan yang didapatkan disepakati dari keputusan di awal. Maksudnya, keuntungannya mengikuti kesepakatan yang dibuat sebelumnya.

Sementara kerugian ini akan ditanggung seluruhnya oleh pemilik modal. Sementara, pengelola bisa juga menanggungnya. Yakni dengan catatan kalau ada kelalaian atau kesalahan yang dilakukan oleh si pengelola.

Prinsip Wadiah

Prinsip ini merujuk pada titipan murni. Yakni dana dititipkan oleh pihak satu ke pihak lainnya. Dan prinsip ini terbagi menjadi dua. Di antaranya adalah wadiah yad amanah dan wadiah yad dhamanah.

Prinsip Murabahah

Prinsip ini merujuk pada prinsip jual beli yang dilakukan oleh pihak bank dengan nasabah. Seorang nasabah tentunya akan mendapatkan pembiayaan syariah ini melalui kesepakatan yang dibuat oleh nasabah maupun pihak bank.

Selain prinsip di atas, masih ada prinsip syariah yang diterbitkan di dalam sebuah perbankan. Di antaranya adalah prinsip salam, istisna, ijarah, qardh, hiwalah, sampai wakalah. Kesemuanya merupakan prinsip yang dinilai tidak bertentangan dengan ajaran agama Islam.

Baca juga: Produk Bank yang Paling Banyak Digunakan Saat Ini

Manfaat Pembiayaan Syariah

Pembiayaan yang dilandasi dengan prinsip syariah memang telah dijalankan oleh berbagai perbankan di nusantara. Metode ini dinilai sangat pas. Terutama bila ditawarkan pada masyarakat yang mayoritas muslim.

Ada beberapa manfaat kenapa seseorang menggunakan pembiayaan syariah yang ditawarkan oleh perbankan. Di antaranya adalah sebagai berikut ini.

  1. Jauh dari riba.
  2. Berlandaskan asas Islami.
  3. Sistem bagi hasil lebih adil.
  4. Mendapatkan jaminan dari lembaga penjamin simpanan.
  5. Memiliki fasilitas net banking.
  6. Nasabah dengan saldo tabungan kecil bisa berpartisipasi.
  7. Memberikan peringatan jika muncul bahaya.
  8. Dana digunakan untuk kemaslahatan umat.

Jenis-jenis Pembiayaan Syariah

Ada banyak sekali jenis dari Pembiayaan syariah yang diberikan oleh perbankan. Tapi ini bisa digolongkan menjadi dua. Di antaranya adalah sebagai berikut ini.

Pembiayaan Syariah untuk Modal Kerja

Jenis pembiayaan ini hanya diperuntukkan bagi para pengusaha. Para pengusaha yang lagi butuh tambahan dana untuk mengembangkan sayap bisnis bisa memanfaatkannya. Dan tambahan modal yang disuntikkan perbankan tetap berada dalam prinsip syariah.

Modal yang diberikan oleh perbankan ini bisa digunakan untuk kebutuhan mendasar dari sebuah bisnis. Tentunya untuk memudahkan pebisnis dalam menjalankan sistem di dalam usahanya.

Dan bagi pengusaha, tambahan modal ini memang sangat dibutuhkan. Hal ini mengingat bahwa modal dana begitu berperan untuk meningkatkan kinerja bisnis yang sedang dibangun. Jadinya, ada harapan jika bisnis tetap eksis dan terus berkembang mengikuti zaman.

Nah, modal ini bisa digunakan untuk beberapa hal. Di antaranya adalah untuk membiayai pembelian bahan baku sampai membiayai biaya produksi. Bahkan, ada yang digunakan untuk membiayai sebuah rencana proyek pembangunan.

Perlu diingat bahwa jenis pembiayaan syariah ini bisa ditentukan sendiri jangka waktunya. Ada yang memberlakukan jangka waktu pendek maupun panjang. Para pengusaha bisa menentukan pilihan sesuai keinginan setelah menilik pada rencana keuangan sebuah bisnis yang berada di bawah kendalinya.

Pembiayaan Syariah dengan Skema Jual Beli

Jenis yang kedua adalah pembiayaan dengan skema jual beli. Pembiayaan ini akan dilakukan bila pihak pengaju telah mengajukan dan disetujui oleh pihak perbankan.

Perbankan nantinya akan membiayai sejumlah pembelian barang kebutuhan sebuah badan usaha/perorangan. Dana yang diberikan sesuai dengan nilai beli sebuah barang ditambah dengan margin.

Margin ini adalah keuntungan yang nantinya didapatkan oleh pihak perbankan. Dan margin ini ada setelah pihak nasabah menjalin kesepakatan. Biasanya, nasabah akan diberitahu mengenai margin tersebut sehingga tidak ada yang merasa dicurangi.

Baca juga: OJK (Otoritas Jasa Keuangan) Pelindung Masyarakat

Temukan Asuransi Mobil Terbaik Anda

Rp

Kesepakatan ini akan dipahami di awal. Setelah pihak pengaju sepakat, maka perbankan akan siap membiayai pembelian yang akan dilakukan oleh nasabah. Sisanya, nasabah diharapkan bisa melakukan pelunasan dengan metode cicilan di tiap bulannya.

Pembiayaan yang berprinsip syariah ini tentunya tidak merugikan. Nasabah telah mengetahui bahwa dirinya akan memperoleh modal usaha untuk kebutuhannya. Kemudian nasabah diminta tanggung jawab untuk membayar sesuai ketentuan dengan memberikan keuntungan bagi perbankan.

Kesimpulannya, pembiayaan ini dilakukan dengan landasan saling menguntungkan. Praktik riba atau hal-hal yang dilarang agama ditiadakan. Jadinya, pembiayaan syariah bisa dikatakan halal sehingga tidak salah bila masyarakat cenderung menyukai tipe ini.

Comments are closed.