Serba-serbi PPnBM yang Perlu Anda Ketahui

All About Money

Hampir setiap hal yang ada dalam hidup kita terkena pajak. Tak terkecuali pada barang mewah, terdapat pajak yang bernama PPnBM.

Kita hidup di zaman di mana hampir setiap hal terkena pajak. Hal ini bukanlah sesuatu yang negatif, sebab dengan pajak, pemerintah dapat terus melakukan pembangunan yang notabene akan dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia. Jenis pajak yang dibebankan pada masyarakat pun beragam, seperti pajak penghasilan, pajak bumi dan bangunan, dan berbagai pajak lainnya. Dari sekian banyak pajak, ada satu jenis pajak yang hanya dibebankan kepada orang-orang yang memiliki barang-barang mewah. Pajak tersebut disebut juga sebagai Pajak Penjualan atas Barang Mewah atau biasa disingkat PPnBM. Berbeda dengan pajak lain, pajak satu ini hanya berlaku pada barang-barang yang masuk dalam kategori barang mewah. Mari kita lihat lebih dalam seputar PPnBM mulai dari definisinya di bawah ini.

Definisi Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM)

Mungkin sebagian dari Anda ada yang belum mengetahui apa itu PPnBM. PPnBM merupakan pajak yang dikenakan pada barang yang tergolong mewah yang dilakukan oleh produsen (pengusaha) untuk menghasilkan atau mengimpor barang tersebut dalam kegiatan usaha atau pekerjaannya.

Baca juga: Yuk, Cari Tahu Lebih Dalam Seputar Fungsi Pajak

Pertimbangan atas Dikenakannya PPnBM

PPnBM hanya dikenakan satu kali yaitu saat penyerahan Barang Kena Pajak yang tergolong mewah oleh pengusaha seperti yang disebutkan di atas. Lalu mengapa harus ada pajak penjualan atas barang mewah? Berikut beberapa pertimbangan Pemerintah mengapa mengenakan pajak penjualan barang mewah:

  1. Agar tercipta keseimbangan pembebanan pajak antara konsumen yang berpenghasilan rendah dan konsumen yang berpenghasilan tinggi.
  2. Untuk mengendalikan pola konsumsi atas Barang Kena Pajak yang tergolong mewah.
  3. Perlindungan terhadap produsen kecil atau tradisional.
  4. Mengamankan penerimaan negara.

Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah

Kemudian Anda mungkin bertanya-tanya, terus apa saja sih yang termasuk barang yang tergolong mewah yang dikenai pajak? Nah, yang termasuk barang mewah dan dikenai pajak yaitu meliputi:

  1. Barang yang bukan merupakan barang kebutuhan pokok.
  2. Barang yang hanya dikonsumsi oleh masyarakat tertentu.
  3. Barang yang hanya dikonsumsi oleh masyarakat berpenghasilan tinggi.
  4. Barang yang dikonsumsi hanya untuk menunjukkan status atau kelas sosial.

Baca juga: Sudah Tahu Apa Itu Pemeriksaan Pajak?

Tarif PPnBM

Berapakah tarif PPnBM itu sebenarnya? Tarif PPnBM sesuai dengan UU nomor 42 Tahun 2009 Pasal 8 adalah paling rendah 10 persen dan paling tinggi sebesar 200 persen. Namun jika Anda seorang pengusaha dan mengekspor barang mewah ke luar negeri, maka tarif pajaknya adalah nol persen. Perhitungan pajaknya tinggal Anda kalikan persentase tarif pajaknya dengan dasar pengenaan pajak, yaitu harga barang sebelum dikenai pajak. Laporan PPnBM harus menggunakan formulir SPT Masa PPN 1111. Jika masih berada dalam periode yang sama, maka PPnBM dapat dilaporkan bersamaan dengan PPN dan PPN Impor. Pelaporan PPnBM harus dibuat selambat-lambatnya akhir bulan berikutnya setelah tanggal faktur dibuat.

Penghapusan Beberapa Barang Mewah yang Dikenai Pajak

Pemerintah pada tanggal 9 Juli 2015 telah menetapkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 106/PMK.010/2015 menghapus beberapa barang yang tergolong mewah dengan direvisinya PMK Nomor 130/PMK.011/2013. Adapun beberapa barang mewah yang telah dihapus dan akhirnya tidak dikenai pajak, antara lain: Alat Elektronik

  1. Kulkas.
  2. Water Heater.
  3. AC.
  4. TV.
  5. Kamera.
  6. Kompor.
  7. Dishwasher.
  8. Dryer.
  9. Microwave.

Alat Olahraga Alat Pancing Alat Golf Alat Selam Alat Surfing Alat Musik

  1. Piano.
  2. Alat Musik Elektrik.

Branded Goods

  1. Wewangian.
  2. Saddlery.
  3. Harness.
  4. Tas.
  5. Pakaian.
  6. Arloji.

Peralatan Rumah dan Kantor:

  1. Permadani.
  2. Kaca.
  3. Kristal.
  4. Kursi.
  5. Kasur.
  6. Lampu.
  7. Porselen.
  8. Ubin.

Baca juga: Inilah Daftar Mobil Mewah Termahal di Dunia!

