Yuk, Cari Tahu Lebih Dalam Seputar Fungsi Pajak

All About Money

Membayar pajak merupakan salah satu kewajiban kita sebagai warga negara yang baik. Fungsi pajak yang kita keluarkan untuk negara sejatinya akan kembali untuk kita, meski tak dapat dirasakan secara langsung.

Sebagai seorang warga negara yang baik, sudah seharusnya bila ingin mendapatkan hak harus patuh melakukan kewajiban sesuai dengan peraturan yang berlaku di negara tersebut. Hal ini pun berlaku bagi kita yang tinggal di Indonesia. Hak yang kita dapatkan sebagai warga negara Indonesia sangatlah banyak, sebut saja hak untuk mendapatkan pendidikan serta pelayanan kesehatan yang laik. Tapi, kita pun harus melakukan kewajiban yang sudah diatur, salah satunya adalah membayar pajak.

fungsi pajak

Pajak merupakan pungutan wajib yang dibayar oleh seluruh masyarakat yang dananya akan digunakan untuk kepentingan pemerintah dan masyarakat. Namun, kebanyakan orang merasa dampak dari pajak yang rutin mereka bayarkan tidak terasa. Hal tersebut tidaklah benar. Sebab, pajak yang dibayarkan oleh masyarakat digunakan untuk membangun segala kepentingan publik, bukan personal.

Pajak adalah salah satu sumber dana pemerintah untuk melakukan pembangunan, baik di pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Melihat besarnya dampak dan fungsinya, tak heran jika pemerintah mewajibkan setiap warga negara untuk membayar pajak secara rutin. Sebab, pembangunan yang dilakukan pada akhirnya digunakan oleh setiap orang, seperti jalan raya, sekolah, dan sebagainya.

Baca juga: Mudahnya Membuat E-Billing Melalui DJP Online

Sebelum membahas lebih jauh, mari kita simak sifat pajak terlebih dulu!

Pajak Sebagai Kontribusi Wajib Setiap Warga Negara

Setiap warga negara harus memberikan kontribusi terhadap perkembangan dan kemajuan negaranya. Nah, salah satu cara masyarakat untuk berkontribusi adalah dengan rutin membayar pajak. Namun, tak semua warga negara wajib membayar pajak. Terdapat penilaian subjektif dan objektif dalam menentukan apakah seseorang wajib membayar pajak.

Bagi Anda yang memiliki penghasilan tetap di atas Rp2 juta setiap bulan, Anda masuk dalam kriteria wajib bayar pajak. Begitu pula dengan Anda yang berprofesi sebagai wirausahawan, pajak yang wajib dibayarkan adalah satu persen dari total keuntungan kotor perusahaan.

fungsi pajak

Pajak Bersifat Memaksa Bagi Setiap Warga Negara

Seseorang yang sudah memenuhi syarat subjektif dan syarat objektif seperti yang disebutkan di atas, maka terhitung wajib untuk membayar pajak. Undang-undang telah menjelaskan bahwa setiap orang yang masuk dalam kriteria wajib pajak harus membayar pajak secara rutin.

Baca juga: NPWP Online: Pengertian, Fungsi, dan Cara Membuatnya!

Ada sanksi yang diberikan bagi warga negara yang tidak membayar pajak. Sanksi tersebut dapat berupa sanksi administratif hingga hukuman secara pidana. Jadi, sebaiknya Anda bayarkan pajak secara rutin agar terhindar dari sanksi tersebut.

Warga Negara Tidak Merasakan Manfaat Membayar Pajak Secara Langsung

Pajak yang dibayarkan oleh setiap warga negara tak secara langsung diolah dan dirasakan manfaatnya. Banyak prosedur yang harus dilalui hingga akhirnya uang pajak dapat dipergunakan oleh pemerintah dalam melakukan pembangunan. Pembangunan tersebut pun nyatanya tak bisa dirasakan secara langsung oleh setiap orang.

