Asuransi Haji: Perlindungan Nyaman Saat Ibadah Haji

Asuransi

Bukan hanya perlengkapan dan kesehatan saja yang harus Anda siapkan untuk menjalankan ibadah haji. Tetapi asuransi haji sebagai perlindungan diri Anda pun harus dipersiapkan.

Bulan Haji memang menjadi bulan yang sangat dinanti-nantikan oleh para masyakarat muslim di dunia. Pasalnya awal bulan ini sebagian masyarakat akan menjalankan ibadah haji di tanah suci. Tidak terkecuali Indonesia. Indonesia memang menjadi satu-satunya negara yang selalu mengirimkan jemaah haji terbanyak di dunia, yaitu sekitar 200.000 jamaah haji setiap tahunnya. Hal ini dikarenakan antusias dari masyarakat yang ingin menyempurnakan rukun Islam kelima, yaitu naik haji. Ada rasa haru dan kebahagian jika di tahun ini bisa berangkat haji karena untuk menjalankan ibadah haji, membutuhkan waktu tunggu paling lama 17 tahun.

Saat melakukan seluruh rangkaian ibadah di tanah suci, para jemaah haji sudah menjalankan berangkat dan menjalan ibadah haji dari satu bulan atau beberapa minggu lamanya. Tentunya, banyak kebutuhan yang harus dipenuhi. Mulai dari biaya untuk naik haji, baju ihrom, vitamin, dan lain sebagainya.

Tapi, tahukah Anda, di antara keperluan pribadi yang memang harus disiapkan, Anda juga harus memiliki perlindungan diri ketika menjalankan ibadah, yaitu dengan asuransi haji. Perlindungan ini harus dimiliki oleh setiap jamaah, karena memiliki fungsi dan manfaat yang sangat penting. Ingin tahu, apa saja? Berikut ini ulasannya:

Baca juga: Makna Idul Adha Bagi Umat Islam dalam Kehidupannya

Tentang Asuransi Haji

Sama seperti asuransi pada umumnya, asuransi haji merupakan suatu peprlindungan yang berbentuk finansial terhadap risiko yang bisa saja terjadi kepada jemaah selama melakukan ibadah di tanah suci. Perlindungan ini juga sudah diatur dan memang dianjurkan oleh fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) nomor 39/DSN-MUI/X/2002 tentang asuransi untuk ibadah haji. MUI menjelaskan bahwa ibadah haji yang dilakukan memerlukan waktu yang cukup lama dan mayoritas jemaahnya adalah orang tua yang sudah lanjut usia. Tentunya, sebuah perlindungan untuk keselamatan jika terjadi risiko-risiko selama ibadah, yaitu kecelakaan atau kematian sangat penting. Mengingat lokasi tanah suci yang sangat jauh dengan Indonesia.

manfaat asuransi haji

Lalu bagaimana cara mendaftar atau membeli asuransi ibadah haji ini? Mungkin pertanyaan ini akan muncul di dalam benak Anda. Sebenarnya, Anda sudah tidak perlu memikirkan lagi cara mendapatkan asuransi ini. Pasalnya, proteksi jenis ini sudah termasuk dalam pembayaran tabungan haji. Jika Anda sudah mendaftarkan diri sebagai calon jemaah haji dan mengikuti program tabungan haji yang diadakan baik itu lembaga bank ataupun non-bank, secara otomatis, Anda juga sudah terdaftar dalam asuransi. Namun, meskipun demikian, Anda juga harus tetap memilih produk tabungan haji yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan finansial Anda.

Masa Premi Asuransi

Perlu Anda ketahui bahwa masing-masing perusahaan yang menerbitkan asuransi ibadah haji ini memiliki proses pembayaran premi yang berbeda-beda. Hal ini tentu berdasarkan ketentuan dari masing-masing perusahaan.

Bagi perusahaan asuransi yang sudah bekerja sama dengan bank penyedia tabungan haji biaya perlindungan sudah termasuk dalam pembayaran biaya tersebut. Untuk hal ini, setiap preminya akan berbeda nilainya, semua tergantung dengan produk tabungan haji yang Anda pilih.

