Apakah yang Dimaksud Asuransi Penyakit Kritis?

Asuransi

Asuransi penyakit kritis memberikan kemudahan dan ketenangan untuk Anda yang divonis menderita penyakit kritis yang memang membutuhkan perhatian khusus

Tidak dipungkiri jika produk asuransi di Indonesia semakin banyak jenisnya. Mulai dari asuransi untuk kendaraan, kesehatan, kecelakaan kerja, perjalanan hingga untuk penyakit kritis pun ada. Mungkin untuk beberapa asuransi yang disebutkan di atas Anda sudah mengetahuinya, lalu apakah Anda sudah mengetahui apa itu asuransi penyakit kritis? Secara umum, jika dilihat dari namanya, asuransi ini tentunya akan memberikan perlindungan terhadap penyakit-penyakit yang dianggap “kritis” yang mungkin saja diderita oleh Anda. Namun, tidak semua penyakit kritis bisa ditanggung. Hanya ada beberapa penyakit saja, seperti penyakit jantung, kanker stroke, diabetes, dan lain sebagainya.

Asuransi ini mengacu pada kondisi kritis yang dialami seseorang (menderita penyakit kritis) kemudian baru bisa mengajukan klaim. Untuk persyaratan pencairan dananya juga berbeda dengan jenis asuransi yang lain. Biasanya asuransi penyakit kritis ini bisa dilakukan pencairan jika tertanggung sudah mencapai kondisi kritis. Contohnya penyakit kanker stadium 4. Namun, ada beberapa perusahaan asuransi yang bisa saja mencairkan dana pertanggungan ketika tertanggung mengidap penyakit kanker di stadium 1 atau 2, tetapi nilai uang pertanggungannya tidak bisa diberikan 100%.

Ada hal penting yana harus Anda lakukan jika ingin menjadi nasabah asuransi ini. Biasanya, setiap calon nasabah akana diberikan formulir yang harus dilengkapi untuk penerbitan polis. Sama seperti asuransi kesehatan, di sini juga Anda harus bersikap jujur dan jelaskan secara rinci mengenai kondisi kesehatan Anda saat ini. Jelaskan penyakit apa saja yang pernah Anda derita. Jika Anda menutupi pneyakit tersebut, hal ini akan berdampak buruk dan merugikan diri Anda sendiri. Jika sewaktu-waktu Anda menderita penyakit tersebut dan ingin mengajukan klaim, bisa saja perusahaan asuransi akan menolak klaim Anda tersebut dan premi bisa hangus. Mengapa demikian? Karena ketika awal mengisi formulir, Anda tidak jujur sehingga perusahaan asuransi tidak tahu apa saja penyakit yang Anda derita.

Nah, jika Anda tertarik ingin menjadi nasabah dari asuransi ini, tentunya Anda harus perhatikan secara detail. Pemahaman Anda menganai asuransi jenis ini harus benar-benar jelas karena jika salah langkah bisa saja merugikan Anda sendiri.

Persyaratan Pengajuan Klaim Asuransi Penyakit Kritis

Sama seperti jenis asuransi lainnya, untuk pengajuan klaim, tentunya ada beberapa persyaratan yang harus dilengkapi oleh tertanggung. Nah, untuk asuransi jenis ini, pada umumnya dakumen-dokumen yang dibutuhkan untuka pengajuan klaim sebagai beriku:

  • Fotokopi identitas diri tertanggung.
  • Salinan hasil pemeriksaan yang sudah dilakukan tertanggung.
  • Formulir pengajuan klaim penyakit kritis.
  • Surat keterangan dokter mengenai penyakit yang diderita.
  • Pemberitahuan nomor rekening.
  • Formulis surat kuasa pemaparan isi rekam medis yang diisi oleh ahli waris.

Proses Pencairan Klaim

Jika di atas sudah dijelaskan persyaratan yang harus dipenuhi untuk pengajuan klaim, pada poin ini akan dilanjutkan penjelasan pengenai proses pencairan klaim untuk asuransi penyakit kritis. Proses pencairan klaim asuransi ini tentu berbeda adengan asuransi kesehatan. Lalu apa saja yang membedakannya?

  • Proses klaim asuransi penyakit kritis tidak secepat asuransi kesehatan. Setelah data terkumpul lengkap, umumnya asuransi akan diproses dalam waktu satu minggu.
  • Setiap perusahaan asuransi bisa berbeda dalam tenggat waktu pencairan klaim.
  • Berbeda dengan asuransi kesehatan yang hanya memerlukan diagnosis singkat dari dokter, asuransi penyakit kritis mewajibkan Anda menyertakan keterangan diagnosis dari dokter secara lengkap.

Baca Juga: Punya Asuransi Kesehatan, Masih Perlukah Asuransi Penyakit Kritis?

Leave a Reply