Sebab, uang pajak digunakan untuk pembangunan berskala umum, bukan pribadi. Jadi, manfaat yang Anda rasakan bukanlah sesuatu yang menguntungkan diri Anda pribadi saja, melainkan secara umum, seperti jalanan yang lebih baik, fasilitas kesehatan yang laik, dan sebagainya.

Setelah melihat sifat pajak yang sudah diterangkan secara rinci di atas, tentu Anda ingin mengetahui apa fungsi dari pajak yang Anda bayarkan. Bicara soal fungsi, pajak tak hanya memiliki satu fungsi saja. Faktanya, fungsinya dibagi menjadi beberapa poin dengan tujuan akhir atau manfaat yang berbeda.

Nah, inilah beberapa fungsi dilihat dari manfaatnya!

Sebagai Anggaran

Fungsi pertama dari pajak adalah fungsi anggaran. Secara sederhana, pajak dijadikan alat untuk memasukkan dana secara optimal ke kas negara berdasarkan undang-undang perpajakan yang berlaku. Hal ini membuat pajak dapat berfungsi untuk membiayai seluruh pengeluaran-pengeluaran yang berkaitan dengan proses pemerintahan.

Baca juga: Bagaimana Cara Menghitung PPh 21?

Pajak tersebut digunakan untuk pembiayaan rutin, seperti belanja barang dan kebutuhan pembangunan, pemeliharaan, dan lainnya. Tanpa adanya pajak, kebutuhan di atas tidak mungkin bisa terpenuhi.

Sebagai Regulasi

Fungsinya adalah untuk digunakan oleh pemerintah dalam mencapai tujuan tertentu dan pelengkap dari fungsi anggaran. Jadi, pemerintah dapat mengatur pertumbuhan ekonomi melalui kebijaksanaan pajak. Contoh nyatanya bisa jadi sebagai sebuah regulasi adalah untuk meringankan pajak saat pemerintah melakukan penanaman modal, baik di dalam maupun luar negeri.

Temukan Asuransi Mobil Terbaik Anda

Rp

Sebagai Stabilitas

Fungsi stabilitas dari sebuah pajak adalah untuk menyeimbangkan neraca ekonomi. Hal ini dapat dilakukan dengan cara menggunakan pajak untuk menjalankan kebijakan yang berhubungan dengan stabilitas harga. Jika hal tersebut berhasil dijalankan, inflasi pun dapat dikendalikan.

Maka dari itu, pajak dari setiap warga negara sangatlah dibutuhkan oleh pemerintah. Jika harga-harga di pasaran stabil, tentu kita sebagai warga negara dapat merasakan manfaatnya, kan?

fungsi pajak

Sebagai Retribusi Pendapatan

Fungsi yang satu ini berkaitan langsung dengan kepentingan umum. Pajak akan dikelola pemerintah untuk membiayai berbagai kebutuhan pembangunan. Tak hanya itu, pajak pun dapat dimanfaatkan untuk membuka kesempatan kerja yang lebih banyak.

Manfaatnya jelas, lapangan kerja menjadi lebih banyak dan tentunya untuk menurunkan angka pengangguran di tanah air. Semakin kecil angka pengangguran, artinya semakin besar fungsi retribusi pendapatan ini bekerja.

Sama halnya dengan di berbagai negara, pajak di Indonesia pun membagi pajak menjadi dua jenis, yaitu pajak pemerintah pusat dan pajak pemerintah daerah. Pajak yang dikeluarkan masyarakat dari pemerinta pusat terdiri dari Pajak Penghasilan, Pajak Pertambahan Nilai, Pajak Penjualan atas Barang Mewah, Bea Materai, dan Pajak Bumi dan Bangunan.

Sedangkan pajak pemerintah daerah terdiri dari Pajak Kendaraan Bermotor, Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor, Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor, Pajak Air Permukaan, Pajak Rokok, dan Pajak Kabupaten/Kota.

Pajak yang kita bayarkan dengan rutin berpengaruh besar terhadap perkembangan dan kemajuan Indonesia. Jadi, sebagai pribadi yang menginginkan Indonesia yang lebih baik, mari kita bayar pajak dengan rutin!

Comments are closed.