Perhitungan THR di Perusahaan, Yuk Pahami!

All About Money

THR merupakan hak karyawan yang diberikan oleh perusahaan menjelang Idulfitri. Tapi, setiap orang memiliki perhitungan THR yang berbeda.

Setiap orang yang bekerja di perusahaan pasti akan senang jika ada bonus yang diterima di hari-hari khusus seperti hari besar keagamaan, termasuk Anda, bukan? Nah, di Indonesia sendiri, selain menerima gaji dan bonus tahunan, perusahaan juga memberikan bonus berupa sejumlah uang dalam merayakan hari besar keagamaan.

Dalam hal ini, karena mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam, jadi saat menjelang Idulfitri, perusahaan akan memberikan Tunjangan Hari Raya alias THR kepada seluruh karyawannya. Tapi, apakah perhitungan THR setiap karyawan sama jumlahnya? Nyatanya tidak. Setidaknya, ada beberapa peraturan yang berlaku dalam melakukan perhitungan THR di setiap perusahaan. Apa sajakah peraturan tersebut? Mari kita simak bersama di bawah ini!

Peraturan dalam Perhitungan THR di Perusahaan

Masa Kerja Pekerja

THR wajib diberikan kepada pekerja yang telah bekerja minimal satu bulan di perusahaan. Perhitungan untuk pekerja dengan masa kerja kurang dari 12 bulan dan lebih dari 12 bulan berbeda. Jika pekerja dengan masa kerja lebih dari 12 bulan mendapatkan THR sebesar upah satu bulan, pekerja dengan masa kerja satu bulan dan kurang dari 12 bulan mendapatkan THR dengan perhitungan ((masa kerja)/12) x upah 1 bulan.

Definisi “upah” yang digunakan sebagai basis perhitungan Tunjangan Hari Raya atau THR dapat berbeda-beda sesuai dengan kebijakan perusahaan. Namun pada dasarnya, perusahaan menggunakan salah satu besaran berikut sebagai basis perhitungan THR:

  1. Hanya gaji pokok.
  2. Gaji pokok dan tunjangan tetap.

Bentuk THR

THR hanya dapat diberikan dalam bentuk uang rupiah. Dengan kata lain, pemberian THR berupa voucher, paket sembako, parsel, dan hadiah lainnya tidak dihitung sebagai THR.

Waktu Pemberian THR

Pemberian THR oleh perusahaan kepada pekerja wajib dilakukan selambat-lambatnya tujuh hari atau seminggu sebelum Hari Raya Keagamaan berlangsung. Sebagai contoh, apabila Hari Raya Idulfitri jatuh pada tanggal 5 Juni 2019, maka perusahaan harus memberikan THR kepada pekerja maksimal tanggal 30 Mei 2019.

THR bagi Pekerja yang Mengundurkan Diri

Pekerja Kontrak Waktu Tertentu (PKWT/Kontrak) dan Pekerja Kontrak Waktu Tidak Tertentu (PKWTT/Tetap) berhak mendapatkan THR jika pemutusan hubungan kerja terjadi 30 hari sebelum Hari Raya Keagamaan.

Perdebatan sering kali muncul jika terjadi kasus pemutusan hubungan kerja dalam waktu yang cukup dekat dengan Hari Raya Keagamaan. Ada baiknya hal-hal tersebut dibahas dengan pihak manajemen serta karyawan yang bersangkutan secara terbuka dan kekeluargaan untuk menghindari sengketa lebih lanjut.

Pajak THR

PPh 21 atas THR hanya dikenakan bagi pekerja yang mendapatkan THR di atas Pendapatan Tidak Kena Pajak (PTKP), yaitu Rp4,5 juta per bulan atau Rp54 juta per tahun.

Jika pekerja mendapatkan THR kurang dari Rp4,5 juta, maka pekerja tersebut tidak dikenakan PPh 21 THR. Lihat di sini untuk mempelajari contoh kasus perhitungan PPh 21 Tunjangan Hari Raya secara lebih mendetail.

