Fakta Menarik Warren Buffett, Investor Terkaya di Dunia

All About Money

Warren Buffett bisa jadi satu-satunya orang terkaya di dunia tanpa perlu memiliki perusahaan besar, cukup berinvestasi dengan cermat.

Kita tahu bahwa untuk memiliki kekayaan dan harta berlimpah, cara yang paling rasionalnya tak lain dengan menjadi pengusaha sukses. Hal ini pun telah dibuktikan oleh banyak orang di dunia, bahkan di Indonesia. Pengisi daftar orang terkaya di dunia dan tanah air tak lain adalah para pengusaha sukses di bidangnya masing-masing. Sebut saja Bill Gates dengan Microsoft, Mark Zuckerburg dengan Facebook, dan Jeff Bezos dengan Amazon. Dari dalam negeri, ada Hary Tanoesoedibjo dengan MNC Group dan Chairul Tanjung dengan CT Corps. Terlihat jelas bahwa daftar orang terkaya dihuni oleh para pengusaha besar. Tapi, nyatanya untuk meraih kekayaan, menjadi pengusaha bukanlah opsi satu-satunya. Ada satu nama yang masuk dalam kategori orang terkaya di dunia tapi bukan berasal dari kalangan pengusaha, ia adalah Warren Buffett. Ya, dia bukanlah seorang pengusaha yang memiliki perusahaan besar, melainkan investor. Tanpa perlu mendirikan dan menjalankan perusahaan, pria kelahiran 30 Agustus 1930 ini sukses bertengger di daftar orang terkaya di dunia hanya dengan investasi yang ia lakukan di berbagai bidang. Tentu, untuk mencapai kesuksesannya seperti sekarang ini, banyak sekali halang rintang yang harus Warren Buffett lewati di awal-awal kehidupannya.

Baca juga: Ini Deretan Raja-raja Terkaya di Dunia

Mungkin banyak orang mengenalnya hanya dari hartanya yang melimpah. Padahal, banyak sekali fakta menarik soal Warren Buffett di luar harta kekayaannya yang belum diketahui khalayak. Apa saja? Mari kita lihat faktanya di bawah ini!

Fakta Menarik Seputar Warren Buffett

Masuk dalam Daftar 5 Orang Terkaya di Dunia

Menurut data Bloomberg Billionaire Index, Warren ialah orang terkaya keempat di dunia setelah Bill Gates (Microsoft), Amancio Ortega (Zara), dan Jeff Bezos (Amazon). Buffet memiliki aset sebesar USD77,4 miliar.

Mulai Berinvestasi di Umur 11 Tahun

Buffet pertama kali terjun ke pasar modal pada usia 11 tahun. Dia membeli saham dengan uang yang dia sisihkan dari pekerjaan sambilannya sebagai loper koran. Di usia remajanya, Buffet memiliki penghasilan yang lebih banyak dari kebanyakan pria dewasa saat itu.

Bisa Hasilkan Uang dari Makan Bersama

Orang rela bayar jutaan dolar untuk makan siang bersama Buffet demi mendengarkan nasihat investasinya. Juni lalu, seorang investor anonim rela membayar USD2,68 juta untuk makan siang bersama Buffet di Restoran Steak Smith & Wollensky di New York. Uang itu disumbangkan kepada yayasan pilihan Buffet.

Bukan Lulusan Universitas Terbaik Dunia

Buffet ingin sekali masuk universitas bergengsi Harvard. Dia begitu yakin bisa masuk Harvard sampai dia memberi tahu teman-temanya dia akan masuk ke sana. Tetapi, dia gagal di fase wawancara dan justru masuk ke Columbia University.

Hobi bermain Bridge

Buffet senang main kartu bridge bersama pendiri Microsoft Bill Gates.

Tidak Melek Teknologi

Gagap teknologi. Di kantornya, teknologi yang paling canggih adalah telepon kabel. Dia masih menggunakan buku ensiklopedia dunia untuk melakukan riset. Buffet mengaku memiliki telepon genggam tetapi yang digunakan masih model flip lama, bukan smartphone terkini. Dia juga mengaku baru sekali mengirim e-mail seumur hidupnya.

Sangat Gemar Membaca

Buffet menghabiskan sebagian besar waktunya membaca. Bagi Buffet, buku adalah sumber informasi yang dia butuhkan untuk melakukan keputusan investasi. Oleh karena itu, Buffet sungkan berinvestasi di sektor yang tidak dia kuasai dan ini sebabnya Buffet jarang berinvestasi di sektor teknologi. Akan tetapi dia memiliki saham di IBM dan Apple yang sudah terbukti.

Sukses Mendongkrak Harga Saham Berkshire Hathaway

Saat Buffet mengambil alih Berkshire Hathaway, harga saham per lembarnya adalah USD19, namun kini harganya mencapai USD269.761 per lembar.

Rutin Menyumbangkan Uang dalam Kegiatan Kemanusiaan

Buffet diperkirakan telah menyumbang USD20 miliar untuk kegiatan kemanusiaan. Dia adalah donatur paling dermawan setelah Bill Gates.

Investasi di Bidang Energi

Buffet percaya energi bersih adalah masa depan oleh karena itu dia menginvestasikan USD15 miliar di energi surya dan angin.

