Taspen: Jaminan Pensiun untuk Aparatur Sipil Negara (ASN)

All About Money

Berbeda dengan jenis pekerjaan lainnya, Aparatur Sipil Negara (ASN) dapat merancang masa depan pensiun mereka melalui Taspen. Ingin tahu selengkapnya?

Biasanya, mendekati usia kepala empat, banyak orang akan cemas. Kecemasan apa yang mereka rasakan? Pertama, tentu saja perkara dirinya semakin mendekati puncak produktivitas dan capaian-capaian penting dalam kehidupan karir maupun keluarga. Kedua, ia juga menghadapi kenyataan semakin sempitnya waktu yang dia miliki untuk mempersiapkan masa pensiun

Apabila mengacu pada usia pensiun formal di Indonesia, yaitu usia 55 tahun, maka tersisa waktu kurang lebih 15 tahun bagi mereka yang kini berumur kepala empat untuk mempersiapkannya.

Bila dibandingkan dengan para pekerja biasa, tentu saja para Aparatur Sipil Negara (ASN) memiliki benefitnya sendiri. Sebab pemerintah sudah menetapkan sendiri bagaimana skema pembayaran pension yang akan diterima sebagai hak para ASN di Indonesia.

Lalu, apa yang dimaksud dengan Aparatur Sipil Negara (ASN)?

Mengacu pada Pasal 1 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil Negara yang selanjutnya disingkat ASN adalah profesi bagi pegawai negeri sipil dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja yang bekerja pada instansi pemerintah.

Tentu saja untuk duduk di kursi PNS harus seorang Warga Negara Indonesia (WNI) yang memenuhi syarat tertentu, yang diangkat sebagai pegawai ASN secara permanen oleh pejabat pembina kepegawaian untuk menduduki jabatan di pemerintahan.

Selain PNS, yang berhak menduduki jabatan sebagai ASN adalah Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Dalam ketentuan pasal 1 ayat 4, yang dimaksud PPPK adalah WNI yang memenuhi syarat tertentu, yang diangkat berdasarkan perjanjian kerja untuk jangka waktu tertentu dalam rangka melaksanakan tugas pemerintah.

Tentunya, peserta dari Taspen ini bukanlah sembarangan pihak. Singkatnya, lembaga pengelola milik pemerintah yang satu ini hanya dikhususkan bagi para pegawai negeri sipil. Jadi, kalau memang Anda adalah salah satu ASN misalkan pegawai negeri sipil, secara langsung Anda akan menjadi peserta dari PT Taspen.

Tugas Taspen sebagai salah satu BUMN ini dapat mengatur dan mengelola dana pensiun dari para pesertanya dengan dasar hukum yang jelas, yakni Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1969. Dalam undang-undang tersebut diatur bahwa PT Taspen wajib mengelola dana pensiun pesertanya yang merupakan pegawai negeri sipil, untuk kemudian memberikan manfaat yang pasti setelah masa pengabdian peserta berakhir.

Yuk, sejenak mengulik lebih dalam lagi mengenai PT Taspen ini!

Sejarah Taspen

Berawal dari Konferensi Kesejahteraan Pegawai Negeri yang diselenggarakan pada tanggal 25-26 Juli 1960 di Jakarta yang menghasilkan Keputusan Menteri Pertama RI Nomor 388/MP/1960 tanggal 25 Agustus 1960.

Dalam Keputusan tersebut, Pemerintah menetapkan pentingnya pembentukan jaminan sosial sebagai bekal bagi Pegawai Negeri dan keluarganya di masa purna bakti. Sehingga pada tanggal 17 April 1963, Pemerintah mendirikan Perusahaan Negara Dana Tabungan dan Asuransi Pegawai Negeri (PN TASPEN)

Kini, dengan pengalaman selama lebih dari 54 tahun, Taspen berkomitmen untuk senantiasa memberikan pelayanan terbaik yang melebihi harapan para peserta dalam mengelola Jaminan Sosial bagi Aparatur Sipil Negara. Di antaranya melalui Program Pensiun, Program Tabungan Hari Tua, Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Program Jaminan Kematian (JKM).

Jaminan Kecelakaan Kerja

Perlindungan atas risiko kecelakaan kerja atau penyakit akibat kerja berupa perawatan, santunan dan tunjangan cacat

Tabungan Hari Tua

Program Asuransi Dwiguna yang dikaitkan dengan usia pensiun ditambah dengan Asuransi Kematian

Program Pensiun

Penghasilan yang diterima oleh penerima pensiun setiap bulan sebagai jaminan hari tua dan penghargaan atas jasa-jasanya mengabdi pada negara berdasarkan Undang-Undang No. 11 Tahun 1969 tentang Pensiun Pegawai dan Pensiun Janda/Duda Pegawai.

Jaminan Kematian

Perlindungan atas risiko kematian bukan akibat kecelakaan kerja berupa santunan kematian

Taspen Mobile

PT Taspen (Persero) terus meningkatkan pelayanannya untuk memberikan kepuasan pelanggan. Berbagai inovasi layanan yang telah dilakukan, antara lain; Taspen Mobile, Layanan Klaim Otomatis dan Layanan Klaim 1 jam yang telah bersertifikasi ISO 9001 : 2015. Layanan ini memberikan kemudahan pada Anda untuk melakukan otentikasi via ponsel (autentikasi by smartphone) yang bisa dilakukan di mana pun dan kapan pun tanpa harus mendatangi kantor cabang Taspen atau mitra bayar.

Pelayanan Taspen Kelas Dunia

Melalui perolehan sertifikasi ISO 9001:2015 untuk pelayanan klaim maksimal satu jam dengan dukungan data yang akurat untuk Program Tabungan Hari Tua dan Pensiun. TASPEN membuktikan bahwa layanan yang cepat dan tepat merupakan suatu kewajiban bagi Perseroan untuk tetap menjaga kualitas pelayanan.

PT TASPEN (PERSERO) juga berhasil menjadi satu-satunya BUMN yang berada dalam jajaran Top 40 dalam kompetisi Inovasi Layanan Publik (SiNovik). Kompetisi ini diselenggarakan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB). “Sejahtera Berkat Layanan TASPEN Persero” atau SAHABAT LATANRO berhasil menghantarkan PT TASPEN (PERSERO) pada posisi empat puluh besar melalui Layanan Klaim Otomatis, Layanan 1 Jam, dan SIMGAJI serta inovasi TASPEN lainnya.

Di samping itu, dalam rangka memberikan pelayanan yang optimal dan berkelanjutan, TASPEN berupaya untuk mendekatkan diri kepada peserta guna mempermudah akses peserta melalui pembukaan 2 Kantor Cabang baru. Di antaranya Kantor Cabang Kepulauan Nias dan Lubuklinggau. Serta 20.203 titik layanan yang menjadikan Taspen memiliki 57 Kantor Cabang sehingga semakin dekat dalam melayani Peserta.

Skema Pembayaran Pensiun Fully Funded

Pemerintah sudah memilih fully funded untuk sistem baru pensiun PNS yang akan mulai diterapkan untuk CPNS rekrutan 2020. Skema fully funded adalah pembayaran pensiun penuh yang berasal dari iuran antara pemerintah dengan PNS itu sendiri. Besarannya pun disesuaikan berdasarkan jumlah gaji PNS setiap bulannya. Dengan skema ini, pemerintah berharap uang pensiun yang diterima PNS ke depannya bisa semakin besar.

Skema baru ini menggantikan skema pay as you go. Skema awal ini yaitu dana pensiun dari hasil iuran PNS sebesar 4,75 persen dari gaji ditambah dengan dana dari APBN.

Comments are closed.