Siapkan Dana Pendidikan Anak

Sebelum terlambat, persiapkan dana pendidikan si kecil sejak dini.

All About Money

Sebelum terlambat, persiapkan dana pendidikan si kecil sejak dini. 

Sebagai orang tua tentu Anda menginginkan yang terbaik untuk anak termasuk soal pendidikan yang menjadi bekal bagi masa depannya. Namun seiring laju inflasi, biaya sekolah terus melambung. Dengan mempersiapkan biaya pendidikan anak sejak dini, Anda punya waktu lebih lama untuk menyisihkan dana sehingga dapat memberikan pendidikan lebih optimal.

Dalam mempersiapkan dana pendidikan anak, Prita Ghozie, Perencana Keuangan Independen dari ZAP Finance, menganjurkan untuk melakukan tiga hal berikut: 

1. Hitung dana yang dibutuhkan 
Terlebih dulu kumpulkan informasi mengenai biaya di sekolah yang telah disepakati oleh Anda dan pasangan. Mulai dari uang pangkal, iuran bulanan, sampai perlengkapan sekolah, seperti seragam dan buku pelajaran. 

Data tersebut digunakan sebagai panduan dalam membuat estimasi dana pendidikan dari TK hingga kuliah yang perlu Anda persiapkan. Sebab biaya awal sekolah merupakan biaya terbesar yang perlu dipersiapkan. Jangan lupa juga untuk menghitung asumsi kenaikan biaya sekolah sekitar 15-20% per tahun*. 

Menurut Prita, dana pembayaran SPP sebaiknya disisihkan dari gaji bulanan orang tua. Namun pastikan jumlahnya tidak lebih dari 10% gaji. Anda dapat menghitung biaya kuliah anak yang perlu dipersiapkan dengan menggunakan kalkulator ini.

2. Pilih tabungan, asuransi, atau investasi? 
Menabung saja kadang tidak cukup, mengingat suku bunga tabungan cenderung di bawah tingkat inflasi sehingga tidak bisa mengharapkan hasil yang optimal. Anda bisa mengalokasikan dana pendidikan ke berbagai instrumen yang terbilang lebih menguntungkan, seperti tabungan pendidikan, asuransi pendidikan, atau investasi berupa reksadana. 

Masing-masing instrumen tersebut cukup menguntungkan, namun optimal atau tidak hasilnya tergantung kebutuhan Anda. Pilihlah sesuai target jangka waktu serta hasil yang diperoleh nanti. Jika memilih tabungan pendidikan, disarankan untuk persiapan jangka pendek antara 2-5 tahun, atau hanya untuk menambah dana pendidikan yang telah dipersiapkan dari sumber lain.

3. Proteksi dengan dana darurat dan asuransi jiwa 
Pastikan Anda memiliki asuransi jiwa dan dana darurat untuk berjaga-jaga jika terjadi hal yang tidak diinginkan dengan pencari nafkah. Apalagi bila memilih investasi berarti Anda harus berani menanggung risiko. Terutama investasi berupa reksadana yang menerapkan prinsip •semakin besar hasil yang akan didapat, semakin besar pula risiko yang harus ditanggung•. 

*asumsi diambil dari buku Make it Happen oleh Prita Ghozie.

Leave a Reply