Baca juga: 5 Rahasia Sukses Ala Robert Kiyosaki

Tips Sukses Berinvestasi dari Warren Buffett

Tak heran jika banyak orang mengidam-idamkan namanya sebagai motivasi untuk sukses berinvestasi. Kita semua tahu bahwa ia sangatlah sukses di bidang investasi hingga menjadi salah satu orang terkaya di dunia saat ini. Pengalamannya di bidang investasi pun tidak perlu diragukan lagi. Ia pun memberikan tip pada orang-orang yang ingin memulai berinvestasi agar tidak mengalami kegagalan dan kerugian hingga sulit untuk bangkit. Berikut adalah beberapa tip investasi dari Warren Buffet yang perlu Anda terapkan.

Harus Berani Berbeda

Warren menyarankan untuk tidak takut menjadi berbeda dari yang lain. Jika orang lain mengambil suatu keputusan, jangan mengikutinya begitu saja. Warren terkenal sering berinvestasi pada bisnis yang sedang lesu walaupun rekan kerja lainnya sudah meninggalkan bisnis tersebut dan menyarankannya untuk berhenti, dengan anggapan bahwa investasi tersebut akan gagal. Mengapa? Keputusan itu ia ambil, karena ia telah melakukan riset, dan ia tahu kalau bisnis tersebut memiliki potensi yang baik di masa depan. Biasanya, keputusan Warren selalu tepat. Dari sinilah ia bisa berpesan, ketika kita mengambil keputusan, selalu ambil langkah berdasarkan ketetapan yang kita tentukan sendiri di dalam hati kita, bukannya berdasarkan penilaian pihak luar. Tentunya diimbangi dengan riset dan observasi yang teliti sebelumnya.

Investasikan Keuntungan Anda

Ketika bisnis atau investasi milik Anda sedang mengalami keuntungan, atau katakanlah baru saja mendapat gajian, jangan langsung tergoda untuk membelanjakannya dengan boros. Memang godaannya sangat besar. Namun pikirkanlah untuk jangka panjangnya. Warren Buffet menyarankan untuk menginvestasikan keuntungan tersebut. Dari mana ia dapat menyimpulkan hal tersebut? Tentunya dari pengalaman. Pada masa SMA, Buffet yang masih remaja membeli mesin pembuat pin, di mana keuntungan dari pembuatan pin tersebut ia gunakan untuk membeli mesin pembuat pin lainnya, sehingga pada akhirnya ia pun memiliki mesin pembuat pin sebanyak delapan mesin.

Jangan Terlalu Lama Berpikir

Riset dan pengumpulan data harus selalu kita lakukan sebelum melakukan investasi atau bisnis baru. Warren Buffet selalu mempelajari sendiri semua hal berkaitan dengan bisnis yang mau atau sedang ia jalani. Tindakan ini pun harus dilakukan dengan cepat tanpa membuang-buang waktu. Warren Buffet memang terkenal akan kemampuannya untuk mengambil keputusan yang cepat namun akurat. Maka dari situlah keluar sebutan “pengisap jempol” dari beliau, untuk mengatakan orang-orang yang hanya duduk dan berpikir terlalu lama, sehingga membuang waktu dan tidak bertindak. Warren tidak pernah membuang waktunya dengan sia-sia. Selalu ia gunakan untuk membaca dan mempelajari situasi pasar.

Buat Kesepakatan yang Jelas Sebelum Investasi

Sebelum mulai berinvetasi atau bekerja sama dalam bentuk apa pun, Anda harus memiliki perjanjian yang jelas akan bentuk kerja sama Anda ke depannya seperti apa. Itu artinya apa yang Anda tawarkan dan apa yang akan Anda dapatkan semua harus sudah tertulis. Warren Buffet selalu membuat perjanjian sedetail mungkin bahkan sebelum memulai apa-apa. Termasuk kepada keluarga dan kerabat, lho!

Batasi Pinjaman dan Utang

Buffet terkenal hampir tidak pernah meminjam, sekalipun untuk investasi dan pembelian rumah atau tanah. Ia selalu menyarankan untuk menabung, karena “hidup dalam utang kartu kredit tidak akan membuatmu kaya.”

Baca juga: Mau Jadi Pengusaha Sukses Di Indonesia? Begini Caranya!

Temukan Asuransi Mobil Terbaik Anda

Rp

Awasi Pengeluaran Kecil

Ketika Warren Buffet memilih manager, ia selalu memilih manager yang menyukai angka-angka mendetail untuk menjalankan bisnisnya. Apa alasannya? Ia suka berinvestasi pada perusahaan yang memiliki perhitungan mendetail mengenai keuangan. Seperti contohnya: Berapa pengeluaran kertas tisu toilet?

Mindset Kaya

Jangan pernah remehkan betapa kuatnya mindset. Warren Buffet pernah berkata: Kaya adalah mindset. Warren Buffett pernah berkata “Saya selalu yakin, bahwa saya akan kaya, dan tak pernah meragukannya biar semenit pun.” Orang kaya dan orang miskin dapat dibedakan melalui mindset mereka. Mindset orang miskin adalah memikirkan tentang kekurangan. Sedangkan orang kaya selalu berpikir akan kelimpahan dan kemakmuran. Keyakinan kitalah yang menentukan cara kita mendapatkan kekayaan, keputusan yg kita ambil dan cara kita bergerak. Setelah melihat tip investasi yang dibeberkan oleh Warren Buffett di atas, apakah Anda semakin yakin untuk berinvestasi sekarang?

Comments are closed.