Temukan Asuransi Mobil Terbaik Anda

Rp

Saat ini, Anda yang mempunyai barang-barang yang telah disebutkan di atas tak akan dikenai pajak. Mengapa dilakukan penghapusan beberapa barang mewah tersebut? Alasannya karena barang-barang tersebut, saat ini sudah susah disebut dengan barang mewah karena perkembangannya yang cepat. Oleh karena itu, nilai barang tersebut akan mengalami penurunan karena semakin banyak jenis dan semakin banyak pula yang memakainya, sehingga sudah tidak dapat diidentifikasi lagi sebagai barang mewah. Selain itu, dihapuskannya PPnBM untuk beberapa barang yang telah disebut di atas juga karena biaya pengawasan pajaknya yang lebih tinggi daripada penerimaan pajak barang tersebut. Namun peraturan tersebut tidak hanya menetapkan penghapusan beberapa barang mewah, tetapi juga menetapkan tarif pajak baru untuk beberapa barang yang tergolong mewah. Mari kita simak daftar barang beserta tarif pajaknya yang baru berikut ini:

Tarif 20 Persen

Kelompok hunian mewah seperti rumah mewah, apartemen, kondominium, town house, dan sejenisnya. Rumah dan town house dari jenis nonstrata title dengan luas bangunan 350 meter persegi atau lebih. Apartemen, kondominium, town house dari jenis strata title, clan sejenisnya dengan luas bangunan 150 meter persegi atau lebih.

Tarif 40 Persen

Barang sejenis balon udara dan balon udara yang dapat dikemudikan, pesawat udara lainnya tanpa tenaga penggerak. Kelompok peluru senjata api dan senjata api lainnya (kecuali untuk keperluan negara). Peluru dan bagiannya (tidak termasuk peluru senapan angin).

Tarif 50 Persen

Kelompok pesawat udara selain yang tercantum dalam Lampiran II, kecuali untuk keperluan negara atau angkutan udara niaga: helikopter, pesawat udara, dan kendaraan udara lainnya Kelompok senjata api dan senjata api lainnya, kecuali untuk keperluan negara:

  1. Senjata artileri.
  2. Revolver dan pistol.
  3. Senjata api (selain senjata artileri, revolver, dan pistol) dan peralatan semacam itu yang dioperasikan dengan penembakan bahan peledak.

Tarif 75 Persen

Kelompok kapal pesiar mewah, kecuali untuk keperluan negara atau angkutan umum, kapal pesiar, kapal ekskursi, dan kendaraan air semacam itu terutama dirancang untuk pengangkutan orang, kapal feri dari semua jenis, kecuali untuk kepentingan negara atau angkutan umum. Telah ditetapkannya peraturan baru tersebut tentu saja dengan harapan adanya peningkatan pendapatan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) karena pada tahun lalu Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) mengalami penurunan pertumbuhan sebesar 31,27 persen atau senilai Rp1,105 triliun. Selain itu, di periode yang sama pada 2014, tercatat pula penurunan pertumbuhan PPnBM sebesar 55,44 persen atau senilai Rp26,13 miliar. Adanya keyakinan akan adanya peningkatan atau pertumbuhan penerimaan PPnBM karena pajak-pajak lainnya pun bisa mengalami peningkatan pertumbuhan di tahun lalu. Misalnya saja PPh Non Migas pada tahun lalu mengalami pertumbuhan sebesar satu persen dan tercatat pertumbuhan paling tinggi yakni sebesar 20,62 persen atau senilai dengan Rp18,318 triliun. Selain PPh Non Migas yang mengalami pertumbuhan di tahun lalu, pajak lain yang mengalami pertumbuhan adalah PPh Pasal 21 dan PPh Pasal 23. Pertumbuhan PPh Pasal 21 ialah sebesar 10,62 persen atau senilai Rp26,554 triliun. Kemudian pertumbuhan pada PPh pasal 23 ialah sebesar 9,53 persen atau senilai Rp6,328 triliun. Kini Anda telah mengetahui lebih dalam seputar PPnBM. Apakah Anda salah satu yang menjadi wajib pajak pada jenis pajak satu ini?

Comments are closed.