Sanksi Perusahaan

Sebelum adanya Peraturan Menteri Ketenagakerjaan No. 6 Tahun 2016 yang mengatur tentang THR, perusahaan tidak dikenakan sanksi apa pun jika tidak memberikan THR kepada pekerja. Namun, setelah adanya peraturan tersebut, perusahaan akan dikenakan sanksi berupa denda sebesar lima persen dari total THR yang harus dibayarkan jika tidak memberikan THR kepada pekerja.

Denda yang dimaksud adalah THR yang harus dibayarkan oleh perusahaan ke pekerja ditambah dengan lima persen dari total THR yang didapatkan oleh pekerja. Sehingga, perusahaan akan lebih dirugikan secara finansial sebagai sanksi akibat tidak memberikan THR sebagaimana peraturan pemerintah.

Bagi perusahaan-perusahaan yang menggunakan gajian, perhitungan Tunjangan Hari Raya dan PPh 21 Tunjangan Hari Raya dapat diotomatisasi, sehingga bagian HR tidak perlu lagi menghitung secara manual besarnya THR dan PPh 21 THR untuk setiap pekerja.

Contoh Perhitungan THR 1

Aliya telah bekerja sebagai karyawan di PT. B selama lima tahun, Aliya mendapat upah pokok sebesar Rp4.000.000,00, tunjangan anak Rp450.000,00, tunjangan perumahan Rp200.000,00, tunjangan transportasi dan makan Rp1.700.000,00. Berapa THR yang seharusnya didapat oleh Aliya?

Jawaban:

Rumus untuk menghitung THR bagi pekerja yang telah mempunyai masa kerja 12 bulan adalah 1 x Upah/bulan. Upah di sini adalah jumlah gaji pokok ditambah tunjangan tetap.

Gaji Pokok: Rp4.000.000,00

Tunjangan Tetap: Rp450.000,00 + Rp200.000,00 = Rp650.000,00

Tunjangan transportasi dan makan merupakan tunjangan tidak tetap, karena tunjangan tersebut diberikan secara tidak tetap (tergantung kehadiran).

Jadi, perhitungan THR yang berhak didapat oleh Aliya adalah sebagai berikut:

1 x (Rp4.000.000,00 + Rp650.000,00) = Rp4.650.000,00

Temukan Asuransi Mobil Terbaik Anda

Rp

Contoh Perhitungan THR 2

Budi telah bekerja sebagai karyawan kontrak di PT. X selama tujuh bulan. Budi mendapat upah pokok sebesar Rp2.500.000,00 ditambah, tunjangan jabatan Rp300.000,00 dan tunjangan transportasi Rp500.000,00 dan tunjangan makan Rp500.000,00. Berapa THR yang bisa didapat Budi?

Jawaban :

Rumus untuk menghitung THR bagi pekerja yang mempunyai masa kerja tiga bulan secara terus menerus tetapi kurang dari 12 bulan adalah:

Perhitungan masa kerja/12 x Upah 1 bulan (gaji pokok + tunjangan tetap)

Gaji Pokok: Rp2.500.000,00

Tunjangan Tetap/Tunjangan Jabatan = Rp300.000,00

Tunjangan transportasi dan makan merupakan tunjangan tidak tetap, karena tunjangan tersebut diberikan secara tidak tetap (tergantung kehadiran).

Jadi, perhitungan THR yang berhak Budi dapatkan adalah:

7/12 x (Rp2.500.000,00 + Rp300.000,00) = Rp1.633.333,00

Terlihat sedikit rumit, tapi jika Anda pahami, tentu hal tersebut berguna bagi Anda untuk menghitung THR yang Anda terima dari perusahaan. Jadi, sudah terima THR dari perusahaan tahun ini?

Gunakan Tunjangan Hari Raya yang Anda dapat dengan bijak ya. Agar kestabilan keuangan Anda tetap terjadi hingga selepas Idulfitri dan libur lebaran.

Comments are closed.