Tips Pembagian Uang Suami & Istri

Gaji suami sebaiknya dialokasikan untuk kebutuhan apa saja? Bagaimana dengan gaji istri?

All About Money

Ê

Hal lazim melihat istri bekerja untuk mendukung keuangan rumah tangga. Terutama bagi pasangan muda yang sedang membangun pondasi keuangan keluarga. Namun, perlu ada aturan pembagian gaji suami dan istri, mengingat uang adalah persoalan yang cukup sensitif. Banyak kegagalan rumah tangga disebabkan masalah uang. Dalam sebuah studi yang dilakukan Forum for Family and Consumer Issues, masalah keuangan merupakan sumber utama pertengkaran pada 39% pasangan. Sebagai antisipasi, sebaiknya Anda bicarakan pembagian gaji sejak awal pernikahan.

Dalam situsnya adamhagerman.com, Adam Hagerman, financial coach dari Amerika serikat memberikan tips dalam mengatur penghasilan suami dan istri berikut:

1. Pembagian Rata
Hitunglah total pengeluaran keluarga yang mencakup keperluan bulanan, cicilan utang, tabungan, investasi, dan tak lupa persiapan dana pensiun. Untuk mengetahui dana pensiun yang perlu Anda persiapkan, cek di sini.
Kemudian total pengeluaran tersebut dibagi dua. Hasilnya merupakan angka yang harus Anda dan pasangan setorkan dari penghasilan masing-masing untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Buatlah akun bersama untuk menyimpan dana tersebut.

2. Pembagian Berdasarkan Gaji Masing-masing
Dengan metode ini, uang yang harus Anda dan pasangan berikan untuk kebutuhan keluarga dihitung berdasarkan jumlah penghasilan masing-masing. Hitung jumlah gaji Anda dan pasangan terlebih dahulu. Misalnya, jika gaji Anda Rp 5.000.000,- dan gaji pasangan Rp 8.000.000,-, totalnya Rp 13.000.000,-.
Kemudian hitung persentase yang menjadi jatah Anda dan pasangan dengan cara membagi gaji masing-masing dengan total gaji gabungan, lalu dikali 100%. Maka persentase yang Anda dapat sebesar (Rp 5.000.000 : Rp 13.000.000) x 100% = 38%, sedangkan pasangan Anda sebesar 62%. Selanjutnya, hitung persentase tersebut berdasarkan total kebutuhan keluarga. Nah, angka itulah yang harus Anda sisihkan dari gaji untuk keperluan keluarga.

3. Berdasarkan Kesepakatan Bersama
Selain dengan metode perhitungan persentase di atas, bisa juga dengan kesepakatan berbagi tanggung jawab. Misalnya, Anda yang bertanggung jawab untuk membayar cicilan rumah, listrik, air, dan belanja keperluan dapur, sementara pasangan Anda mendapatkan jatah membayar cicilan kendaraan, premi asuransi, dan investasi.

Selamat mencoba!

Leave a Reply