Trik Mengatur Gaji Pas-pasan untuk Karyawan Perantau

All About Money

Tuntutan kerja di Ibu Kota jauh dari kota asal, membuat karyawan anak rantau dengan gaji pas-pasan harus pintar memutar otak mengatur gaji pas-pasan. Bagaimana sih caranya?

Berkarier di Ibu Kota, kita harus pintar memutar otak untuk mengelola keuangan. Apalagi kalau baru gajian dan mengatur pengeluaran terkadang kita suka bingung apa yang harus jadi prioritas utama, karena semuanya diperlukan dan penting untuk kita.

Tetapi yang kalau harus kembali memikirkan bagaimana memutar otak mengatur gaji pas-pasan tadi untuk cukup hingga gaji berikutnya tiba, jadi pekerjaan sulit juga.  Hal yang terjadi adalah belum tentu cukup untuk kebutuhan sehari-hari, bahkan terkadang mentok dan pasrah yang berujung pada pemikiran “hari besok gimana nanti saja.”

Duh.. Jangan lagi berpikiri seperti itu. Bila selama ini Anda, khususnya para perantau, kesulitan mengatur gaji pas-pasan sebaiknya Anda praktikan ini untuk mengatur gaji pas-pasan dengan baik. Ini triknya:

Dana Harian

Sisihkan dana sebesar 30% untuk kebutuhan sehari-hari. Dana ini untuk mencakupi kebutuhan Anda selama sebulan, seperti uang untuk perjalanan setiap hari, uang makan di kantor, uang biaya kosan. Dengan begitu jadi bisa tahu berapa pengeluaran dalam seharinya apabila dana tersebut sudah dirinci.

Tabungan

Gaji kecil atau pas-pasan jangan sampai Anda tidak mempunyai tabungan pribadi, bisa berupa tabungan atau celengan. Sisihkan dana 20% dari penghasilan, setidaknya Anda mempunyai simpanan sendiri bila suatu saat ingin membutuhkan sesuatu.

Baca Juga: Intip Peluang Usaha Sampingan Untuk Para Karyawan yang Bisa dilakukan Saat Weekend

Cicilan atau Utang

Bila Anda mempunyai cicilan atau utang anggarkan 30% dari gaji, dana ini di sisihkan untuk membayar cicilan atau utang pada pihak-pihak yang memberikan piutan pada Anda. Kewajiban ini jangan sampai dianggap remeh oleh Anda. Jangan janjikan apa pun kalau memang Anda belum mampu melunasinya. Bila memang memerlukan waktu katakan dengan baik. Nah, kalau untuk post biaya ini Anda terbebas Anda bisa masukan dananya untuk dana darurat atau tabungan.

Dana Darurat

Dana darurat ini dibuat apabila dalam suatu kondisi dana yang telah Anda anggarkan untuk sehari-hari sudah pas dan tidak bisa ditutak-atik.

Contohnya bila dalam perjalanan menuju kantor ban kendaraan kempis, atau tiba-tiba handphone rusak ringan, hal-hal seperti ini yang bagaimana caranya jangan sampai menyentuh anggaran bulanan untuk sehari-hari. Dengan menyisihkan dana 10% sekiranya cukup untuk menolong di saat darurat.

Baca Juga: Ini Dia Alasan Kenapa Anda Harus Menyiapkan Dana Darurat!

Dana Sosial

Cukup sisihkan dana sebesar 10% saja untuk digunakan bersenang-senang, seperti hangout dengan teman-teman. Tapi jangan sampai over imit untuk dana ini, karena dana sosial sangat diperlukan juga untuk bisa memanjakan diri sejenak dari kejenuhan aktivitas sehari-hari.

Beramal

Anda memang memiliki gaji pas-pasan, tapi di luar sana masih juga banyak yang lebih membutuhkan. Ingat selalu untuk berbuat baik kepada sesama yang membutuhkan, tidak peduli sekecil apa pun penghasilan atau gaji yang didapat. Usahakan untuk beramal setidaknya 2,5% dari gaji yang Anda dapat setiap bulannya, tentunya dengan hati yang ikhlas tanpa mengharapkan lebih itu juga akan menjadi amal untuk Anda juga.

Nah, dengan tips di atas tadi untuk Anda yang karyawan anak rantau dengan berpenghasilan pas-pasan sekarang bisa mengatur gaji pas-pasan sendiri asalkan ada niat dan usaha.

Leave a Reply