Siapa Bilang Menghitung Pajak Penghasilan Itu Ribet?

All About Money

Anda sudah tahu bagaimana cara menghitung pajak penghasilan yang baik dan benar? Kalau belum, yuk, kita bahas bersama!

Terkadang, orang tidak mau menghitung pajak penghasilan padahal ini kewajiban sebagai wajib pajak atau WP. Mereka tidak mau dan tidak mau melaporkan karena takut ternyata diminta untuk membayar pajak yang begitu tinggi.

Apakah ini juga yang ada di benak Anda? Ini bukan hal yang aneh. Pasalnya, banyak sekali berita mengenai pajak yang di blow up. Pemerintah mengejar WP agar membayar pajak untuk meningkatkan pendapatan negara.

Tentu ini bukan hal yang salah. Anehnya, ketika pemerintah ingin menengakkan peraturan mengenai perpajakan, orang merasa itu bagian dari pemaksaan. Padahal, belum tentu lho Anda harus membayar pajak. Untuk orang dengan penghasilan rendah, mereka tidak perlu membayar pajak penghasilan. Mereka hanya perlu lapor pajak tahunan. Itu saja.

Semoga informasi ini membuat Anda tidak lagi parno jika mendengar mengenai pajak. Dan Anda mulai mau datang ke KKP untuk melakukan pelaporan pajak. Namun, ada baiknya juga Anda tahu bagaimana cara menghitung pajak.

Baca juga: Ternyata, Mendapatkan e-FIN Pajak Tidak Susah

Rumus Menghitung Pajak Penghasilan

rumus perhitungan pajak penghasilan

Pajak penghasilan disebut juga dengan PPh. Cara menghitungnya sangat mudah. Rumusnya hanya ini:

Penghasilan bersih – PTKP = Penghasilan Kena Pajak (PKP)

Mungkin Anda tidak familiar dengan apa yang disebut dengan PTKP. Ini merupakan singkatan dari penghasilan tidak kena pajak. Jadi, ada penghasilan yang tidak dipakai.

Apa saja itu?

  1. Untuk wajib pajak orang pribadi sebesar Rp54 juta
  2. Tambahan untuk WP yang sudah menikah sebesar Rp4,5 juta
  3. Tambahan untuk istri yang punya penghasilan di mana penghasilannya tersebut digabung dengan penghasilan suami sebesar Rp54 juta.
  4. Tambahan untuk anggota keluarga sedarah dan keluarga semenda dalam garis keturuan lurus, dan juga anak angkat. Ini nilainya Rp4,5 juta

Jadi, penghasilan tersebut tidak dikenakan pajak. Oleh sebab itu, bukan seluruh penghasilan Anda yang dikenai pajak, melainkan penghasilan bersih yang sudah dikurangi dengan PTKP.

Baca juga: Bagaimana Cara Menghitung PPh 21?

Dalam hal ini, setiap orang nanti akan memiliki PKP yang berbeda-beda. Ini tergantung PTKP nya serta jumlah penghasilan bersih selama satu tahun.

Nah, sekarang sudah jelas kan bagaimana cara menghitung pajak penghasilan?

Ada kemungkinan juga nanti nilainya justru minus. Artinya, penghasilan bersih selama satu tahun yang Anda dapatkan lebih kecil daripada PTKP. Itupun tidak masalah. Pihak pajak tidak akan menaruh curiga karena jumlah PTKP itu ditentukan secara umum di seluruh Indonesia. Bisa saja dalam realita, Anda bisa mencover semua kebutuhan (PTKP). Hanya saja, saat melakukan penghitungan pajak penghasilan, angkanya minus.

Tarif Pajak Penghasilan Berbeda-Beda

tarif pajak penghasilan

Setelah Anda mendapatkan hasil PKP atau Penghasilan Kena Pajak, sekarang Anda bisa menghitung sendiri berapa pajak yang harus Anda keluarkan. Itupun prosentasenya berbeda-beda, tergantung jumlah penghasilan tahunan yang Anda dapatkan.

Penghasilan Bersih Tarif Pajak
Rp 50 juta 5%
Rp 50 juta – Rp 250 juta 15%
Rp 250 juta – Rp 500 juta 25%
Di atas Rp 500 juta 30%

Semakin jelas kan sekarang jika sebenarnya pajak itu tidak membebani? Jadi, ada dua poin penting yang dipahami oleh masyarakat. Yang pertama, tidak semua penghasilan Anda terkena pajak. Karena penghasilan Anda harus dikurangi dengan PTKP atau Penghasilan Tidak Kena Pajak.

Yang kedua, prosentasi pajaknya pun bervariasi, tergantung penghasilan bersih tahunan Anda.

Untuk lebih jelas lagi mengenai cara menghitung pajak penghasilan, Anda harus tahu bagaimana cara mengisi SPT tahunan.

Yang Penting, Isi SPT Tahunan dengan Benar

Sebenarnya, Anda tidak perlu tahu mengenai rumus menghitung pajak penghasilan atau besaran tarif pajak. Asalkan Anda tahu bagaimana cara mengisi SPT tahunan yang benar, Anda bisa tahu berapa pajak yang harus Anda bayarkan. Atau jangan-jangan tidak ada pajak yang harus Anda bayarkan. Dalam sistem SPT online, sudah ada hitung-hitungannya. Ketika Anda benar dalam mengisi SPT tahunan, maka akan keluar berapa pajak yang harus Anda bayarkan. Semuanya sudah ada sistem penghitungnya.

Dalam hal ini, ada tiga cara untuk mengisi SPT tahunan, yaitu datang langsung ke KPP atau Kantor Pelayanan Pajak, Kantor Pos, atau e-Filing. Dalam hal ini, yang paling direkomendasikan adalah dengan menggunakan cara yang ketiga, yaitu e-Filing. Ini adalah cara mengisi SPT tahunan online.

Berikut Cara Isi SPT Tahunan Online

1. Daftar e-Fin
Agar bisa lapor pajak online, Anda harus mendapatkan e-Fin terlebih dahulu. Isi formulir pengajuan e-Fin lalu datang saja ke KPP. Anda akan mendapatkan e-Fin. Aktivasi secara online. Baru Anda bisa melakukan lapor SPT tahunan online.

2. Login di Website Pajak
Anda bisa menggunakan website atau aplikasi e-filing yang bisa Anda download di smartphone Anda. Silakan pilih mana yang menurut Anda paling mudah. Login dengan menggunakan NPWP dan juga e-Fin.

3. Isi Formulir SPT Secara Online
Langkah selanjutnya adalah memilih formulir SPT yang sesuai dengan diri Anda. Dalam hal ini, ada tiga jenis formulir SPT, yaitu formulir 1770 SS jika pendapatan kurang dari Rp60 juta, formulir 1770 S jika pendapatan lebih dari Rp60 juta, serta formulir 1770 untuk yang punya bisnis atau usaha sendiri.

Setelah, ada kolom serta instruksi yang harus Anda ikuti. Sangat mudah sekali. Sistem akan otomatis menghitungkan pajak penghasilan Anda.

4. Klik Simpan dan Lapor
Setelah semuanya terisi, klik Simpan dan Lapor. Di akhir nanti, akan ada tambahan informasi. Jika ada notifikasi “Kurang Bayar” maka Anda harus klik “Dapatkan ID Biling Anda” agar Anda tahu berapa kurangnya dan ke mana harus menyetorkan uang pajak tersebut.

Jelas kan sekarang mengenai pembayaran pajak penghasilan?

Comments are closed.