Masa berlaku proteksi ini dimulai dari berangkatnya jemaah haji ke embarkasi asrama haji setelah menerima Surat Panggilan Masuk Asrama (SPMA) hingga jemaah tersebut kembali lagi ke rumahnya.

manfaat asuransi haji

Sementara itu, masa pengajuan klaim selambat-lambatnya 60 hari kalender atau 30 hari setelah jemaah kloter terakhir kembali ke Indonesia. Pengajuan klaim asuransi yang melewati batas tenggat yang telah ditentukan, maka pengajuan klaim asuransi akan diselesaikan melalui konfirmasi dari Kementrian Agama Pusat. Tidak disarankan menunda-nunda pengajuan klaim asuransi jika terjadi hal yang tidak diinginkan.

Baca juga: Perhatikan 4 Hal Ini Sebelum Membeli Hewan Kurban!

Manfaat

Sama seperti produk proteksi pada umumnya, pada asuransi ini juga terdapat berbagai manfaat yang bisa Anda dapatkan. Berikut ini manfaat-manfaatnya!

Jaminan Perlindungan Jiwa

Asuransi perjalanan haji juga memiliki fungsi yang sama dengan tabungan asuransi ibadah haji, di mana jiwa Anda akan dilindungi apabila terjadi kematian selama ibadah. Kecelakaan saat ibadah haji, masuk ke dalam asuransi perjalanan haji.

Biaya Kesehatan

Sering kali para jemaah haji mengalami kondisi penurunan kesehatan, sehingga membutuhkan bantuan medis. Ketika Anda memiliki asuransi perjalanan haji, semua biaya tersebut ditanggung langsung oleh pihak asuransi.

Kehilangan Barang

Asuransi perjalanan haji melindungi Anda dari kerugian atas kehilangan dan kerusakan barang bawaan jemaah pada bagasi penerbangan. Sehingga Anda tidak perlu khawatir akan hal tersebut.

Keterlambatan dan Pembatalan Perjalanan

Anda sudah mempersiapkan diri untuk pergi menunaikan ibadah haji, tetapi saat ingin pergi tetapi terjadi pembatalan atau keterlambatan keberangkatan. Tentunya hal ini membuat Anda kesal, otomatis biaya akan bertambah. Jika Anda sudah memiliki travel insurance untuk berhaji, hal ini tidak akan memusingkan lagi untuk Anda. Perusahaan asuransi yang akan mengurusnya, biasanya pihak penjamin akan memberikan perlindungan berupa pemberian hotel penginapan yang bekerja sama dengan maskapai tersebut.

Baca juga: Vaksin Meningitis: Apakah Diperlukan Semua Orang?

Persyaratan Umum Mendaftar

Syarat utama untuk mengikuti proteksi haji adalah memiliki tabungan haji. Untuk membuka tabungan haji, Anda dapat membukanya di bank-bank yang sudah bekerja sama dengan Kementrian Agama Republik Indonesia untuk menangani perihal keberangkatan haji.

ragam perbedaan haji dan umroh

Siapkan juga berkas-berkas penting untuk mendaftar tabungan haji sekaligus perlindungan. Berikut syarat umum yang harus Anda ketahui menurut Kementrian Agama:

  1. Beragama Islam.
  2. Berusia minimal 12 (dua belas) tahun pada saat mendaftar.
  3. KTP yang masih berlaku sesuai dengan domisili atau bukti identitas lain yang sah.
  4. Kartu keluarga.
  5. Akta kelahiran atau surat kenal lahir atau kutipan akta nikah atau ijazah.
  6. Tabungan atas nama jemaah yang bersangkutan pada BPS*) BPIH (Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji).
  7. Pas Foto berwarna 3×4 berjumlah 10 lembar dengan latar belakang berwarna putih dengan ketentuan sebagai berikut:
  • Warna baju/kerudung harus kontras dengan latar belakang.
  • Tidak memakai pakaian dinas.
  • Tidak menggunakan kacamata.
  • Tampak wajah minimal 80 persen.
  • Bagi jemaah haji wanita menggunakan busana muslimah.
  • Gubernur dapat menambahkan persyaratan berupa surat keterangan domisili.

Comments are closed.