Solusi Mudah bagi Anda yang Telat Lapor SPT Tahunan Pajak

All About Money

SPT Tahunan Pajak harus dilaporkan setiap satu tahun. Sayangnya, tak sedikit yang lupa lapor SPT Tahunan Pajak hingga akhirnya dikenakan denda oleh Dirjen Pajak. Namun, tak perlu panik, kita tetap dapat mengurusnya dengan mudah.

Sebagai seorang warga negara Indonesia yang baik dan taat hukum, sudah seharusnya kita membayar pajak yang sudah diatur dan ditetapkan. Tentu ada berbagai jenis pajak yang harus kita bayar, tergantung dari berbagai hal yang kita miliki. Bagi Anda yang memiliki kendaraan bermotor, tentu Anda diwajibkan untuk membayar pajak kendaraan tiap tahunnya. Begitu pula bagi Anda yang memiliki rumah, Anda pun harus membayar pajak bumi dan bangunan.

Namun, ada satu pajak yang harus dibayarkan oleh hampir setiap orang, yaitu pajak penghasilan. Bahkan, pajak ini tak hanya berlaku pada perseorangan, melainkan perusahaan. Jadi, setiap orang atau perusahaan yang memiliki penghasilan diwajibkan membayar pajak penghasilan.

Dalam kurun waktu satu tahun, setiap orang dan perusahaan wajib melapor total pemasukannya melalui Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak atau biasa disingkat SPT Tahunan Pajak. Fungsi dari pelaporan SPT Tahunan Pajak ini tak lain untuk penghitungan atau pembayaran pajak serta objek pajak dan bukan objek pajak. )

Nah, masalah yang sering muncul dalam hal ini adalah keterlambatan seseorang atau perusahaan dalam melaporkan SPT Tahunan Pajak. Tentu, keterlambatan tersebut menyebabkan orang atau perusahaan tersebut harus membayar sanksi atau denda yang sudah ditetapkan. (Baca juga: Mudahnya Membuat E-Billing Melalui DJP Online)

Lalu, bagaimana prosedur pelaporan SPT Tahunan Pajak jika sudah terjadi keterlambatan? Simak solusi telat lapor SPT Pajak berikut ini!

Siapkan Biaya Denda

Sejatinya, telat lapor SPT Pajak dengan telat membayar pajak merupakan hal yang berbeda. Namun, biasanya hal ini seringkali terjadi bersamaan. Sebab, orang atau perusahaan yang telat lapor SPT Pajak biasanya telat pula dalam membayar pajaknya. Maka dari itu, hal yang harus dilakukan pertama adalah siapkan biaya denda.

Jika Anda sebagai pekerja telat lapor SPT Pajak, denda yang harus Anda bayar sebesar Rp100.000,00. Namun, bagi perusahaan atau Anda pemilik usaha, denda yang harus dibayarkan akibat telat lapor SPT Pajak sebesar Rp1 juta. Sedangkan untuk denda telat membayar pajak, jumlah yang harus dibayarkan adalah dua persen per bulan yang belum dibayarkan.

Baca juga: NPWP Online: Pengertian, Fungsi, dan Cara Membuatnya!

Dapatkan Surat Tagihan Pajak

Bila Anda atau perusahaan telat lapor SPT Tahunan Pajak, biasanya Kantor Pelayanan Pajak (KPP) terdekat dari tempat tinggal atau perusahaan akan mengirimkan Surat Tagihan Pajak (STP). Namun, jika KPP tidak kunjung mengirim STP, segeralah kunjungi KPP terdekat untuk meminta STP. Sebab, tanpa STP, proses telat lapor SPT Pajak tidak dapat berjalan.

Membayar Denda Lewat Bank

Setelah mendapatkan STP dan menyiapkan besaran denda yang harus dibayarkan, selanjutnya bayarkan denda telat lapor SPT Pajak ke bank. Perlu diingat, tidak semua bank melayani pembayaran denda telat lapor SPT Pajak. Jadi, lebih baik cari tahu lebih dulu bank mana saja yang melayani proses tersebut.

Sejauh ini, seluruh bank milik negara sudah dapat melayani pembayaran denda telat lapor SPT Pajak. Tapi, hanya sebagian bank swasta yang dapat melayani proses tersebut.

Temukan Asuransi Mobil Terbaik Anda

Rp

Tak perlu panik jika Anda telat lapor SPT Pajak ke KPP terdekat. Tapi, agar tidak terulang dan menyebabkan kerugian akibat denda yang harus dibayarkan, sebaiknya catat dan buat pengingat kapan harus membayar pajak dan lapor SPT Pajak di laptop atau smartphone Anda.

Sumber foto: https: OnlinePajak //www.online-pajak.com/mengapa-onlinepajak

Comments are closed.